Indonesia Berpotensi Menjadi Negara Rempah Terkaya

Indonesia Berpotensi Menjadi Negara Rempah Terkaya
Pengunjung menikmati ornamen-ornamen dalam pameran foto dan rempah "International Forum On Spice Route (IFSR) 2019", di Museum Nasional, Jakarta Selatan. Pameran berlangsung sejak 20-24 Maret 2019. ( Foto: Dina fitri anisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 21 Maret 2019 | 12:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Yayasan Negeri Rempah Bram Kushardjanto, menegaskan Indonesia berpotensi besar untuk kembali berjaya dengan rempah. Meski butuh kemauan politik yang keras dari pemerintah untuk bisa mengembalikan kejayaan tersebut.

"Kita masih yang terbesar sampai saat ini. Masalah penjualan saja yang harus lewat Vietnam atau India, tetapi kita tetap produsen terbesar (di dunia). Namun butuh regulasi dan yang penting, political will. Kita mau kembali ke rempah atau tidak?" kata Bram Kushardjanto saat ditemui Beritasatu.com di sela-sela pameran "International Forum On Spice Route (IFSR) 2019", di Museum Nasional, Jakarta, belum lama ini.

Potensi untuk bisa merangkul pasar rempah dunia menurut Bram, masih terbuka lebar. Pasalnya, perdagangan besar tentunya membutuhkan angkutan laut sebagai alat pendukung logistik.

Untuk itu pula, Ketua Dewan Pembina Yayasan Negeri Rempah, Hassan Wirajuda mengatakan warisan budaya maritim dalam jejak perniagaan global semakin penting untuk dijajaki dan dimaknai kembali.

"Sejarah yang panjang, tetapi juga penuh dengan kegemilangan bahkan malapetaka. Berdasarkan sejarah, kekayaan alam juga bisa membawa malapetaka bagi Indonesia. Sepanjang kita tidak mampu mendukung kekayaan kita dengan kekuatan bersama, maka kekayaan alam kita dirampas bangsa lain," tukas Hassan.

Perjalanan tentang rempah-rempah di Indonesia pun bisa dilihat langsung oleh masyarakat dalam pameran bertajuk "International Forum On Spice Route (IFSR) 2019", yang diselenggarakan gratis untuk umum sejak 19-24 Maret 2019. 

Nantinya, selama enam hari berturut-turut IFSR menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pemahaman antar budaya. IFSR akan mengedepankan kekuatan warisan budaya serta semangat multikulturalisme melalui narasi sosio-kultural-historis jalur rempah dan perdagangan maritim yang relevan dengan konteks kekinian.



Sumber: BeritaSatu.com