Isyana Sarasvati dan Pesona Musik Klasik

Isyana Sarasvati dan Pesona Musik Klasik
Penyanyi Sopran, Isyana Sarasvati, bersama Konduktor Jakarta Concert Orchestra (JCO) Avip Priatna. ( Foto: Beritasatu Photo/Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / FER Jumat, 2 Februari 2018 | 07:44 WIB

Jakarta - Penyanyi Isyana Sarasvati (24) saat ini tengah menjadi bintang kejora di panggung musik Indonesia. Dirinya kerap menyanyikan lagu beraliran pop dan jazz di sejumlah pementasan. Namun, tidak banyak mengetahui jika aliran musik yang pertama kali ditekuninya adalah klasik.

"Pastinya senang banget ya, karena kan kesempatan membawakan lagu klasik. Aku selalu merasa pulang ke rumah ya. Karena aku berawal dari sini," ucap Isyana, usai mewarnai Jakarta Concert Orchestra: Invitation to The Dance, di Taman Ismail Marzuki (TIM), beberapa waktu lalu.

Wanita kelahiran Bandung ini tampil menawan dengan gaun putih, dan tersimpul keceriaan pada wajahnya. Isyana mengaku sangat senang dan seolah merasakan reuni yang tak terduga. Dirinya bahkan menyebut sang konduktor, Avip Priatna, sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh dalam perjalanan karirnya.

"Kak Avip adalah guru aku dari SD, pokoknya guru aku dari kecil. Beliau adalah mentor musik aku, dan senang sekali bisa diajak kolaborasi lagi di awal tahun ini. Saat ini pun aku bisa menyanyikan beberapa karya komposer favorit aku ya, seperti Johann Strauss itu adalah salah satu komposer favorit aku. Jadi ya terima kasih untuk Kak Avip udah mau selalu mengajak aku," kata pencipta lagu Tetap Dalam Jiwa ini.

Dalam pertunjukan Jakarta Concert Orchestra: Invitation to The Dance, Isyana membawakan dua lagu yakni Les Filles de Cadix dan Fruhlingsstimmen-Walzer, Op 410. Bisa dikata, Isyana memang tampil berbeda dengan suara-suara sopran yang melengking.

Aksi Isyana juga menjadi pesona tersendiri dan ramai dikunjungi para pecinta musik. Suasana juga semakin meriah karena para penonton bisa menyaksikan sisi lain Isyana yang selama ini tak terlihat di televisi.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE