Vooya Ajak Generasi Muda Berani Kejar Masa Depan Sesuai Passion

Vooya Ajak Generasi Muda Berani Kejar Masa Depan Sesuai Passion
(ki-ka): Dias Kinanthi, Stephanie Wijanarko, selaku Program Director Vooya, dan Barli Asmara . ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Chairul Fikri / CAH Senin, 2 September 2019 | 21:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Berawal dari kegelisahan, kesalahpahaman dan abainya individu terhadap passion menginspirasi  Vooya memunculkan gerakan #TauApaMaumu. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia dalam menumbuhkan kepedulian terhadap diri sendiri, serta mengetahui apa yang benar-benar menjadi passion mereka.

Gerakan ini memberikan kesadaran akan pentingnya mengambil langkah untuk mewujudkan passion dan keinginan terdalam.  Stephanie Wijanarko, selaku Program Director Vooya mengatakan ada empat faktor yang menyebabkan lulusan di Indonesia tidak bekerja sesuai bidang yang mereka ambil di perkuliahan.

Faktor utama adalah ekspektasi orang tua yang terlalu besar kepada anak. Lalu adanya tekanan sosial di masyarakat, sistem edukasi yang kurang memberi arahan tentang passion, dan yang terakhir adalah adanya keraguan dan kegelisahan pada diri sendiri.

"Berangkat dari hal-hal diatas, akhirnya terciptalah gerakan #TauApaMaumu yang diharapkan bisa memberi kontribusi nyata bagi generasi muda untuk dapat mengejar kesuksesan sesuai dengan keinginan diri. Vooya percaya dengan terbentuknya generasi yang #TauApaMaumu dapat membangun masyarakat yang tangguh, passionate, produktif, dan akhirnya membuahkan kontribusi yang maksimal untuk masyarakat dan lingkungan sosialnya," ungkap Stephanie dalam talkshow yang diadakan di kawasan Jakarta, Senin (2/9/2019).

Gerakan #TauApaMaumu Inspiration Session yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Agustus 2019 lalu didukung oleh lebih dari 40 influencer tanah air, diantaranya Dias Kinanthi, seorang lulusan Sastra Jerman yang berhasil menjadi Diplomat sesuai passion-nya dan Barli Asmara yang cita-cita masa kecilnya ingin memiliki baju yang banyak, akhirnya dapat menjadi fashion designer ternama di Indonesia meski ditentang oleh orangtuanya.

Dias sendiri merupakan adik kandung dari penyanyi Andien yang lebih memilih mengejar cita-citanya meski keluarganya berkeingian dia menjadi seorang dokter. Namun dengan modal nekat, Dias akhirnya memilih keluar dari jurusan ilmu kedokteran dan lebih memilih jurusan Sastra Jerman yang kemudian membuatnya sukses menjadi seorang Diplomat.

Dias sendiri adalah pemegang gelar master dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) pada 2016. Diakui Dia, melalui gerakan #TauApaMaumu yang diselenggarakan oleh Vooya, Diharapkan bisa memberi kontribusi nyata bagi generasi muda untuk dapat mengejar kesuksesan sesuai dengan keinginan diri seperti dulu dirinya memilih melanjutkan studi di jurusan sastra Jerman karena merasa passion dirinya di sana.

"Yang paling utama adalah kita sendiri yakin pada pilihan dan passion kita. Kalau itu sudah tercapai, barulah kita bisa meyakinkan orangtua dan orang lain," tandasnya.

Vooya sendiri adalah sebuah institusi yang dibentuk untuk membantu generasi muda yang ingin menemukan passion-nya untuk menemukan visinya demi kehidupan yang lebih baik. 



Sumber: BeritaSatu.com