IIIF 2019 Hadirkan Keragaman Budaya Masyarakat Islam Global

IIIF 2019 Hadirkan Keragaman Budaya Masyarakat Islam Global
Anna Mariana (kedua dari kanan) Penggagas sekaligus pendiri dan Dewan Pembina dalam ajang Indonesia International Islamic Fair (IIIF) 2019 bersama pewakilan dari Kedutaan besar Arab Saudi. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Kamis, 11 April 2019 | 13:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perancang tenun dan songket Anna Mariana membuat gebrakan baru di tahun 2019, dengan menjadi penggagas sekaligus pendiri dan Dewan Pembina dalam ajang Indonesia International Islamic Fair (IIIF) 2019. Selain Anna, ada sejumlah nama lain yang terlibat, yakni Ir. Wahyono Bimarso. Dipl. HE (Ketua Penyelenggara), Kartika Mega Wardhani (pendiri), Ahmed Mohammed Khowaisat (pendiri dan konsultan event dari Arab Saudi).

IIIF 2019 akan digelar di Balai Kartini Jakarta, dari tanggal 9-11 Mei 2019. Dalam event berskala internasional ini akan menghadirkan keragaman budaya masyarakat Islam Global maupun Indonesia melalui kegiatan lintas bisnis syariah, pertukaran budaya, pendidikan, promosi wisata serta kuliner Halal. Melalui program ini diharapkan terwujud kerja sama di bidang Ekonomi, sosial bdaya dan pendidikan masyarakat Islam sedunia, serta menjadi forum yang berkelanjutan. 

"IIIF 2019 memang kami buat untuk menjadi event yang mengangkat budaya Islam dan budaya Indonesia. Dimana kami akan coba mengangkat tema tentang sejarah pembuatan Kiswah Ka’bah (penutup Ka’bah) dan tenun Indonesia. Kami akan pamerkan juga Kiswah Ka’bah asli dari Makkah Al Mukaromah. Kehadiran Kiswah ini langsung difasilitasi Kedutaan Besar kerajaan Saudi Arabia," ujar Anna Mariana saat ditemui di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Sejak era peradaban Islam dijelaskan Anna Mariana, di zaman Rasulullah berkembang, Kiswah Ka’bah sudah dibuat dengan cara tradisional hand made, yaknii ditenun dan disongket juga disulam dengan menggunakan benang tenun yang di pintal.

"Pada saat finishing disulam lagi menggunakan benang emas murni dan beanng perak pada bagian huruf kaligrafi Arab dari Kiswah itu yang nanti akan coba kita perkenal dalam IIIF 2019 mendatang," ungkap Anna.

Anna Mariana tentu saja menginginkan event IIIF 2019 ini sekaligus juga dapat mengangkat popularitas dan harkat budaya fashion dan mode muslim dan muslimah yang bernuansa etnik modern dari tenun tradisional nusantara.

"Dalam IIIF 2019 ini kami upayakan mencari desainer-desainer muslimah yang terbaik, yang dapat memenuhi seleksi dan kriteria standar pasar Internasional, agar bisa turut masuk dalam pemasaran di Arab Saudi dan Timur Tengah. Dengan kegiatan ini dapat mendorong berkembangnya pasar industri busana Muslim yang bernuansa khas tenun dan songket khas Indonesia yang berkelas dunia," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com