4 Tipe Orangtua dalam Mengasuh Anak

4 Tipe Orangtua dalam Mengasuh Anak
Hubungan orangtua dan anak ( Foto: istimewa / Istimewa )
Nadia Felicia Minggu, 12 April 2015 | 20:02 WIB

Jakarta - Ada banyak tipe pengasuhan anak. Dalam aplikasi harian, umumnya orangtua mencampurkan beberapa tipe pengasuhan tersebut. Sebagian orangtua memiliki tipe pengasuhan anak yang tegas dan kaku, sebagian lain mengasuh anaknya dengan santai dan membiarkan anak melakukan apa pun, sebagian lain berada di tengah-tengah. Namun, yang terpenting, dalam pengasuhan anak tidak terlalu ekstrem ke salah satu arah, sebab bisa mengakibatkan ketidakseimbangan dalam keluarga.

Menurut pakar dan terapis hubungan asal Georgia, Amerika Serikat, Lois Muir-McClain ada empat tipe pengasuhan anak oleh orangtua:

1. Ketat
Tipe ini kerap disebut juga dengan "otoriter" atau "diktator". Pengasuhan anak yang ketat umumnya memiliki peraturan-peraturan yang tegas dan cepat. Orangtua yang menjalankan tipe pengasuhan anak semacam ini sudah pasti merupakan pemimpin di rumah dan cenderung meminta rasa hormat dari anak setiap waktu. Akan ada batasan yang jelas untuk banyak hal bagi orangtua dengan tipe pengasuhan semacam ini. Bila ingin melanggar, maka akan ada konsekuensi.

Salah satu keunggulan dari tipe pengasuhan semacam ini adalah, setiap orang di rumah mengetahui peran dan memahami batasannya dengan jelas. Kelemahannya, orangtua ibarat dinding bata yang sulit ditembus, dan hal ini bisa mengakibatkan sempitnya ruang untuk pertumbuhan anggota keluarga.

Menurut Muir-McClain, tipe pengasuhan anak semacam ini berisiko mengalienisasi anak di masa depan. Bisa jadi si anak akan memiliki residu kemarahan yang tertahan atau ada kekesalan terhadap orangtua yang membuatnya enggan terbuka. Ada pula kemungkinan anak tumbuh menjadi tipe seseorang yang keras kepala, atau justru menjadi tipe orang yang sensitif akibat kebutuhannya tak terpenuhi.

2. Lunak
Tipe pengasuhan anak tipe ini seringkali disebut pula sebagai gaya pengasuhan yang permisif. Tipe orangtua semacam ini tidak meminta atau berharap banyak dari anak-anaknya, bahkan sedikit mengaplikasikan disiplin.

Biasanya, aturan yang diaplikasikan kepada anak-anaknya sangat fleksibel serta tidak terlalu tegas hukumannya. Tipe orangtua semacam ini umumnya berprinsip agar anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berani mengambil keputusan sendiri dan bukan menjadi orang yang disuruh.

Positifnya, gaya pengasuhan semacam ini mendorong anak untuk berani mengungkap keinginan dan harapan. Anak-anak yang diasuh dengan pola semacam ini pun umumnya mendapatkan perhatian besar dari segi psikologis. Negatifnya, tipe anak yang tumbuh dengan pengasuhan semacam ini umumnya bermasalah dengan disiplin dan miskin motivasi, sebab orangtuanya tidak memberi arahan atau struktur yang jelas.

Keluarga dengan tipe pengasuhan anak semacam ini sering kali jalan sendiri-sendiri dan cenderung cuek.

3. Tipe helikopter
"Helicopter Parenting" adalah tipe orangtua yang selalu mengelilingi anaknya setiap saat, menunjukkan keterlibatan dalam hidup anak, sangat peduli, dan selalu siap membantu. Tipe orangtua semacam ini umumnya sulit membiarkan anak tumbuh sendiri dan belajar bertanggung jawab. Biasanya orangtua tipe helikopter ini terobsesi membantu anak mengatasi segala hal yang dialami anak. Untuk menjamin anak selalu dibantu, tipe orangtua semacam ini tidak masalah bila harus selalu dekat si anak setiap saat, kalau perlu ikut terlibat dalam segala aktivitas anaknya. Sering pula orangtua dengan tipe pengasuhan anak semacam ini berlebihan dalam memanjakan anaknya dengan perhatian dan barang-barang.

Menurut Muir-McClain, gaya pengasuhan semacam ini bisa terus terbawa hingga si anak sudah dewasa, misal, menentukan jurusan kuliah anak bahkan menemani anak saat menjalani wawancara kerja.

4. Aman
Ini adalah tipe pengasuhan anak yang "tengah-tengah". Tipe pengasuhan anak seperti ini memberikan struktur, ekspektasi, dan aturan yang jelas, namun juga fleksibel serta rasa hormat kepada anak sebagai individu yang sedang belajar serta bertumbuh.

Tipe orangtua ini cenderung menyediakan bimbingan ketimbang menuntut hasil. Disiplin cenderung diarahkan ke perkembangan dan pembelajaran ketimbang dalam bentuk hukuman. Aturan yang diberlakukan cukup jelas, namun sederhana dan tidak terlalu banyak. Konsekuensi dari melawan peraturan akan diberlakukan dengan konsisten sesuai kesalahan.

Di pengasuhan semacam ini kebutuhan serta keinginan anak akan diseimbangkan dengan kebutuhan keluarga. Ruang pribadi anak juga akan dihargai, namun ia juga memiliki peran serta tanggung jawab di sebuah lingkungan bernama keluarga. Sedari usia dini ia sudah diberi kesempatan mengambil pilihan dan keputusan. Seiring pertumbuhan usia, tanggung jawab akan bertambah, demikian juga kelonggaran atau izin untuk melakukan hal-hal tertentu yang sesuai usianya. Tujuannya, begitu lulus SMA, si anak sudah siap mandiri dan mampu menentukan keputusan.

Muir-McClain berpendapat, tipe pengasuhan anak Aman adalah gaya yang paling efektif. Namun, dibutuhkan orangtua yang sudah stabil dalam kematangan berpikir. Orangtua yang baik dan tepat untuk tipe ini adalah yang peka empati serta sabar, juga konsisten dan bisa diandalkan. Orangtua yang baik ingin mengajar anak supaya bisa lebih mandiri, bertanggung jawab, juga peduli terhadap orang lain.

Bila Anda berencana memiliki anak dalam waktu dekat atau sudah menjadi orangtua, diskusikanlah dengan pasangan mengenai tipe pengasuhan anak seperti apa yang ingin diberlakukan. Amat penting bagi orangtua untuk memahami area-area dari pengasuhan anak yang perlu diperjelas dan disetujui. Mengetahui siapa diri Anda sebagai orangtua adalah langkah krusial untuk merawat dan mengasuh anak.

Bagaimana Anda akan merawat anak adalah salah satu hal penting yang akan dilakukan. Menentukan dan memperbaiki gaya mengasuh anak akan menjadi hal yang memengaruhi hidup Anda di masa depan, juga anak Anda, jadi, pikirkanlah masak-masak.

Sumber: YourTango