Kemdikbud Ajak Milenial Mencintai Wastra Nusantara

Kemdikbud Ajak Milenial Mencintai Wastra Nusantara
Direktur Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Dra Triana Wulandari MSi (kanan), di sela acara Indonesia Fashion Week 2019, di JCC, Jakarta, Rabu (27/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Rabu, 27 Maret 2019 | 14:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memperkenalkan kain Kalimantan kepada generasi milenial di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) pada tanggal 27-31 Maret 2019. Hal itu sejalan dengan ikon perhelatan IFW yang digelar pada tahun ini yaitu Kalimantan dengan tema Culture Values.

Direktur Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Dra Triana Wulandari MSi, mengatakan, sejak 2013 sudah ditetapkan 37 Kain Tradisional yang telah dijadikan Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Sebanyak delapan diantaranya berasal dari Pulau Kalimantan yaitu Songket Sambas, Sasirangan, Ulap Doyo, Pakaian Kulit Kayu. Tenun Ikat Dayak/Sintang, Sarung Tenun Samarinda, Tenun Corak Insang dan Tenun Pagatan.

"Untuk memperkenalkan kain-kain tersebut kepada generasi milenial, Kemdikbud menghadirkan booth yang memamerkan ragam kain Kalimantan di ajang IFW 2019. Tujuannya, agar milenial dapat mencintai kain Indonesia, salah satunya dari Kalimantan. Mengingat generasi tersebut merupakan sah satu agen perubahan sehingga bisa mempromosikan lebih luas kain Indonesia," ungkap Triana, di Jakarta Convention center (JCC), Rabu (27/3/2019).

Selain itu, lanjut Triana, Kemdikbud mendukung kegiatan IFW sebagai tindak lanjut Penetapan Warian Budaya Takbenda Indonesia yang merupakan salah satu program unggulan Direktorat Jenderal Kebudayaan sejak 2013.

"Kemdikbud bersama Pemprov Kalbar, Kaltim, Kalsel dan Kaltara, berkomitmen untuk mengembangkan wastra nusantara terutama yang ada di Kalimantan sebagai upaya mendukung pemajuan kebudayaan," beber Triana.

Menurut Triana, IFW juga menjadi salah satu ajang dalam upaya pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan melalui inovasi dan peningkatan adaptasi menuju perubahan.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan desainer muda dapat melihat budaya sebagai sumber inspirasi, menjadikan keragaman budaya menjadi identitas mode sekaligus media diplomasi budaya Indonesia. Sehingga, kain tersebut menjadi lebih beragam penggunaanya, bukan hanya sekedar kain semata," tandas Triana.



Sumber: BeritaSatu.com