LiveWell Global Kembangkan Teknologi Air dan Inhalasi Hidrogen

LiveWell Global Kembangkan Teknologi Air dan Inhalasi Hidrogen
Perusahaan network marketing di bidang alat bantu kesehatan, LiveWell Global, mengembangkan Hydro-Gen Fontaine PEM dan Inhaler untuk konsumen di Indonesia. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Indah Handayani / FER Jumat, 31 Mei 2019 | 18:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mengonsumsi air dan inhalasi hidrogen untuk kesehatan, telah menjadi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat di negara-negara maju seperti Jepang, Korea, dan Amerika. Konsep inilah yang kemudian dikembangkan oleh LiveWell Global, perusahaan network marketing di bidang alat bantu kesehatan, untuk mengembangkan Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler.

Co-founder LiveWell Global, Leonar Wiesan, mengatakan, mengonsumsi air hidrogen sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup sehari-hari di negara-negara maju.

"Tak hanya itu, inhalasi gas hidrogen juga mempunyai manfaat berkali lipat dari minum air hidrogen," ujar Leonard Wiesan dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (31/5/2019).

Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler.

Baca Juga: Manfaat Air Hidrogen untuk Kesehatan dan Kecantikan

Pria yang akrab disapa Leo ini mengakui, saat ini LiveWell Global menjadi pionir dalam menciptakan generator air hidrogen portabel pertama di Indonesia yang bisa digunakan untuk inhalasi gas hidrogen. Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler sangat praktis dan efisien, serta memiliki kadar hidrogen aktif yang tinggi.

"Produk ini dibuat di Korea Selatan (Korsel), dengan menggunakan teknologi Proton Exchange Membran (PEM) yaitu suatu teknologi yang diklaim paling tercanggih untuk memproses air mineral menjadi air hidrogen, Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler juga telah memiliki sertifikasi internasional," terang Leo.

Tak sekadar diminum, melalui teknologi yang sangat modern, generator hidrogen portabel ini bisa digunakan untuk inhalasi. "Penelitian oleh seorang profesor di Jepang menyebutkan, inhalasi gas hidrogen dapat berdifusi dengan mudah ke pembuluh darah, dan lebih mudah menebus sawar otak. Sehingga penyerapannya lebih optimal ke tubuh," tutur Leo.

Tren inhalasi gas hidrogen ini pun sudah diterapkan sebagai gaya hidup penunjang kesehatan di negara-negara maju seperti Jepang dan Korsel. Penelitian mengenai air hidrogen dan inhalasi gas hidrogen untuk membantu pencegahan penyakit pun sudah diteliti oleh berbagai institusi medis di seluruh dunia. Bahkan, terdapat lebih dari 1.000 penelitian dan artikel kesehatan yang menyatakan air hidrogen dan inhalasi hidrogen mampu membantu mencegah lebih dari 170 penyakit.

"LiveWell Global sebagai perusahaan network marketing yang bergerak di bidang kesehatan dan kecantikan, sangat yakin dengan fakta terhadap keunggulan dan pentingnya air hidrogen untuk kesehatan tubuh terutama dari bahaya radikal bebas yang menjadi penyebab penyakit-penyakit kronis serta manfaatnya yang luar biasa untuk perawatan kulit," tandas Leo.

Spesialis bedah thorak dan kardiovaskular dari Rumah Sakit Hermina Kemayoran, dr Sihar Deddy K Siahaan SpBTKV, mengatakan, air hidrogen sangat bermanfaat bagi tubuh terutama untuk bantu penyembuhan penyakit.

"Hidrogen (H2) adalah unsur kimia nomor satu. Selain itu hidrogen juga merupakan gas yang paling ringan. Kondisi inilah yang membuat hidrogen bisa digunakan untuk kesehatan," jelas dr Sihar.

Melalui zat yang ringan itu, hidrogen dapat mengikat radikalbebas yang ada pada darah manusia. "Seperti yang kita ketahui, karena gaya hidup yang tidak baik, darah manusia tercampur oleh lemak dan zat radikal bebas. Zat-zat tersebut akan diikat oleh air hidrogen yang kemudian dibuang melalui air seni. Radikal bebas inilah yang menjadi salah satu sumber dari berbagai penyakit kronis, seperti jantung,  stroke, diabetes, paru dan sebagainya," tutur dr Sihar.

Dokter estetika dari RHED Clinic dan medical trainer, dr Elvin Erick Gultom, menambahkan, selain untuk kesehatan, air hidrogen pun bisa digunakan untuk kecantikan. "Fungsi antioksidan dalam air hidrogen dapat menangkal radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini pada kulit kita," kata dr Elvin.

Antioksidan pada dasarnya menyumbangkan elektron untuk menetralkan radikal bebas atau menghentikan proses kerusakannya bahwa ada keseimbangan halus antara radikal bebas dan antioksidan yang secara alami dibuat di kulit.

"Ketika keseimbangan itu hilang akibat terlalu banyak radikal bebas,kita mengalami sesuatu yang disebut stres oksidatif, yang berperan dalam penuaan dini pada kulit, hiperpigmentasi, memicu kondisi peradangan seperti eksim dan jerawat, serta kanker kulit," pungkas dr Elvin.



Sumber: BeritaSatu.com