Tips Anti Boncos Selama Ramadan

Tips Anti Boncos Selama Ramadan
Talkshow 'Anti Boncos di Bulan Ramadhan' yang dipandu oleh Astrid Tiar, di Co Hive Plaza Kuningan, Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Indah Handayani / FER Sabtu, 4 Mei 2019 | 16:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ramadan menjadi momentum paling ditunggu umat muslim. Namun, biasanya pengeluaran di bulan tersebut malah membengkak. Mengapa demikian?

Direktur PT Hero Supermarket Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo, mengatakan, Ramadan adalah momen istimewa yang selalu ditunggu oleh mayoritas keluarga Indonesia.

"Pada bulan istimewa ini, biasanya beriringan dengan peningkatan pola konsumsi masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan pengeluaran yang berbeda dari bulan-bulan biasanya,” kata Hadrianus dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (4/5/2019).

Menurut Hadrianus, momentum Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri sendiri membutuhkan banyak persiapan dan tentu saja memberi dampak pengeluaran yang tidak sedikit, ditambah lagi untuk pos-pos yang tidak terduga.

"Memahami kebutuhan tersebut, kami menawarkan solusi belanja cerdas dan ekonomis yang dapat memberikan dampak signifikan bagi keuangan pelanggan. Sehingga anti boncos saat Ramadan,” jelas Hadrianus.

Perencana Keuangan, Ligwina Hananto, mengatakan, memang ada perubahan perilaku saat Ramadan sehingga mempengaruhi pengeluaran. Setidaknya ada tiga pengeluaran. Pengeluranan rutin, lifestyle, dan sosial.

"Pengeluaran rutin ini menjadi bengkak karena mau masak lebih banyak karena ingin memberikan yang terbaik untuk buka dan sahur. Untuk pengeluaran lifestyle itu berupa buka bersama (bukber). Yang tadinya bukber makan diluar 2 Kali seminggu jadi lebih sering," jelas Ligwina.

Untuk pengeluaran sosial, lanjut Ligwina, itu terjadi karena orang ingin berbagi yang lebih banyak saat Ramadan. Misalnya, memberikan ke masjid, membantu buat di anak yatim. "Kalau enggak mau boncos itu harus mempersiapkan segalanya dari sekarang," tandas Ligwina.



Sumber: BeritaSatu.com