Edukasi Anak Lebih Mudah dengan Permainan Tradisional

Edukasi Anak Lebih Mudah dengan Permainan Tradisional
Permainan tradisional anak kembali dikenalkan dalam kompetisi "Fitolympic" yang digelar di Taman Balekambang Solo, belum lama ini. ( Foto: istimewa )
Elvira Anna Siahaan / EAS Selasa, 2 April 2019 | 12:56 WIB

Solo, Beritasatu.com - Tidak bisa dipungkiri, saat ini permainan tradisional semakin dilupakan oleh anak-anak. Bermain bersama teman seumuran di lapangan, sudah bergeser menjadi memegang gawai di dalam kafe atau kamar tidur. Alhasil, anak-anak yang terlahir di tahun 2000-an mulai melupakan aktivitas fisik di luar ruangan. 

Dampak dari kurangnya aktivitas fisik bagi anak-anak adalah kurangnya rasa empati atau simpati terhadap orang lain dan lingkungan. Bahkan, dampak terburuk si anak bisa terkena obesitas atau kekurangan vitamin D karena tidak pernah keluar rumah. 

Melihat fakta yang mengenaskan tersebut Madurasa Fitkidz, produk terbaru dari PT Madurasa Unggulan Nusantara mengadakan sebuah kompetisi "Fitolympic" di Taman Balekambang Solo, belum lama ini.

Dilansir dari siaran pers kepada Beritasatu.com, Selasa (2/4/2019), Fitolympic merupakan kompetisi seperti olimpiade untuk permainan tradisional yang dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Sedikitnya ada 3 cabang permainan tradisonal yang dipertandingkan yaitu bola gebok, gobak sodor, dan balap karung estafet. Diharapkan lewat permainan tradisional tersebut, orangtua lebih mudah mengedukasi anak-anak mereka. 

Fitolympic sendiri diambil dari kata Fit dan Olympic. Fit sesuai dengan produk Madurasa Fitkidz, dan olympic dari kata olimpiade.

"Melalui Fitolympic kita ingin mengajak anak-anak dan orang tua bermain bersama di luar ruangan. Kompetisi ini sekaligus melestarikan permainan-permainan tradisional yang sudah mulai dilupakan," ujar Muji Sarjono selaku GM Human Capital & General Affair PT Madurasa Unggulan Nusantara.

Muji menjelaskan, kompetisi bertujuan mengajak anak-anak tetap fit. Jika badan anak-anak fit, otomatis si anak bisa melakukan kegiatan apa  saja.

Sementara tiga permainan yang dipilih sebenarnya memiliki filosofi yang tepat untuk anak-anak. Lewat tiga permainan tradisional tersebut, anak-anak diajak untuk saling kerja sama dan berkompetisi secara sehat. 

Diketahui permainan bola gebok dulunya sangat populer di kalangan anak-anak di sekitar wilayah Ciracas maupun Pasar Rebo Jakarta Timur. Kata gebok bisa diartikan sebagai menimpuk. Sesuai namanya dalam permainan ini, si pemain akan melempar bolanya ke tiap arah sasaran. Permainan bola gebok biasa dimainkan di lapangan yang luas dengan jumlah pemain sekitar 4-5 orang berikut pula seorang wasit. 

Berbeda dengan bola gebok, permainan gobak sodor dilakukan per kelompok, di mana masing-masing tim terdiri dari 3–5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik. Untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

"Kami ingin mengedukasi orangtuanya juga agar tidak perlu khawatir jika anak-anak kita bermain di luar ruangan, karena hal tersebut bermanfaat untuk tumbuh kembang anak," kata Muji. 



Sumber: BeritaSatu.com