Pengiriman Smartphone ke Pasar Capai 7,5 Juta Unit

Pengiriman Smartphone ke Pasar Capai 7,5 Juta Unit
Laporan IDC tentang pengiriman smartphone ke pasarIndonesia ( Foto: istimea / Istimewa )
Herman / MPA Selasa, 19 Mei 2020 | 10:56 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.Com — Berdasarkan data terbaru yang dirilis International Data Corporation (IDC), pada kuartal I-2020, pengiriman smartphone ke pasar Indonesia mencapai 7,5 juta unit. Angka ini turun sebesar 7,3% YoY dan 24,1% QoQ, terendah dalam dua tahun terakhir.

Menurut IDC, penurunan ini disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 yang mulai terasa dalam beberapa minggu terakhir pada kuartal ini, dan hal ini mempengaruhi kondisi pasar selanjutnya. Beberapa merek mampu mempertahankan bisnis mereka dikarenakan fasilitas produksi lokal dan pasokan komponen yang aman untuk dua bulan pertama kuartal ini, dengan gangguan pasokan yang hanya dialami pada bulan Maret.

Pada saat yang sama, tanda-tanda perlambatan pasar juga dimulai sekitar bulan Maret ketika pemerintah mulai menerapkan langkah-langkah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penutupan outlet ritel untuk mencegah penyebaran Covid-19, yang berdampak pada penurunan permintaan smartphone.

“Ketika Ramadan semakin dekat dan dengan penyebaran pandemi Covid-19 masih belum dapat diatasi di dalam negeri, pasar smartphone Indonesia akan terus mengalami turbulensi yang disebabkan oleh berbagai faktor ekonomi hingga triwulan III-2020, setidaknya sebelum pasar mulai melihat tanda-tanda stabilitas lagi,” kata Market Analyst, Client Devices IDC
Indonesia, Risky Febrian dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2020).

Terlepas dari turbulensi akibat Covid-19, Risky mengatakan implementasi peraturan registrasi IMEI terus menjadi faktor positif yang berkelanjutan untuk industri smartphone lokal, karena bertujuan untuk mengurangi impor unit ilegal dan mempromosikan konsumsi smartphone yang dibuat secara lokal di Indonesia, yang akan bermanfaat bagi lokal industri dalam jangka panjang.

Vivo Terbesar
Pada kuartal I-2020 ini, Vivo menjadi pemimpin pasar untuk pertama kalinya dengan pangsa pasar 27,4% menggeser Oppo. Pada dua kuartal sebelumnya, Vivo berada si posisi tiga.

Urutan dua hingga lima berturut-turut pada kuartal ini yaitu Oppo, Samsung, Xiaomi, dan Realme.

Mengomentari hasil ini, Senior Brand Director Vivo Indonesia, Edy Kusuma menyatakan, menguatnya pencapaian Vivo di pasar Indonesia juga sejalan dengan pencapaian Vivo di pasar smartphone global. Laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker Q1-2020 oleh IDC menunjukkan, Vivo juga mengalami pertumbuhan market share secara global dengan year-on-year growth sebesar 7% dan market share 9%. Mencapai posisi 5 besar merk smartphone global, Vivo berhasil mencatat pengapalan 24,8 juta unit smartphone sepanjang kuartal pertama 2020.

“Kami selalu berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman berkualitas melalui variasi dan pembaruan produk, agar dapat terus berkembang di pasar smartphone tanah air. Vivo Indonesia memiliki rencana jangka panjang dan kami ingin meneruskan apa yang telah kami berikan baik itu kualitas pelayanan maupun produk,” kata Edy Kusuma.

 



Sumber: BeritaSatu.com