Indonesia Lantern Festival 2017

Meningkatkan Hubungan Budaya Lewat Festival Lampion

Meningkatkan Hubungan Budaya Lewat Festival Lampion
Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono, mengapresiasi pertukaran budaya Tiongkok - Indonesia yang dilakukan secara business-to-business oleh Maze Market dan Zigong Lantern Group dalam acara Indonesia Lantern Festival 2017, di Maze Market, Cikokol, Tangerang, Sabtu, 19 Agustus 2017. ( Foto: Beritasatu Photo/Istimewa )
Chairul Fikri / FER Minggu, 20 Agustus 2017 | 13:48 WIB

Jakarta - Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono, mengatakan, pihaknya mengapresiasi pertukaran budaya Tiongkok-Indonesia yang dilakukan secara business-to-business oleh Maze Market dan Zigong Lantern Group pada acara Indonesia Lantern Festival 2017.

"Pertukaran budaya dapat membantu meningkatkan hubungan antara kedua negara, seperti yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo," ungkap Diaz saat membuka Indonesia Lantern Festivall 2017, yang berlangsung di Maze Market, Cikokol, Tangerang, Sabtu (19/8) malam.

Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono, bersama artis ibukota, Rafi Ahmad dan dan Mpok Atiek, dalam acara Indonesia Lantern Festival 2017, di Maze Market, Cikokol, Tangerang, Sabtu, 19 Agustus 2017.

Menurut Diaz, berdasarkan catatan sejarah, hubungan Indonesia - Tiongkok sudah terjadi sejak lama. Paling tidak, pada abad ke-15 pedagang muslim Tiongkok telah menginjakkan kaki Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dan Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Selain itu, kata dia, budaya lampion yang dimulai saat Dinasti Han Timur sekitar 2.000 tahun yang lalu, juga sudah menjadi tradisi di Indonesia, khususnya di Solo, Semarang, dan Jepara.

"Di Solo, lampion digunakan saat selikuran, menyambut malam lailatul qadar. Begitu juga di Semarang, yang sering terlihat pada bulan Ramadan. Bahkan di beberapa daerah termasuk Jogja, Kudus, dan Klaten terdapat taman lampion," jelasnya.

Diaz berharap, pameran lampion ini dapat berkontribusi kepada ekonomi secara umum, dan secara khusus dapat menggairahkan industri lampion lokal seperti yang ada di Jateng.

"Secara filosofis, pada dasarnya lampion adalah sinar. Semoga pameran ini dapat memberikan cahaya baru untuk bangsa Indonesia setelah 72 tahun Merdeka, agar bangsa ini bisa meningkatkan toleransi antar sesama," kata Diaz.

Sebagai penutup, kata Diaz, tidak ada salahnya dengan pertukaran budaya, termasuk dengan Tiongkok. "Selama hal tersebut tidak bertentangan dengan Pancasila," pungkasnya.

Semarak acara pembukaan (grand opening) Indonesia Lantern Festival 2017 ini, juga dihadiri oleh sejumlah artis ibukota seperti Rafi Ahmad, Jessica Iskandar, dan Mpok Atiek. Rencananya, pameran lampion ini akan berlanjut hingga Desember 2017.

 



Sumber: BeritaSatu.com