Semangat Kartini dalam Balutan Wastra Nusantara

Semangat Kartini dalam Balutan Wastra Nusantara
Para model senior memamerkan busana dengan bahan wastra nusantara yang dipersembahkan oleh Batik Chic, di Jakarta, Sabtu 27 April 2019. ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 29 April 2019 | 08:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perayaan Hari Kartini masih hangat dirasa masyarakat Indonesia. Begitu juga dengan lini fashion tanah air, Batik Chic yang menggelar Kartini Project pada Sabtu, (27/4). Melalui puluhan balutan busana wastra nusantara yang diperagakan, lini yang digawangi Novita Yunus ini ingin merepresentasikan semangat besar para Kartini modern untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

Novita bercerita kepada Beritasatu.com, tahun ini merupakan kali ke tiga, Kartini Project diselenggarakan. Ide awalnya adalah, dirinya ingin mengapresiasi para konsumen loyal serta komunitas yang sudah menunjukan konsistensinya dalam mencintai tradisi dan melestarikan budaya, salah satunya adalah wastra Indonesia.

Namun, seiring berjalannya waktu, dirinya menemukan banyak sekali perempuan-perempuan yang menginspirasi di sekelilingnya. Para wanita modern ini menurutnya adalah Kartini masa kini yang tengah berjuang melalui profesinya masing-masing. Mulai dari ibu rumah tangga, pengusaha, duta besar, hingga perempuan yang kini telah berdiri menjadi menteri.

"Ada 54 perempuan luar biasa yang terpilih, kami foto menggunakan busana berbalut batik, dan profil mereka kami satukan menjadi sebuah buku. Tujuannya, agar kecintaan mereka terhadap wastra bisa menginspirasi dan jadi panutan masyarakat luas, untuk mencintai dan melestarikan wastra nusantara,” ungkap Novita.

Dalam pemotretan tersebut, mereka menggunakan empat koleksi Batic Chic yang merepresentasikan kekuatan perempuan modern.

Menampilkan siluet yang beragam dan unik, mulai dari klasik seperti misalnya blus kebaya, kebaya panjang, kebaya kurung, sampai banyak desain modifikasi yang lebih modern yakni sleeveless top, semi-kaftan, dan palazzo pants.

Sedangkan dari tampilan warna, untuk sequence koleksi kasual, warna-warna yang dikenakan cenderung netral seperti earth tone, cokelat tanah, biru, putih, merah marun, hingga cokelat pekat. Warna-warna ini seakan melambangkan karakteristik perempuan-perempuan yang anggun dan kuat.

Tantangan
Kemudian, di koleksi selanjutnya Novita menampilkan ragam kebaya modifikasi yang dipadupadankan dengan kain wastra. Terlihat permainan warna yang dipakai adalah warna-warna terang mencolok seperti shocking pink, hijau, kuning, merah, pink fuchia, hingga biru laut. 

"Desain ini merupakan jawaban dari tantangan kenapa batik kurang diminati kaum muda. Saya suka dengan eksperimen, saya berusaha hadirkan busana dengan modifikasi batik klasik dengan tampilan modern, tidak harus sesuai pakem, tabrak warna pun bisa jadi pilihan. Dari karya ini harapannya anak muda jadi lebih peduli,” jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com