Ini Bahaya Hair Styling pada Rambut

Ini Bahaya Hair Styling pada Rambut
Ilustrasi perawatan rambut. ( Foto: Investor Daily/ Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Rabu, 24 April 2019 | 10:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rambut adalah bagian tubuh yang sangat penting untuk menunjang penampilan, pria maupun wanita. Rambut harus senantiasa dijaga tetap sehat. Namun, tahukah Anda bahwa hair styling bisa membuat rambut rusak?

Baca Juga: Rahasia Rambut Indah Pevita Pearce

Definisi rambut sehat, seperti dijelaskan dr Gloria Novelita SpKK, adalah berkilat, ujungnya rata atau tidak bercabang, dan kuat (tidak mudah rontok). Struktur rambut terdiri dari kutikula, korteks dan medula. Kutikula ini bentuknya seperti sisik yang bertumpuk, bertujuan untuk melapisi korteks. Korteks adalah bagian penting rambut. Di dalamnya berisi keratin atau protein rambut yang mengatur kekuatan rambut. Di sini juga terkandung serat dan pigmen warna rambut. Kesehatan korteks tergantung dari kutikula.

"Definisi rambut sehat adalah berkilat, ujungnya rata tidak pecah dan kuat. Secara medis dapat dijelaskan, ada alasan mengapa rambut sehat harus berkilat. Batang rambut dapat bersinar ketika terkena sinar matahari, karena permukaannya rata, sehingga ia bisa memantulkan sinar matahari dengan sempurna," jelas dr Grace dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga: Rene Furterer Tawarkan Solusi Kerontokan Rambut

Dr Grace menambahkan, batang rambut dilindungi oleh kutikula. Kutikula tidak boleh terbuka, karena membuat korteks jadi terpapar dan mudah rusak. Salah satu penyebab kerusakan batang rambut adalah perawatan rambut atau hair styling, misalnya penggunaan catokan, hair dryer, alat curling dan sebagainya.

"Panas yang dihasilkan alat hair stye akan meningkatkan suhu air yang ada di akar rambut. Panas yang tiba-tiba akan membuat air di akar rambut menjadi uap dan terbentuk gelembung-gelembung dengan tekanan tinggi di batang rambut. Rambut menjadi rapuh dan mudah patah," tambah dr Grace.

Baca Juga: Alasan Lala Karmela Pilih Bisnis Kecantikan

PR Manager PT Kino Tbk, Yuna Eka Kristina,menambahkan, penelitian yang dilakukan pada 2017 dan melibatkan 11.000 responden menyatakan bahwa 40 persen wanita terbiasa menggunakan alat pemanas rambut, bahkan ada peningkatan 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak heran jika pembelian hair dryer juga meningkat. Hal ini juga dipicu semakin banyak pengguna hijab dan ikut berkontribusi pada pembelian hair dryer. Rata-rata pengguna hair dryer mengeringkan rambut 1-2 kali sehari.

"Panas hair dryer bisa mencapai 150 derajat Celcius. Tetapi dengan pengaturan jarak hair dryer dan rambut, rata-rata suhu yang sampai ke rambut 80 hingga 100 derajat Celcius. Bayangkan saja jika setiap hari rambut kita terkena panas dari hair dryer. Belum lagi paparan sinar matahari di negara tropis," jelas Yuna.

Dr Grace menyarankan, jika memang harus menggunakan hair dryer setiap hari, maka perlu dilakukan perawatan rambut ekstra. Caranya adalah dengan melakukan perawatan internal dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin yang bermanfaat untuk kesehatan rambut misalnya vitamin A, vitamin C, pro vitamin B5. Ditambah lagi, perawatan eksternal yaitu memberikan vitamin perlindungan rambut terutama di permukaan batang rambut. Perawatan rambut sebaiknya dilakukan secara rutin karena bermanfaat untuk pencegahan maupun perawatan bagi rambut yang terlanjur rusak.

"Harus dipahami bahwa perawatan rambut tidak instan, harus dilakukan setiap hari. Apalagi hair styling saat ini juga hampir dilakukan setiap hari," saran dr Grace.



Sumber: BeritaSatu.com