Kunjungan Wisman ke Bali Turun 7,83%

Kunjungan Wisman ke Bali Turun 7,83%
Ilustrasi wisatawan mancanegara. ( Foto: Antara )
/ FER Jumat, 14 Juni 2019 | 21:54 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke beberapa destinasi pariwisata di Bali mengalami penurunan hingga 7,83 persen untuk bulan April 2019 jika dibandingkan dengan bulan sama tahun lalu.



"Tapi sayangnya tingkat wisman pada bulan April dalam tahun ini lebih rendah dari April tahun lalu, padahal dalam tiga tahun terakhir sampai 2018, itu mulai dari 2016, 2017, 2018, pasti ada rekor baru berupa peningkatan. Nah kalau April 2019 ini tidak ada," kata Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho, di Denpasar, Jumat (14/6/2019).

Adi Nugroho mengatakan untuk kunjungan wisman, biasanya di tahun lalu berlangsung sampai dengan bulan April, mulai meningkat dilihat dari siklus tahunan, dengan puncak kenaikannya ada di Bulan Juli.

Biasanya, untuk suasana pariwisata di Bali sampai dengan bulan September dan Oktober masih baik, setelah itu akan melewati low session di Bulan November, Desember, Januari hingga Februari. Namun, semestinya di tahun 2019 melewati bulan April sudah terlihat meningkat tetapi ternyata menurun.

Selain itu, jumlah kunjungan wisman selama tahun 2019, didominasi oleh wisman asal Tiongkok sekitar 23,17 persen, lalu Australia 18,34 persen dan India 6,02 persen.



Selanjutnya, Jepang 4,33 persen, Amerika Serikat 4,27 persen, Inggris 4,24 persen, Rusia 3,00 persen, Malaysia 2,97 persen, Korea Selatan 2,93 persen dan Jerman 2,60 persen.

"Perlu untuk mengingatkan pada pelaku pengawal pariwisata di Bali, sepertinya Bali sedang mengalami situasi yang berbeda dari situasi yang tahun lalu, kalau boleh saya menganjurkan perlu segera melakukan kajian, tentang apa yang membuat kunjungan di tahun ini menjadi menurun, apakah mungkin suplai pariwisata sedang menurun, atau ada pengalihan wisatawan yang sekarang lebih tertarik ke wilayah lain," jelas Adi Nugroho.

Adi Nugroho menjelaskan, meskipun penurunan terjadi tidak secara signifikan, tetapi 50 persen ekonomi Bali disumbangkan dari adanya aktivitas pariwisata, baik berupa kunjungan wisatawan asing atau juga destinasi-destinasi yang lebih sering menjadi pilihan para wisatawan.

 



Sumber: ANTARA