Unik, Baru Pertama Kali di Rusia Alunan Gamelan Iringi Peragaan Busana

Unik, Baru Pertama Kali di Rusia Alunan Gamelan Iringi Peragaan Busana
Seorang model memperagakan busana yang dikenakan dengan diiringi musik gamelan pada peragaan busana yang berlangsung di galeri seni “Na Kashirke”, Moskwa, Rusia, Minggu, 17 Maret 2019. (Foto: Istimewa / KBRI Moskwa)
Asni Ovier / AO Kamis, 21 Maret 2019 | 10:17 WIB

Moskwa, Beritasatu.com - Untuk pertama kalinya di Rusia, sebuah peragaan busana diiringi oleh alunan musik gamelan. Uniknya, kecuali sang pelatih, semua penabuh gamelan adalah warga negara Rusia yang tergabung dalam sanggar musik “Gamelan Dadali” binaan Kedutaan Besar RI (KBRI) Moskwa yang dipimpin oleh Ki Tri Koyo, alumni ISI Yogyakarta.

Beragam tembang yang dimainkan oleh Gamelan Dadali selama sekitar satu jam berhasil memukau sekitar 100 orang pengunjung yang umumnya berasal dari para pemerhati masalah fesyen, dosen sekolah desain, politisi, dan pejabat pemerintah daerah. Acara yang berlangsung di galeri seni “Na Kashirke” pada Minggu (17/3/2019) itu juga dimeriahkan dengan tari Golek Asmarandana yang dimainkan oleh Elisabeth Nur Nilasari, guru tari sanggar “Kirana Nusantara Dance” yang juga alumni ISI Yogyakarta. Acara proyek seni dan pameran yang bertajuk “Traektoria” ini juga diliput televisi nasional Russia Today.

“Acara ini sangat spesial karena untuk pertama kalidi Rusia, bahkan mungkin di negara-negara lain, alunan musik gamelan mengiringi langsung sebuah peragaan busana. Hal ini menunjukkan bahwa seni tradisional Indonesia dapat diterima dengan baik di Rusia yang masyarakatnya dikenal sangat menghargai nilai-nilai seni dan budaya. Hubungan kedua negara semakin dekat, khususnya di bidang seni dan budaya,” ujar Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi dalam pernyataan yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Acara dipandu oleh kurator proyek seni ini, Vasily Bychkov yang juga menjadi anggota The Creative Union of Artists of Russia dan dihadiri oleh Direktur Galeri, Kuzmina Lyudmila Mikhailovna, yang juga menjadi anggota kehormatan Dewan Seni Pemerintah Kota Moskwa.

Turut pula hadir tamu undangan khsusus, yaitu anggota Dewan Perwakilan Kota Moskwa yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Pelayanan Sosial, Olga Melnikova; Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan Metodologi pada Akademi Sekolah Musik Moscow Tchaikovsky Conservatory yang sekaligus juga menjadi anggota kehormatan Dewan Kebudayaan Federasi Rusia, Soldatikova Nadezhda Vasilyevna; dan Ketua Jurusan Desain Tekstil Moscow State Art and Industrial Academy SG Stroganova, Polyakova Ekaterina Vasilyevna.

Olga Melnikova menyampaikan apresiasi dan kesan positifatas beragam karya seni dan busana yang ditampilkan pada acara itu. Bahkan, secara khusus, dia menyampaikan kekaguman atas penampilan musik gamelan yang baru pertama kali didengarnya.

“Saya belum pernah mendengar alunan permainan alat musik gamelan sebelumnya. Hal ini merupakan pengalaman baru yang sangat unik bagi saya. Sebelum saya tiba di acara ini, saya mengalami sakit kepala, akan tetapi setelah mendengar lantunan beragam tembang gamelan di acara ini, sakit kepala saya mereda,” kata Olga sambil tersenyum.

Permainan alunan beragam tembang gamelan dan tarian Indonesia pada acara ini selaras dengan tema proyek seni dan pameran, yakni Traektoria: Ide Kreatif, Pengembangan dan Realisasi. Tema itu fokus pada proses perancangan suatu karya busana oleh para peserta proyek, yang terdiri atas generasi muda, khususnya anak-anak dan remaja berusia 7-19 tahun.

Rancangan dan karya yang dibuat mengambil tema tropis dan inspirasi teknik busana dari negara-negara Asia, temasuk batik dan jumputan dari Indonesia. Terdapat pula karya yang mengambil inspirasi dari filosofi pewayangan.

Pameran tidak hanya menampilkan karya busana yang telah siap pakai, tetapi juga ditampilkan beragam karya sejak awal suatu konsep dibuat, seperti sketsa awal busana, konsep desain, sketsa dan desain di atas tekstil, pilihan bahan tekstil dan pola busana, komposisi pewarnaan, dekorasi/aksesoris dan motif busana, serta desain rangkaian koleksi karya busana yang dibuat.

Sementara, Dubes Wahid juga menyampaikan undangan terbuka kepada seluruh hadirin untuk mengunjungi kegiatan unggulan KBRI Moskow, yaitu Festival Indonesia 2019 pada 2-4 Agustus 2019 di Taman Krasnaya Presnya. Festival Indonesia merupakan kegiatan terpadu promosi budaya, pariwisata, ekonomi dan perdagangan Indonesia, forum bisnis, serta penyajian beragam produk Indonesia dan promosi berbagai provinsi di Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com