Sabar Subadri, Pelukis Tanpa Tangan
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-3.13)   |   COMPOSITE 6429.76 (-15.87)   |   DBX 1210.46 (11.26)   |   I-GRADE 190.638 (-1.65)   |   IDX30 545.485 (-2.49)   |   IDX80 146.318 (-0.39)   |   IDXBUMN20 442.834 (-4.13)   |   IDXESGL 150.48 (-0.37)   |   IDXG30 147.901 (0.18)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-1.35)   |   IDXQ30 155.036 (-1.18)   |   IDXSMC-COM 294.681 (-0.93)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-2.63)   |   IDXV30 149.629 (-0.27)   |   INFOBANK15 1097.88 (-13.34)   |   Investor33 466.613 (-2.11)   |   ISSI 189.631 (-0.56)   |   JII 670.82 (-2.11)   |   JII70 234.975 (-1.14)   |   KOMPAS100 1301.99 (-5.65)   |   LQ45 1014.85 (-3.65)   |   MBX 1779.94 (-7.55)   |   MNC36 344.694 (-1.75)   |   PEFINDO25 341.155 (-4.29)   |   SMInfra18 331.858 (0.18)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.89)   |  

Sabar Subadri, Pelukis Tanpa Tangan

Sabtu, 2 Desember 2017 | 15:09 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / FMB

Jakarta - Sabar Subadri (38), tidaklah pernah ia meratapi kesedihan secara mendalam. Tidak pula dirinya marah atas keterbatasan fisik yang dimilikinya. Ia terlahir tanpa kedua tangan, dan kaki kiri lebih pendek dari satunya. Keadaan ini justru membuat dirinya bangkit dan terus berlari mengejar mimpi. Tak luput, rasa syukur akan karunia yang telah ia dapat, terus ia panjatkan dan lukiskan dalam cat warna di atas kanvas.

“Keterbatasan fisik tidaklah menjadi halangan dalam meraih cita-cita. Halangan itu adalah sesuatu yang diambil dari kita, yaitu kesempatan dan kemampuan. Tetapi selain halangan, ada juga yang diberikan pada kita. Nah, pemberian itu harus dijelajahi dan dicari melalui kerja keras,” kata Sabar.

Memang unik, karena pada umumnya, karya lukisan indah kelas dunia dilukiskan dengan tangan. Namun, nyatanya cara tersebut tidak berlaku untuk pria asal Salatiga, Jawa Tengah ini. Meski begitu, jangan pernah meremehkan karya-karyanya. Bukan sekedar corat-coret biasa, lukisannya pun dinilai mampu berjajar di antara karya lukis maestro kelas dunia lainnya.

Sabar bercerita, sejak berusia tiga tahun, ia memiliki kebiasaan mencorat-coret dengan kapur, sama seperti anak kecil pada umumnya. Namun, dengan kebiasaan itu orang di sekitarnya menganggap Sabar tak mampu melakukan hal lain, kecuali mencorat-coret.

“Setelah itu ibuku langsung membelikanku spidol dengan beraneka ragam warna. Beragam lomba menggambar ataupun melukis pun selalu didaftarkan. Namun, aku tak pernah menang saat itu,” ungkapnya saat ditemui SP di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, setelah Sabar mengenyam pendidikan di TK, sepenuh keyakinan, sang ibu juga menginginkan anaknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SD. Tetapi takdir berkata lain, keyakinan sang ibu lama-lama memudar. Sudah ke sana kemari Sabar digendongnya. Lima sekolah dasar pun menolak mentah-mentah ketika melihat keadaan fisik. Para kepala sekolah dan guru di sana pun mengatakan bahwa Sabar seharusnya bersekolah di sekolah luar biasa.

“Ibuku sebelumnya sudah ke sana (SLB). Namun, yang dilihatnya adalah anak-anak yang memiliki gangguan berpikir. Ibuku takut aku terhambat, karena ia yakin aku mampu mengikuti pelajaran, seperti anak-anak normal pada umumnya. Ternyata, usaha terakhir ibuku mendatangi kembali SD lainnya tak sia-sia,”

Akhirnya SDN Kalicacing 2 menerimanya. Karena kondisinya, dia melakukan aktivitas belajar termasuk menulis menggunakan kaki kanannya yang bisa difungsikan secara normal. Semenjak di SD itulah pihak sekolah mengetahui Sabar memiliki kelebihan menggambar. Semakin sering dirinya dikirim mengikuti lomba melukis.

"Saat saya ikut lomba, berbagai media massa menghampiri diriku. Dan memuat diriku di koran dan juga majalah. Dari sanalah, ada salah satu anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) Jakarta menghubungi saya," tuturnya.

