Kenali Komplikasi Jantung Koroner dan Penanganannya

  • Kenali Komplikasi Jantung Koroner dan Penanganannya
    (kiri-kanan) Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS MMC, Dr. Puti Sarah Saus, SpJP, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS MMC, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS MMC, Dr. Dicky A. Hanafi, SpJP (K), FIHA, FaSCC dan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS MMC, Dr. Sunu Budhi Raharjo, PhD, SpJP (K) saat acara Talkshow dengan topik "Jangan Remehkan Jantung Berdebar" di Jakarta, Kamis (23/01/2020).
  • Kenali Komplikasi Jantung Koroner dan Penanganannya
    (kiri-kanan) Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS MMC, Dr. Sunu Budhi Raharjo, PhD, SpJP (K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS MMC, Dr. Dicky A. Hanafi, SpJP (K), FIHA, FaSCC, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS MMC, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS MMC, Dr. Puti Sarah Saus, SpJP dan Direktur Pelayanan RS MMC Dr. May Hizrani, MARS saat meresmikan Cardiovascular Cluster disela acara Talkshow dengan topik "Jangan Remehkan Jantung Berdebar" di Jakarta, Kamis (23/01/2020).
  • Kenali Komplikasi Jantung Koroner dan Penanganannya
    Kepala Unit CCVC dr. Puti Sarah Saus, SpJP, FIHA saat melakukan echocardiography atau USG Jantung, tujuannya untuk melihat anatomi atau struktur dari jantung. Apa ada penebalan atau ada kebocoran, jantungnya itu membesar atau tidak.
  • Kenali Komplikasi Jantung Koroner dan Penanganannya
    dr. Maya Mungigar Apandi, SpJP, FIHA melihat kegiatan yang dilakukan treadmill tujuannya untuk melihat pembuluh darah koroner tujuannya untuk deteksi awal melihat apa ada kecurigaan penyumbatan jantung.
RS Metropolitan Medical Centre (MMC) menggelar acara Talkshow dengan topik "Jangan Remehkan Jantung Berdebar" di Jakarta, Kamis (23/01/2020). Data statistik dunia, ada 9,4 juta kematian setiap tahun yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler dan 45 persen kematian tersebut disebabkan oleh penyakit jantung koroner (PJK). Dan World Health Organization memperkirakan angka tersebut akan meningkat hingga 23,3 juta pada tahun 2030. Penyakit Jantung Koroner (PJK) ini jika tidak tertangani dengan baik dapat memicu beberapa komplikasi yang berakibat fatal, di antaranya serangan jantung, gagal jantung, nyeri dada (angina), gangguan irama jantung (aritmia), henti jantung, penyakit penyempitan pembuluh darah (arteri perifer), emboli paru, pembengkakan arteri (aneurisma), dan henti jantung. Beritasatu Photo/Uthan AR