Alasan Pentingnya Spritual Saving

Alasan Pentingnya Spritual Saving
Perencana keuangan dan investasi Syariah, Putri Madarina. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Dina Fitri Anisa / FER Jumat, 22 Maret 2019 | 19:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Investasi pada umumnya selalu dikaitkan dengan uang dan harta, untuk menunjang dan mendapatkan imbal hasil yang lebih besar di masa depan. Namun, tidak sedikit juga orang yang lupa bahwa investasi untuk akhirat juga tidak kalah penting, untuk menunjang kehidupan abadi di alam selanjutnya.

Perencana keuangan dan investasi Syariah, Putri Madarina memandang, amalan baik yang melibatkan pengeluaran atas harta pribadi adalah salah satu ujian keimanan paling menantang. Sebagai pemerhati investasi syariah yang mendalami berbagai instrumen keuangan syariah, Putri mengaku menjalani sendiri investasi akhirat atau yang disebut spiritual saving dalam hidupnya untuk memperkuat keimanan serta melakukan aksi nyata terhadap sesama.

"Jika selama ini kita giat berinvestasi untuk mencapai beragam tujuan finansial seperti properti maupun harta yang dinikmati selama kita hidup, spiritual saving adalah amalan baik yang kita kerjakan sebagai investasi kita di kehidupan berikutnya, atau yang diyakini umat muslim adalah alam akhirat. Sederhananya, berinvestasi untuk mengharap berkah Tuhan. Salah satu praktik paling mudah dan umum dilakukan adalah menyisihkan harta kita lewat sedekah," ujar Putri dalam rilis yang diterima Beritasatu.com, Jumat (22/3/2019).

Menurut Putri, konsep sedekah berbeda dengan zakat, dimana dalam hukum Islam, zakat adalah perintah wajib bagi umat Muslim yang telah mencapai nisab (batasan kekayaan seseorang untuk menjadi wajib zakat).

"Zakat harta sudah jelas proporsinya sebesar 2,5 persen dari penghasilan. Sementara, sedekah tidak memiliki besaran nilai tertentu serta sifatnya merupakan anjuran. Di situlah letak komitmen kita berinvestasi terhadap Allah SWT,” terang Putri.

Putri pun memberi beberapa cara, agar generasi milenial dan masyarakat urban bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk spiritual saving. Seperti, memanfaatkan situs crowdfunding, donasi digital dengan bantuan aplikasi pembayaran online seperti OVO atau Gopay, dan juga memanfaatkan fitur autodebet ke Yayasan.

"Akses donasi ini bisa dijangkau para milenial lewat aplikasi di gawai masing-masing, sehingga kesempatan kita bersedekah sebetulnya sangat banyak, bergantung dengan niat dan keikhlasan kita dalam melakukan sedekah itu sendiri,” tukas perempuan bergelar Diploma di bidang Financial Planning dan Services di Universitas Bina Nusantara ini.



Sumber: BeritaSatu.com