Layanan Penyeranta di Jepang Resmi Berakhir

Layanan Penyeranta di Jepang Resmi Berakhir
Perangkat penyeranta di Jepang telah berbunyi bip untuk yang terakhir kalinya, setelah satu perusahaan terakhir mengakhiri layanan pada Selasa (1/10/2019). ( Foto: the Straits Times / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 3 Oktober 2019 | 08:16 WIB

Tokyo, Beritasatu.com- Tiga puluh tahun yang lalu, penyeranta atau pager adalah aksesori yang harus dimiliki untuk setiap eksekutif bisnis. Tapi sekarang, perangkat penyeranta di Jepang telah berbunyi bip untuk yang terakhir kalinya.

Pada Selasa (1/10), penyedia layanan penyeranta terakhir negara itu, Tokyo Telemessage, menutup layanannya. Hampir dari 1.500 pelanggan tetap, sebagian besar dari mereka adalah petugas kesehatan.

Pelanggan pribadi terakhir bernama Ken Fujikura, yang menyimpan pager-nya karena itu adalah cara yang disukai sang ibu yang berusia 80 tahun untuk menghubunginya.

“Karena hanya ibu saya yang tahu nomor pager, saya tahu [pemberitahuan pager] dari ibu saya. Dengan telepon, saya tidak yakin itu mendesak,” katanya kepada situs web Nikkan-Spa.

Pada Minggu, satu perusahaan pemakaman Tokyo mendirikan satu tenda di dekat stasiun kereta api, sehingga orang bisa meletakkan bunga dan memberi penghormatan terakhir pada pokeberu, atau bel saku.

Penyeranta adalah perangkat kecil yang bisa menerima "beep" sederhana atau, kemudian, pesan teks. Setiap pager memiliki nomor unik - mirip dengan nomor telepon.

Untuk mengirim teks ke penerima, pengirim harus menelepon operator dan meninggalkan pesan singkat. Pesan itu kemudian akan dikonversi menjadi pesan teks oleh orang atau lebih umum, mesin.

Dikembangkan pada 1950-an dan 1960-an, penyeranta semakin populer di tahun 1980-an. Pada tahun 1996, Tokyo Telemessage memiliki 1,2 juta pelanggan, dan 10 juta pelanggan secara nasional, menurut kantor berita Kyodo.

Selain pekerja, penyeranta atau pager cukup populer di kalangan siswa sekolah menengah, yang menggunakan kode numerik untuk bertukar pesan. Namun segera setelah masa puncak, telepon seluler tiba, popularitas pager pun menurun.

Di Inggris, Layanan Kesehatan Nasional masih menggunakan 130.000 pager - terutama berkat penerimaan yang dapat diandalkan di rumah sakit. Tetapi pager juga akan dihapus pada tahun 2021.

Meskipun menjadi tempat kelahiran raksasa teknologi seperti Nintendo, Panasonic, dan Sony, berakhirnya teknologi lama bisa sangat sulit di Jepang. Pada 2015, BBC melaporkan bahwa mesin faks dan kaset masih umum. Sementara tahun 2018, Yoshitaka Sakurada, menteri keamanan siber bahkan mengakui bahwa ia tidak pernah menggunakan komputer.



Sumber: Suara Pembaruan