Tak Ingin Antre, Satay Kato Hadirkan Inovasi Pemesanan

Tak Ingin Antre, Satay Kato Hadirkan Inovasi Pemesanan
Sate Kato (Foto: istimewa)
Hendro D Situmorang / CAH Jumat, 26 Januari 2018 | 20:31 WIB

Jakarta - Bagi pencinta kuliner, nama Satay Kato sudah tidak asing lagi. Meski masih berkonsep kaki lima dengan gerobak, namun sudah ada 25 cabang di 8 kota, yang awalnya buka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Untuk membeli atau memesan langsung sate ayam ini pun kadang konsumen harus rela antre panjang.

Pemilik Satay Kato, Yuda Fajrin mengatakan sate racikannya memang daging yang tanpa bumbu, namun rasanya sudah gurih. Penyebabnya dagingnya sudah diolah dengan rempah-rempah khas Tanah Air. Menu khas ini mulai diperkenalkan sejak Agustus 2016 lalu.

Rasanya akan semakin nikmat saat sate ini diberikan sambal kato yang sudah dimasak hingga matang yang membuat rasanya ketagihan. Untuk di Jakarta, harganya Rp 20.000 per porsi (10 tusuk). Sementara di daerah harganya bisa lain.

"Banyak yang bilang sekilas mirip sate taichan. Tapi saya tegaskan, ini berbeda sama sekali. Bahan dasar dan cara memasaknya pun beda. Yang membedakan sate kato dengan sate lainnya adalah kami hanya pakai daging ayam bagian pahanya saja dan kulit sehingga rasanya jadi lebih gurih dan sambalnya dimasak, bukan mentahan yang dipotong-potong atau diuleg lalu disajikan," kata Yuda di Jakarta, Jumat (26/1).

Guna menghindari antrean pemesanan, sang pemilik menerapkan inovasi antri online. Ia menciptakan Kato Geng, yakni pemesanan (order) melalui grup aplikasi Whatsapp (WA). Mereka yang masuk di dalamnya merupakan para pelanggan yang tak mau repot antre menunggu pemesanan, baik saat ada di lokasi penjualan maupun untuk pemesanan yang minta diantar ke lokasi konsumen.

"Jadi sistemnya makan pulang. Pelanggan datang, sate sudah siap. Jadi tidak bosan menunggu, termasuk sistem pembayaran. Mereka bisa langsung bayar di lokasi atau transfer baik saat pesan lewat WA atau sesudah makan. Kami ingin memudahkan pelayanan dan membangun hubungan yang baik dengan konsumen. Inilah inovasi servis kami," ujarnya yang di tiap daerah ada koordinator WA.

Satay Kato yang berlokasi di Kemang, mulai buka pukul 9 pagi hingga jam 2 pagi. Saking banyak pecintanya, makanan ini meraih penghargaan The Best Kuliner 2017 untuk kategori sate. Selain itu banyak konsumennya dari orang asing dan artis ibukota. Seperti Adipati Dolken,Ruben Unsu, Adi Nugroho, Ayu Ting Ting, Teuku Jamil, Wulan Guritno beserta anaknya dan aktris lainnya.

"Mereka per orang bisa makan 50 tusuk hingga 80 tusuk saat makan. Bahkan ada pelanggan yang sanggup hingga diatas 100 tusuk, saking nikmatnya. Untuk di kawasan Kemang, kami menyiapkan 100 kg daging ayam per minggu ," ujar lelaki jebolan magister manajemen Universitas Trisakti itu.

Pria 29 tahun itu berencana membuka jenis lain yakni Kato Katsu (Chicken Katsu) dan Kato kopi yang disajikan dingin di dalam botol.

"Target tahun ini ingin membuka 100 cabang, bahkan kini Satay Kato mulai dilirik investor karena market luas dan punya peluang besar. Pihak investor ingin Satay Kato masuk ke dalam mal-mal atau di ruko, karena kalau model kaki 5, saat hujan deras bisa langsung bubar," ujarnya yang sudah mematenkan produknya PT Kato Kuliner Indonesia



Sumber: Suara Pembaruan