Dukung Pemerintah Cegah Akses Rokok bagi Anak

  • Dukung Pemerintah Cegah Akses Rokok bagi Anak
    Dari kiri ke kanan, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI Abdul Rochim, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Supriadi, Director External Affairs Sampoerna Elvira Lianita, Perwakilan SRC MM Qia Hj Tachlis, dan Perwakilan SRC Trijaya Tri Mulyani saat sosialisasi program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-Anak (PAPRA) di Jakarta, Senin (18/11/2019). Program yang dilakukan sejak 2013 ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai larangan penjualan rokok terhadap anak-anak di bawah usia 18 tahun.
  • Dukung Pemerintah Cegah Akses Rokok bagi Anak
    Director External Affairs Sampoerna Elvira Lianita saat sosialisasi program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-Anak (PAPRA) di Jakarta, Senin (18/11/2019). Program yang dilakukan sejak 2013 ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai larangan penjualan rokok terhadap anak-anak di bawah usia 18 tahun.
  • Dukung Pemerintah Cegah Akses Rokok bagi Anak
    Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI Abdul Rochim (tengah) dan Director External Affairs Sampoerna Elvira Lianitabersama perwakilan SRC saat sosialisasi program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-Anak (PAPRA) di Jakarta, Senin (18/11/2019). Program yang dilakukan sejak 2013 ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai larangan penjualan rokok terhadap anak-anak di bawah usia 18 tahun.
PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) kembali menggelar sosialisasi program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-Anak (PAPRA) di Jakarta, Senin (18/11/2019). Program yang dilakukan sejak 2013 ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai larangan penjualan rokok terhadap anak-anak di bawah usia 18 tahun. Implementasi PAPRA, yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan komunitas toko kelontong masa kini binaan Sampoerna, yaitu Sampoerna Retail Community (SRC), sejalan dengan semangat Peraturan Pemerintah 109/2012, yakni anak-anak tidak boleh memiliki akses terhadap rokok. Partisipasi dari Sampoerna ini dilakukan melalui dua inisiatif, yaitu menempatkan stiker dan wobbler, serta menayangkan video guna mengedukasi para peritel komunitas toko kelontong masa kini binaan Sampoerna agar tidak menjual rokok kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal