Ubud Dipersiapkan Jadi Destinasi Wisata Gastronomi Holistik

Ubud Dipersiapkan Jadi Destinasi Wisata Gastronomi Holistik
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya dalam jumpa pers "Kick Off" penetapan Ubud menjadi destinasi gastronomi prototype standar UNWTO di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, di Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Rabu, 12 Juni 2019 | 14:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kuliner atau yang akrab disapa ilmu gastronomi tengah dikenalkan sebagai salah satu faktor penunjang peningkatan pariwisata di Indonesia. Lantaran kuliner yang ada di Indonesia sangat beragam dan bisa jadi daya penarik wisatawan untuk datang ke Indonesia. Untuk merealisasikan pusat destinasi kuliner atau destinasi gastronomi di Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata mengajukan kawasan Ubud yang berada di Kabupaten Gianyar, Bali sebagai kawasan Destinasi Gastronomi di Indonesia kepada United Nation World Tourism Organization (UNWTO).

Hal itu yang diungkapkan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, DR. Arief Yahya dalam jumpa pers "Kick Off" penetapan Ubud menjadi destinasi gastronomi prototype standar UNWTO di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

"Penetapan Ubud ini akan menjadi contoh bagi destinasi lainnya di Indonesia dalam menata kawasan gastronomi di Indonesia. Karena secara holistik penetapan dan penilaian Ubud sebagai destinasi gastronomi merupakan yang pertama di dunia. Dan ini menjadi contoh untuk daerah lainnya seperti Bandung dan Joglosemar," ungkap Menpar.

Ditambahkan Menpar, tiga tahapan penting dalam proses mengangkat Ubud menjadi destinasi gastronomi dunia telah dilakukan pemerintah untuk kemudian dilaporkan dan diajukan kepada UNWTO.

"Tiga tahapan penting penetapan Ubud sebagai Destinasi Gastronomi Holistik pertama didunia tidaklah mudah. Harus dilakukan inventarisasi aset dan atraksi gastronomi termasuk memetakan kesiapan industri dan pelaku usaha yang kemudian dibukukan dalam sebuah laporan dan diajukan ke UNWTO. Prosesnya sudah berlangsung 1,5 tahun ini. Lalu proses kedua adalah proses verifikasi dan analisis melalui metode yang cukup detail termasuk 600 wawancara kepada semua stakeholders gastronomi, food and beverages, produsen, hotel, restoran, chefs, inisiator food festival, pemerintah daerah, penyedia transportasi, akademisi, dan wisatawan lokal juga asing. Dan proses itu telah dilakukan selama 8 hari di Ubud, Gianyar," tutur Arief Yahya.

Proses ketiga adalah rekomendasi yang perlu diterapkan dan dilakukan oleh stakeholders untuk kemudian dilakukan penilaian kedua yang dijadwalkan awal Agustus 2019.

Dalam Jumpa pers juga dihadiri Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau, Project Specialist UNWTO Aditya Amaranggana, dan Lead Experts UNWTO Roberta Garibaldi. Dan untuk Untuk dapat dinyatakan sebagai prototype, terdapat lima kriteria standar untuk Destinasi Gastronomi UNWTO di antaranya adalah gaya hidup, produk lokal, budaya dan sejarah, cerita di balik makanan, serta nutrisi dan kesehatan.



Sumber: BeritaSatu.com