AMFTA merupakan perkumpulan seniman mulut dan kaki, yang berpusat di Leichtenstein. Setiap anggotanya yang telah memenuhi kewajiban mengirim lukisan, akan mendapatkan honor setiap bulannya. Penawaran ini pun menjadi penyejuk hati Sabar dan orang tuanya. Pasalnya saat itu, keadaan ekonomi keluarga sedang pas-pasan.

Sejak saat itu, kesehariannya hanya ia kerahkan untuk melukis yang dibimbing oleh Amir Rachmad. Kemudian setelah usia 10 tahun. Dalam perkembangnnya, bersama empat temannya pada tahun 1989 menggelar pameran kerja sama Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) dan Bentara Budaya, Jakarta. Kemudian pada 1996, lembaga negara yang mengurusi masalah sosial menggelar Safari Remaja Berprestasi. Seluruh peserta diberi kesempatan untuk bertemu dengan Presiden RI, Soeharto.

Masih haus akan pendidikan, setelah lulus SMAN 3 Salatiga tahun 1999, Sabar sempat pula mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STiBA) Satya Wacana, Salatiga, meskipun tak selesai. Dia selanjutnya lebih intens menggeluti dunia lukis. Bersama AMFPA, dia mengikuti pameran di dalam maupun luar negeri. Dia pernah berpameran di Taipei, Singapura, Wina dan Barcelona.

"Ini akan saya tanamkan kepada para penyandang cacat lainnya. Saya mendapat dukungan dari anggota AMFPA untuk mengadakan kegiatan dengan tujuan memberikan motivasi kepada sesama saudara-saudara kita para penyandang cacat. Penyandang cacat tidak harus tenggelam oleh kekurangan fisik, namun dari kekurangan ini mari kita berkarya untuk bisa dinikmati sesama,” ujar suami dari Fachrunnisa.

Tak ingin keindahan dunia yang dimiliki dirinya dirasakan sendiri, sejak 2016 dirinya membangun sebuah Saung Kelir. Melalui sanggar, dirinya ingin membagi pengetahuannya melukis kepada generasi penerus. Tak hanya itu, berbagai fasilitas lengkap, seperti perpustakaan, galeri, bioskop mini, dan art space ia buka untuk umum. Tak jarang penduduk sekitar, menggunakan Saung Kelir sebagai tempat berkumpul dan berkesenian.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wapres Akan Buka Sail Sabang

Sail Sabang 2017 merupakan kegiatan Sail yang ke-9 yang bertujuan utama menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata bahari berkelas internasional.

GAYA HIDUP | 2 Desember 2017

Festival Pesona Takabonerate Promosikan Potensi Wisata Selayar

Rata-rata wisatawan yang datang ke Selayar mmengincar wisata bahari.

GAYA HIDUP | 2 Desember 2017

Selayar Siap Gelar Sail Takabonate 2019

Sebanyak 50 event pariwisata digelar di Selayar selama 2018.

GAYA HIDUP | 1 Desember 2017

Imbex 2017 Hadirkan 300 Merek dari 6 Negara

Dengan konsep Shop, Learn and Play, Imbex 2017 menghadirkan pengalalaman belanja kebutuhan ibu, bayi dan anak menjadi sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan

HIBURAN | 1 Desember 2017

Batik Air Mulai Layani Rute Jakarta-Silangit

Rute PP tersebut dioperasikan maskapai Lion Air Group itu satu kali penerbangan setiap hari.

GAYA HIDUP | 1 Desember 2017

Garuda Buka Rute Medan - Makassar

Penerbangan Medan - Makassar akan dilayani pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan kapasitas 96 penumpang.

GAYA HIDUP | 30 November 2017

Peserta Kirab Pemuda Nusantara Gali Kekayaan Wisata dan Budaya Tegal

Sebagai kota persinggahan, Kabupaten Tegal merupakan kota yang memiliki karakter serta keunikan tersendiri di wilayah Jawa Tengah.

GAYA HIDUP | 30 November 2017

32 Hotel di Lombok Berikan Diskon 50 Persen

Pemberian diskon tarif hotel sebagai dampak meletusnya Gunung Agung di Pulau Bali.

GAYA HIDUP | 30 November 2017

4 Ide Resep Mudah Untuk Sarapan

Mengingat pentingnya sarapan bagi tubuh, berikut resep olahan untuk sarapan yang tidak memerlukan waktu banyak untuk disiapkan di pagi hari.

GAYA HIDUP | 30 November 2017

FWD Life Kenalkan Manfaat Asuransi Lewat Konser Musik

Penonton konser tidak perlu merasa khawatir karena perlindungan yang diberikan FWD Life.

HIBURAN | 30 November 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS