7 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan Gizi Sarapan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

7 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan Gizi Sarapan

Minggu, 29 November 2015 | 23:35 WIB
Oleh : FER

Semarang - Ahli gizi dari Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Jawa Tengah, Agus Sartono, menyebutkan, 7 dari 10 anak Indonesia kekurangan gizi sarapan yang memengaruhi kemampuan menangkap pelajaran dan aktivitas fisik.

"Kebanyakan orang tua sekarang kan sibuk, anak-anak juga sibuk, tidak sempat sarapan. Akhirnya, memilih sarapan cepat, seperti mengonsumi mi instan tanpa dilengkapi lauk pauk yang bergizi," katanya di Semarang, Minggu (29/11).

Sementara itu, lanjutnya, kondisi di Jateng, sebenarnya sudah lebih baik, yakni empat dari 10 anak, namun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sarapan sehat sebelum pukul 09.00 WIB harus terus digalakkan.

"Kalau kebiasaan sarapan kurang bergizi atau tidak sarapan itu tidak segera dibenahi, Indonesia akan tertinggal dari negara-negara tetangga dalam menciptakan generasi tangguh," kata Agus.

Terkait dengan hal itu Energen bekerja sama dengan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia mengkampanyekan "Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9" di Semarang.

"Kampanye ini kami lakukan serentak di empat kota, yakni Tangerang, Semarang, Malang, dan Samarinda," kata Assistant Brand Manager Energen, Melatie Emmanuelle, di Stadion Diponegoro Semarang.

Kampanye "Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9" yang digelar di Stadion Diponegoro Semarang itu dihadiri setidaknya ribuan peserta yang diramaikan pula dengan pembagian "doorprize".

Kegiatan kampanye gerakan nasional sarapan sehat itu terbagi atas empat kegiatan utama, yakni "Sarapan Sehat", "Jalan Sehat", "Edukasi Sarapan Sehat", dipungkasi dengan "Komitmen Sarapan Sehat".

Mela, sapaan akrab Melatie menjelaskan gerakan itu ditujukan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya sarapan sebelum pukul 09.00 WIB dan makanan yang dikonsumsi harus menyehatkan.

"Kenapa (sarapan) harus sebelum jam 9? Karena saat tidur metabolisme tubuh tetap bekerja, sementara asupan energi berkurang. Makanya, sebelum beraktivitas butuh sarapan terlebih dulu," katanya.

Ia mengatakan sarapan saja juga tidak cukup kalau makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi nutrisi menyehatkan yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

"Kami ingin semakin banyak keluarga membiasakan sarapan yang menyehatkan, seperti Energen yang memiliki kandungan yang mencukupi kebutuhan nutrisi, seperti susu, telur, sereal, dan 'sigmafit'," katanya.

Kampanye gerakan yang dilakukan di empat kota ini merupakan kelanjutan dari gerakan serupa yang dicanangkan Maret lalu yang juga serentak di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

"Di kegiatan sebelumnya yang juga berlangsung di empat kota, kami berhasil mengajak 25 ribu orang untuk hadir. Kali ini, kami menargetkan lebih banyak peserta, yakni sebanyak 35 ribu orang," kata Mela.

Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Dinilai Masih Tinggi

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

GAYA HIDUP | 29 November 2015

Tujuh dari 10 Anak Indonesia Kurang Gizi

Indonesia akan tertinggal dari negara-negara tetangga dalam menciptakan generasi tangguh.

GAYA HIDUP | 29 November 2015

Tetap Sehat Menjelang Usia Emas

Seseorang yang sehat dan kuat serta bugar di umur 80 tahun bergantung dari gaya hidupnya sejak usia 40 tahun.

GAYA HIDUP | 28 November 2015

Rahasia Tetap Awet Muda di Usia Tua

Perubahan pada kulit terjadi seiring pertambahan umur.

GAYA HIDUP | 28 November 2015

Kesadaran Ibu untuk KB Steril Mulai Meningkat‬

Dengan mengikuti KB MOW, maka ibu tak lagi terus menerus tergantung pada metode KB lainnya, seperti suntik, pil, implant, spiral.

GAYA HIDUP | 28 November 2015

Pameran Produk Ibu dan Anak Kembali Digelar Akhir Pekan Ini

Pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi memberi peluang bagi industri perlengkapan ibu hamil dan bayi.

GAYA HIDUP | 27 November 2015

Ini Manfaat Kenalkan Olahraga Senam Sejak Dini

Senam juga bisa melatih konsentrasi serta keseimbangan tubuh.

GAYA HIDUP | 26 November 2015

Metode Pendidikan Anak Usia Dini Harus Diperbarui

Masih banyak anak-anak yang minim mendapatkan pendidikan layak di usia dini.

GAYA HIDUP | 26 November 2015

Sampo Ternyata Tidak Cukup Merawat Rambut

"Sampo harus bekerja bersama dengan kondisioner untuk menyempurnakan perawatan rambut yang paling mendasar."

GAYA HIDUP | 26 November 2015

Kaum Perempuan Terinspirasi Aksi Heroik Angelina Jolie

Keputusan Jolie untuk mengangkat payudara dan rahim memang menjadi pilihan yang sangat sulit.

GAYA HIDUP | 25 November 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS