Melacak Sate yang Dicintai Turis Asing
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Melacak Sate yang Dicintai Turis Asing

Rabu, 6 Maret 2019 | 15:29 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / JAS

BERBISNIS kuliner, bukan melulu soal rasa. Meski tetap menjadi acuan untuk menggapai "jempol" para penikmatnya, bagi Fabian Budi Seputro (47) pemilik Warung Sate Ratu yang terletak di Jalan Magelang Km 6 Yogyakarta, berbisnis apapun, tetap berkait erat dengan "kebatinan" pengunjungnya.

Suatu saat, cerita Budi, ada seorang turis mancanegara yang tiba-tiba masuk, tetapi yang pertama dilakukan bukan melihat menu makanan, melainnya menelusuri foto-foto dan kata-kata mutiara di dinding. Sampai pada foto seseorang, turis itu langsung menuding-nuding dan memfoto ulang. Lantas berswafoto dengan latar belakang foto yang baru saja dibadikannya. Dalam bahasa Indonesia, Budi menirukan, “Saya sudah sampai di sini,” ujar Budi.

Lantas, turis itu memesan menu seperti yang juga dipesan oleh kawan senegaranya.

Dan, menurut Budi, dari warungnya itulah, dia mengetahui banyak negara-negara baru yang belum ada di catatannya, seperti Guam, Aruba, Wales dan mungkin akan bertambah lagi.

Dari catatan minggu lalu, setidaknya sudah ada 2.839 turis manca-negara dari 71 negara yang sudah singgah di warungnya. Saking penuhnya, Budi memformat testimoni pada pengunjungnya dalam bentuk audio-visual.

Karena itulah, diam-diam, Budi dengan Sate Ratu-nya, paling tidak telah berjasa "memancing" para wisatawan asing untuk menjajal kuliner di kawasan Yogyakarta.

Satu porsi Sate Ratu

Mengapa Sate Ratu? Sate Ratu ini telah mendapatkan penghargaan dari Tripadvisor berupa Certificate of Excellence di tahun 2017 dan 2018. Selain itu Sate Ratu juga mendapatkan penghargaan sebagai salah satu dari 95 Food Startup Indonesia oleh Badan ekonomi Kreatif (Bekraf) dan finalis Penerus Warisan Kuliner Kecap Bango tingkat nasional.

Budi, sang pemilik warung adalah putra Tulung Agung dan sempat malang-melintang di bidang hiburan. Dia kemudian menentukan pilihan untuk berbisnis kuliner secara khusus karena ingin mencoba sesuatu atau menjajal tantangan baru.

Sate Ratu, sepenuhnya bersumber dari daging ayam, yang diolah dengan bumbu tradisional ala Lombok dan Banjarmasin.

Sejak gigitan pertama, pedasnya yang relatif soft, mampu menciptakan rasa tersendiri. Ini terbukti dari begitu banyaknya turis mancanegara yang menjajalnya, tidak satu pun yang mengeluh karena pedas.

Daging ayam yang legit, berpadu harmonis dengan bumbu berwarna merah yang murni karena cabai merah. Namanya juga bukan sate biasa, Budi tidak menambahkan bumbu kacang, apalagi kecap secara utuh.

Enam tusuk sate yang ditemani semangkuk kuah polos, dan masih ditambah menu lain yakni sate lilit. Wujud sate lilit tidak ditusuk dengan lidi. Bentuknya potongan dadu, dengan sedikit kuah.

Jumlah pengunjung dari mancanegara.

Sedikit membongkar rahasia bumbunya, Budi ditemani sahabatnya, Lanang yang berasal dari Lombok menyatakan, bumbu racikan sendiri itu, hasil kombinasi dari sate lilit Bali, sate merah dari Rembige Lombok, dan bumbu merah dari Banjarmasin. tingkat kepedasan sudah paten, dan tak ada tawar-menawar.

Cara mengolah Sate Ratu pun tak bisa sembarangan. Cara memotong dan membakarnya pun harus benar.

Jadi, paduan bumbu tradisional itu pun lantas mewujudkan cita rasa tersendiri. Bagi orang Manado, rasanya menjadi sangat familier, sedang bagi orang Jawa, apalagi orang asing, rasa pedasnya masih bisa ditoleransi.

Sate Ratu yang mempunyai fan wisatawan mancanegara ini adalah bisnis kuliner yang didirikan oleh pasangan suami istri, Fabian Budi Seputro dan Maria Watampone bersama sahabat mereka, Lanang, pada bulan Juli 2015.

Pada mulanya, warung ini berkonsep angkringan modern yang diberi nama Angkringan Ratu. Pemberian nama warung dengan kata "ratu" dipilih karena mengandung unsur tradisional Jawa yang kental. Namun di sisi lain mempunyai makna kasta tertinggi yaitu makna premium.

Budi lantas mengubah Angkringan Ratu menjadi warung yang diberi nama Sate Ratu, karena ingin semua yang disajikannya serba fresh. Sedang jika tetap berpatokan pada pola Angkringan, maka memang banyak ragam menu namun, angka "kebaruannya" kurang.

Kalau memang tidak bisa menyantap langsung di warungnya, Budi pun punya alternatif yakni bumbu merah yang sudah siap untuk merendam daging ayam.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Menyambut Nyepi, Jambuluwuk Oceano Seminyak dan Jambuluwuk Oceano Resort Gili Trawangan Tawarkan Paket Menarik

Pengalaman merasakan Nyepi di Jambuluwuk Oceano Seminyak dan Jambuluwuk Oceano Resort Gili Trawangan akan semakin lengkap dengan fasilitas sangat lengkap.

GAYA HIDUP | 6 Maret 2019

VIDEO: Memasak dengan Batu Panas di Papua

Makanan yang tersaji higienis dan enak, karena matang tanpa bersentuhan langsung dengan api.

GAYA HIDUP | 5 Maret 2019

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Pelatihan Barista Dunia

Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Champions Hub 2019 yang digelar pada 5-6 Maret 2019.

GAYA HIDUP | 4 Maret 2019

BRI Mandeh Run 2019 Diikuti Ribuan Peserta

Sebanyak 2.000 pelari yang berasal dari Indonesia dan mancanegara meramaikan ajang ini.

GAYA HIDUP | 3 Maret 2019

Thermos Indonesia Ikut Ramaikan Java Jazz Festival

Thermos Indonesia hadir untuk menemani aktivitas pecinta musik.

GAYA HIDUP | 3 Maret 2019

Puluhan Finalis Puteri Indonesia Kunjungi Rutan Cipinang

Finalis Puteri Indonesia melihat secara langsung kegiatan narapidana di Rutan Cipinang.

NASIONAL | 3 Maret 2019

Festival Sarung Indonesia Bangkitkan Kebanggaan Kain Tradisional

Festival Sarung dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan UMKM.

NASIONAL | 3 Maret 2019

Rencanakan Liburan dengan Harga Terjangkau

Para pengunjung dapat memiliki kesempatan untuk mencari tiket liburan dengan harga terjangkau dan beragam program serta penawaran yang menarik.

GAYA HIDUP | 2 Maret 2019

425 Ikan Berkompetisi di Liga Louhan Indonesia 2019

Kontes ikan louhan Liga Louhan Indonesia kembali digelar oleh Perhimpunan Pecinta Louhan Indonesia (P2LI). Liga Louhan Indonesia 2019 yang digelar di Season City, Jakarta, diikuti oleh 425 ekor ikan louhan dari sejumlah daerah di Indonesia. Kontes ini memperebutkan juara dari sejumlah kategori ikan, yaitu Cencu, Ching Hwa, Free Marking, Golden Base, Klasik A dan B, dan Bonsai.

GAYA HIDUP | 1 Maret 2019

Ussy dan Andhika Rambah Bisnis Mie Ayam

Pasangan selebritas Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama terus mengepakkan sayap bisnisnya. Setelah membuka restoran Lurik Coffee & Kitchen di Lippo Mall Kemang, Jakarta dan Bakoel Ussy di kawasan Dewi Sartika, Jakarta Timur, kini Ussy dan Andhika membuka warung mie ayam Yummieeh Ussy di Cipete Raya, Jakarta Selatan.

HIBURAN | 1 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS