Quick Chicken Rayakan Eksistensi 19 Tahun di BIsnis Kuliner Indonesia

Quick Chicken Rayakan Eksistensi 19 Tahun di BIsnis Kuliner Indonesia
Gerai Quick Chicken. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Sabtu, 27 April 2019 | 10:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kuliner Indonesia dengan bahan utama ayam kini sangatlah banyak dan bervariasi tersedia. Dari sekian banyak, salah satu kuliner ayam yang sudah lama ada adalah resto Quick Chicken. 

Resto ini didirikan oleh seorang praktisi dan profesional di Industri cepat saji, Bedi Zubaedi pada 22 April tahun 2000 di Demangan, Yogyakarta. Alasannya mendirikan Quick Chicken sangatlah mulia yaitu supaya ayam goreng dapat dinikmati oleh semua kalangan, mengingat pada waktu itu ayam goreng tepung hanya dapat ditemukan di kota-kota besar saja.

Tak terasa 19 tahun sudah Quick Chicken mengepakkan sayapnya di Indonesia. Hingga kini, Quick Chicken telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pencapaian yang besar ini tentunya tidak akan pernah terjadi tanpa adanya dukungan dan kepercayaan dari para pelanggan setia Quick Chicken. Perusahaan ini juga telah mendapatkan penghargaan Asia Pacific Entrepreneurship Awards 2011 dan Anugerah Wirausaha Indonesia 2016.

"Puji Syukur dan tek henti-hentinya mengucap Alhamdulillah dengan keberhasilan yang kita raih ini selama 19 tahun. Dimana kehadiran Quick Chicken sebagai bisnis kuliner di Indonesia 100 persen dapat dipercaya untuk dapat membantu bisnis bagi para franchisee yang aman dan menjanjikan. Ditambah, bisnis Quick Chicken merupakan bisnis kuliner yang tak lekang oleh waktu mengingat pangan adalah kebutuhan primer setiap manusia," ujar  Bedi Zubaedi dalam siaran pers, Sabtu (27/4/2019).

Hingga pada tahun 2018, Quick Chicken telah memiliki 550 gerai yang tersebar dari Timur sampai ke Barat Indonesia.

"Semoga ke depan akan terus meninspirasi enterpreneur muda untuk mencoba bisnisnya dari bawah," harap Bedi Zubaedi.

Di tambahkan Bedi, dirinya tak pernah menyangka langkah bisnis yang di mulainya 19 tahun lalu ini bisa sebebsar dan sesukses sekarang. Karena saat mendirikan bisnis ini di kota Gudeg, Yogyakarta dirinya hanya berharap mahasiswa perantau yang sedang menyelesaikan sekolahnya di Yogyakarta bisa merasakan menikmatnya makanan ayam goreng crispy yang biasanya hanya di temui di gerai restoran mahal.

"Saya tinggal di lingkungan mahasiswa perantau yang hidup hanya mengandalkan kiriman orangtua. Dari situ saya melihat keinginan anak-anak kost untuk makan Fried Chicken itu tinggi, namun apa daya karena kiriman orangtua kurang mereka mengurungkan niatnya. Nah dengan buka di Yogya, dengan harga yang murah ternyata Quick Chicken mampu diterima dengan baik oleh mereka," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com