Aroma Kopi Indonesia Pikat Pengunjung World of Coffee 2019

Aroma Kopi Indonesia Pikat Pengunjung World of Coffee 2019
Ilustrasi kopi. ( Foto: Antara )
/ FER Minggu, 9 Juni 2019 | 15:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Produk kopi Indonesia kembali menjadi magnet di ajang pameran kopi internasional, World of Coffee 2019, yang berlangsung dari tanggal 6-8 Juni 2019 di Berlin, Jerman.

World of Coffee 2019 sendiri diikuti lebih dari 300 peserta pameran dan dihadiri sekitar 10.000 pengunjung. Selain Indonesia, berbagai negara penghasil kopi seperti Brasil, Peru, Kolombia, Jepang dan Tiongkok.


Pengenalan kopi Indonesia tidak hanya disajikan dalam bentuk contoh produk dan presentasi. Pengunjung dan pencinta kopi bisa langsung menikmati aroma dan cita rasa kopi Indonesia melalui coffee cupping.

Wakil Duta Besar RI untuk Jerman, Perry Pada, mengatakan, pameran ini akan memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar internasional.

"Dari komentar dan respon para pengunjung booth Indonesia, kita yakin peminat kopi Indonesia semakin meningkat. Bahkan tadi saya amati ada beberapa transaksi dan negosiasi yang sudah dibicarakan dengan para buyers yang datang," ujar Perry, Minggu (9/6/2019).

Menurut Perry, tingginya minat dan permintaan terhadap kopi Indonesia menjadi peluang sekaligus tantangan. Tantangannya adalah bagaimana memenuhi permintaan serta menjaga kualitasnya.

"Permintaan di dalam negeri juga tinggi. Kita lihat banyak barista Indonesia yang mulai bermunculan dan berkembang saat ini. Keduanya, yakni konsumsi domestik dan kebutuhan ekspor, sama-sama penting. Untuk itu, para petani dan pengusaha kopi perlu terus kita dorong," ujar Perry Pada.

Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) Kabupaten Bandung Barat, Kurnia Danumiharja yang memimpin peserta asal Indonesia merasa gembira dengan banyaknya pengunjung booth Indonesia.

"Ternyata memang kopi kita punya karakter yang unik. Tak hanya rasa tapi juga aromanya yang mengundang. Karakter kopi yang beragam ini dipengaruhi dari karakter tanah Indonesia yang kaya dan berbeda-beda," tandas Kurnia.



Sumber: ANTARA