Logo BeritaSatu

Istana Wapres tak akan siarkan pidato Aung San Suu Kyi

Senin, 2 Mei 2011 | 14:10 WIB
Oleh : B1

Kami mau, agar Indonesia dan pimpinan Indonesia memberikan simpati kepada negara kami-- Thwim Linn Aung.

Eva Kusuma Sundari, Ketua Kaukus Antarparlemen untuk Myanmar [AIPMC], menyesalkan kabar rencana pemboikotan penyiaran rekaman pidato aktivis demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi pada forum pertemuan organisasi sipil ASEAN, yang akan dibuka di Jakarta, Selasa besok.
Eva menjelaskan, pihak Istana Wakil Presiden merasa khawatir hubungan RI-Myanmar akan buruk bila pidato Aung San Suu Kyi ikut disiarkan usai pidato pembukaan oleh Wakil Presiden Boediono.
“Tampaknya ini bukan Pak Boediono yang khawatir. Intel di kantor Wakil Presiden katanya takut hubungan kedua negara retak. Biasa, bawahan sering lebih takut,” kata Eva di Ruang Pers DPR, Jakarta, hari ini.
Forum untuk organisasi sipil merupakan salah satu tahap yang dipersiapkan menuju pertemuan ASEAN yang akan dibuka pada 7 Mei mendatang.
Eva berpendapat, dalam forum tersebut, Indonesia justru harus menunjukkan pro terhadap demokrasi.
Menurut Eva, pemerintah bisa bermain “aman” untuk menyiarkan pidato Aung San Suu Kyi. Misalnya, setelah selesai berpidato, Boediono bisa meninggalkan tempat forum sehingga tak harus mendengarkan pidato Aung San Suu Kyi.
“Kelompok civil society ini sudah menyiapkan pernyataan Aung San Suu Kyi, untuk demokrasi, harusnya jangan rezim militer yang diakomodasi,” kata dia.
Dukungan konkret
Berbicara di tempat yang sama, anggota AIPMC, Lily Wahid meminta pemerintah memberikan perhatian kepada Myanmar yang dikuasai junta militer.
Antara lain dengan memberi ruang bagi para aktivis demokrasi berbicara.
“Untuk masalah Myanmar seharusnya Indonesia memberikan dukungan konkret. Kami kan tahu siapa Aung San Suu Kyi,” kata Lily.
Dia menyatakan menyiarkan rekaman Aung San Suu Kyi bukan berarti mencampuri urusan dalam negeri negara lain tapi sebagai upaya untuk menunjukkan Indonesia sebagai negara yang mendukung demokrasi.
Sementara itu, Thwim Linn Aung dari Forum Democracy for Burma berharap rekaman pernyataan Aung San Suu Kyi bisa ditayangkan Selasa besok.
Kata dia, mereka membawa rekaman tersebut ke Indonesia dengan susah payah agar bisa “melewati” sensor yang diterapkan pemerintah junta militer.
“Kami mau, agar Indonesia dan pimpinan Indonesia memberikan simpati kepada negara kami,” katanya.
Thwim bercerita kondisi Myamar saat ini tidak lebih baik meski sudah menyelenggarakan pemilu pada November tahun lalu, karena militer masih membungkam oposisi.
Pemerintah Myanmar, juga masih menahan lebih 2.000 orang sebagai tahanan politik.
“Hingga saat ini NLD [Partai Nasional Liga Demokrat] partai Aung San Suu Kyi berusaha melakukan rekonsiliasi, namun belum berhasil,” kata dia.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: -

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Alasan Kasus 1 Keluarga Tewas di Kalideres Lama Terungkap

Polda Metro Jaya memberi alasan mengapa penyelidikan kasus satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, cukup lama terungkap.

NEWS | 9 Desember 2022

Kuncie Rilis Bootcamp Tech Quality Assurance,Cetak Talenta di Bidang Teknologi

Kedua program bootcamp Kuncie didedikasikan untuk menjawab tantangan dan kebutuhan industri terhadap talenta-talenta berkualitas di bidang teknologi.

NEWS | 9 Desember 2022

Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Temukan Kandungan Obat Kanker pada Jenazah

Kasus satu keluarga tewas di Kalideres dihentikan. Polisi menemukan kandungan obat kanker pada salah satu jenazah.

NEWS | 9 Desember 2022

Tak Ada Unsur Pidana, Kasus 1 Keluarga Tewas di Kalideres Dihentikan

Tidak ada unsur tindak pidana, penyelidikan kasus satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, dihentikan oleh polisi.

NEWS | 9 Desember 2022

Jokowi Ungkap Momen Haru Kaesang Jalani Siraman dan Sungkeman

Prosesi upacara adat Jawa sungkeman serta siraman putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep menjadi momen bahagia bagi pihak keluarga.

NEWS | 9 Desember 2022

Undangan Tanpa Barcode, Raffi Khawatir Tak Bisa Masuk ke Pernikahan Kaesang

Raffi Ahmad khawatir tidak bisa masuk ke acara pernikahan Kaesang dan Erina, karena undangannya tanpa barcode.

NEWS | 9 Desember 2022

KSP Ingatkan Potensi El Nino yang Bisa Gagalkan Panen

Moeldoko mengingatkan mengenai potensi munculnya anomali cuaca El Nino pada 2023 yang bisa menyebabkan kebakaran dan kegagalan panen.

NEWS | 9 Desember 2022

KPK Telah Tahan 1.479 Tersangka, 319 di Antaranya Wakil Rakyat

KPK telah menahan 1.479 tersangka sejak 2004. Dari 1.479 itu, sebanyak 319 di antaranya wakil rakyat, baik DPR maupun DPRD.

NEWS | 9 Desember 2022

Tambang Batu Bara di Sawahlunto Meledak, 6 Orang Terjebak di Kedalaman 200 M

Enam pekerja terjebak di dalam lubang tambang di Sawahlunto dengan kedalaman 200 meter. Enam orang lainnya dinyatakan meninggal.

NEWS | 9 Desember 2022

Jadi Wali Nikah Erina-Kaesang, Ini Profil Allen Adam Gudono

Allen Adam Rinaldy Gudono menjadi wali nikah lantaran ayahanda Erina (Alm) Prof Mohammad Gudono telah tiada.

NEWS | 10 Desember 2022


TAG POPULER

# Muhammad Fadli


# Pernikahan Kaesang


# Kuat Ma'ruf


# Bom Bandung


# Gempa Terkini


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ini Alasan Kasus 1 Keluarga Tewas di Kalideres Lama Terungkap

Ini Alasan Kasus 1 Keluarga Tewas di Kalideres Lama Terungkap

NEWS | 11 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE