"Filler", Prosedur Estetika Non-Bedah yang Dapat Remajakan Kulit
Logo BeritaSatu

"Filler", Prosedur Estetika Non-Bedah yang Dapat Remajakan Kulit

Selasa, 23 Juni 2015 | 23:31 WIB
Oleh : Kharina Triananda / JAS

Jakarta - Semakin meningkatnya minat masyarakat Indonesia dan dunia terhadap prosedur estetika non-bedah, didasari oleh bahan alami yang aman yang digunakan dalam prosedur tersebut, terutama dalam prosedur filler hyaluronic acid (HA). Hal itu disampaikan dokter kecantikan sekaligus pendiri Jakarta Aesthetic Clinic (JAC), dr. Olivia Ong.

"Bahan dasar filler HA sama seperti yang dipunyai tubuh kita. Manusia juga memiliki HA, namun HA pada produk filler merupakan sel yang ada di bakteri di mana sel tersebut terdapat juga di tubuh manusia. Kemudian diproses lagi hingga menjadi filler HA (dalam bentuk gel)," terang Olivia pada jumpa pers di Jakarta, Selasa (23/6).

Kemudian seperti diketahui, semakin tua seseorang, kulitnya akan semakin sedikit memproduksi HA. Padahal HA berfungsi menjaga elastisitas dan kolagen. Dan filler HA ini bisa membantu kulit untuk menambah elastisitas dan merangsang kolagen.

"Penggunaan filler rata-rata pada tahap awal adalah enam bulan sekali. Kemudian sembilan bulan sekali. Dan semakin lama, penggunaan berikutnya sesuai kebutuhan, bisa satu setengah tahun atau lebih," terang dr. Olivia.

Dia juga mengatakan bahwa filler juga aman bagi remaja yang berusia di bawah 20 tahun. Seseorang dengan penyakit seperti asma, hipertensi, diabetes juga aman bila menggunakan filler.

"Bila ingin menjalani proses filler sebaiknya jangan saat sedang flu. Karena saat flu banyak kuman yang bisa menghambat proses filler," imbuhnya.

Setelah melakukan filler dianjurkan agar jangan terkena suhu panas ekstrem dan suhu dingin ekstrem untuk sementara. Selain itu, hindari penggunaan krim yang bisa menyebabkan pengelupasan kulit untuk sementara.

"Selebihnya tidak ada yang harus dihindari. Tidak masalah mengonsumsi makanan apapun dan penggunaan krim-krim dengan SPF untuk melindungi dan melembabkan kulit wajah juga tidak masalah," tutur Olivia.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kapan Baiknya Anak Mulai Diajarkan Berpuasa?

Mengajarkan anak berpuasa sebaiknya dilakukan saat anak sudah berusia di atas lima tahun.

GAYA HIDUP | 23 Juni 2015

Cantik dengan Estetika Nonbedah Kian Populer

Pada 2013 angkanya meningkat menjadi 9.536.562 yang melakukan prosedur nonbedah dan 1.883.048 yang melakukan bedah.

GAYA HIDUP | 23 Juni 2015

Cara Membuat Anak Suka Makan Buah

Hal pertama yang harus dilakukan para orangtua adalah memberi contoh dan memperlihatkan nikmatnya makan buah.

GAYA HIDUP | 23 Juni 2015

Begini Cara Mengajarkan Anak Berpuasa

Jangan langsung seharian penuh berpuasa. Bisa dimulai dari beberapa jam saja atau setengah hari.

GAYA HIDUP | 23 Juni 2015

Colorbox Luncurkan Koleksi Busana "Act Like Summer"

Koleksi baru ini tersedia di 49 Free Standing Store (showroom).

GAYA HIDUP | 23 Juni 2015

Juara "Asia's Next Top Model" Ini Ingin Segera Luncurkan Merek Kacamatanya

"Aku berharap bisa merilis merek kacamata hitamku yang bernama Gaze," ujar Gani.

GAYA HIDUP | 23 Juni 2015

Dokter: Olahraga Tetap Bisa Dilakukan Saat Puasa

Tujuan berolahraga saat puasa adalah untuk memelihara kesehatan dan kebugaran.

GAYA HIDUP | 23 Juni 2015

KPAI: Wujudkan Ramadan Ramah Anak dengan Amalan

Orangtua harus memastikan anak tidak merayakan kesukariaan Ramadan dengan cara main petasan.

GAYA HIDUP | 23 Juni 2015

Wanita Australia Dilarikan ke Rumah Sakit karena Celana Ketat

Ia menderita kerusakan otot dan saraf, yang membuatnya menghabiskan infus selama empat hari hingga ginjalnya pulih.

DUNIA | 23 Juni 2015

Anne Avantie Rancang Cincin Kawin

Koleksi "Kekaseh" terinspirasi dari 6 motif batik khas Jawa yang memiliki nilai filosofis mendalam.

GAYA HIDUP | 22 Juni 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS