Cerita Perempuan dalam Balutan 30 Busana Muslim

Cerita Perempuan dalam Balutan 30 Busana Muslim
Busana muslim karya Vanilla Hijab ( Foto: indah handayani )
Indah Handayani / EAS Selasa, 7 Mei 2019 | 13:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menyambut bulan Ramadan, Vanilla Hijab meluncurkan 30 koleksi bertema Vanilla Raya yang didominasi warna lembut berhias ragam motif. Inspirasi untuk koleksi kali ini datang dari para perempuan Indonesia dengan berbagai kisah hidupnya.

Harapannya, kisah hidup para perempuan Indonesia ini bisa saling menguatkan dan menginspirasi satu sama lain.

Pendiri Vanilla Hijab Atina Maulia mengatakan koleksi dengan nama Menyapa Senja diangkat sebagai bentuk refleksi annual show pertama bertema "Senja" pada 2016.

"Berangkat dari mimpi saya untuk menciptakan busana muslim dan hijab yang nyaman, modis dengan harga terjangkau, namun tetap memenuhi syariat agama. Saya ingin koleksi Vanilla Raya ini dapat digunakan banyak orang," kata Atina di Jakarta belum lama ini.

Koleksi Vanilla Raya hadir menawarkan beragam model mulai dari dress, blouse, tunik dan hijab seharga Rp 350.000 hingga Rp  – 450.000 per busana. Sementara untuk hijab dimulai dengan harga Rp 150.000 sampai Rp 210.000.

Sementara Chief Executive Officer Vanilla Hijab, Intan Fauzia mengungkapkan Vanilla Hijab Annual Show ini merupakan salah satu momen untuk meningkatkan ikatan dengan Sister Vanilla Hijab (red-sebutan untuk konsumen loyal Vanilla Hijab).

"Kami memberikan penghargaan kepada 160 Sister Vanilla Hijab terpilih sebagai tamu spesial dalam acara Menyapa Senja. Selain itu kami juga mengundang para selebriti yang juga sahabat kami seperti Nagita Slavina, Cut Meyriska, Vebby Palwinta, Nina Zatulini dan sederet artis lain agar menginspirasi para penggemarnya dalam memilih busana yang modis untuk momen Ramadan dan Idulfitri,” ujar Intan.

Vanilla Hijab sendiri didirikan oleh Atina pada 2013 saat berusia 20 tahun. Atina memilih berjualan hijab online mengingat keterbatasan modal dan tempat usaha.

Pada saat itu hijab buatannya diproduksi oleh tukang jahit keliling yang biasa pangkal di depan rumahnya. Dengan tekun Atina menjalani dan mengembangkan bisnisnya dibantu oleh kakak perempuannya, Intan yang menjabat sebagai CEO Vanilla Hijab.

Berangkat dari doa, mimpi dan usaha, kakak beradik ini sukses membangun online hijab & clothing line muslim yang kini memiliki 75 karyawan.

“Vanilla Hijab berupaya agar senantiasa memberi manfaat bagi banyak orang. Mulai dari mempekerjakan penjahit keliling, hingga membantu pegawai yang sempat putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikannya. Koleksi Vanilla Hijab ini sebagian penjualannya akan digunakan untuk membangun sekolah di Palestina sebagai program kolaborasi antara Vanilla Hijab, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat dan PKPU,” tutup Atina.



Sumber: BeritaSatu.com