Komik Si Juki Promosikan Pariwisata Nusantara

Komik Si Juki Promosikan Pariwisata Nusantara
Ketua Tim Percepatan 10 Bali Baru Kementerian Pariwisata dan Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, Hiramsyah S. Thaib (kiri) berbincang-bincang dengan Kreator Si Juki, Faza Ibnu Ubaidillah (Faza Meonk) usai peluncuran buku komik “Si Juki Seri Jalan-jalan Nusantara: Petualangan di Belitung" di Jakarta, Jumat (21/6/2019) lalu. Buku ini menceritakan perjalanan tokoh komik Si Juki dan Mang Awung menelusuri destinasi pariwisata Belitung dengan keindahan dan daya tariknya yang luar biasa. ( Foto: Kementerian Pariwisata / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 25 Juni 2019 | 11:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Upaya promosi pariwisata Nusantara juga dapat dilakukan lewat komik. Buku komik ini merupakan rangkaian dari seri perdana Si Juki Seri Jalan-jalan Nusantara: Petualangan di Labuan Bajo - Flores yang merupakan komik best seller di Gramedia.

Serial buku fiksi dengan tema 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia (10 Bali Baru) dimulai dengan komik Si Juki Seri Jalan-jalan Nusantara: Petualangan di Belitung diluncurkan di Jakarta, Jumat (21/6) lalu.

Peluncuran buku tersebut dilaksanakan bersamaan dengan dua buku non-fiksi dengan tema kemaritiman, bertempat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta. Peluncuran buku tersebut diresmikan dengan penandatanganan mock-up kedua buku komik tersebut oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Panjaitan serta para pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hiramsyah S. Thaib, selaku Ketua Tim Percepatan 10 Bali Baru Kementerian Pariwisata dan Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata menyambut baik peluncuran.

“Suatu kehormatan peluncuran komik dengan tema 10 Bali Baru Si Juki Seri Jalan-jalan Nusantara: Petualangan di Belitung ini disaksikan langsung Menko Bidang Kemaritiman, Bapak Luhut Binsar Panjaitan. Dasar pemilihan tema pembuatan komik ini adalah ditetapkannya 10 Bali Baru oleh Presiden Joko Widodo pada 2017," kata Hiramsyah.

Sebagai salah satu 10 Bali Baru, kata Hiramsyah, Belitung memiliki destinasi pariwisata yang sangat menarik, mulai dari wisata alamnya seperti pantai Tanjung Kelayang, pantai Tanjung Tinggi, serta pantai Burung Mandi sampai dengan landmark ikonik seperti Tugu Batu Satam, Vihara Kwan-Im dan masih banyak lagi.

Hiramsyah mengatakan dengan tersedianya informasi mengenai pariwisata 10 Bali Baru secara menarik ini diharapkan dapat meningkatkan minat kaum millennial untuk mendatangi destinasi-destinasi di 10 Bali Baru.

Pada kesempatan yang sama, Larasati Sedyaningsih selaku penanggung jawab dari Kementerian Pariwisata untuk Tanjung Kelayang – Belitung memuji keindahan alam Belitung.

“Tidak hanya wisata alamnya, Belitung juga memiliki kuliner yang tidak kalah menarik. Salah satunya yang diceritakan dalam buku Si Juki Petualangan di Belitung mengenai wisata kuliner di rumah makan Timpu Duluk di Tanjung Pandan, sebuah tempat makan dengan nuansa melayu klasik, dan Kopi Kong Djie," tambahnya.

Buku Si Juki Seri Jalan-jalan Nusantara: Petualangan di Belitung ini menceritakan perjalanan tokoh Si Juki dan Mang Awung menelusuri Belitung. Daya Tarik Belitung sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas tidak hanya terletak pada sisi keindahan alamnya saja.

Dalam komik ini, Si Juki dan Mang Awung juga mengunjungi objek wisata kreatif yaitu replika sekolah Laskar Pelangi dan Museum Kata Andre Hirata.

Kedua objek wisata tersebut menunjukkan bahwa karya kreatif dan kekayaan intelektual memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah objek wisata. Komik ini ditulis oleh Faza Meonk, visual entertainer yang menjadi kreator karakter komik Si Juki.

Pada awalnya, Si Juki merupakan salah satu karakter dari komik strip yang diunggah di media sosial dan mendapat respon positif dari pembaca dengan lebih dari 400.000 orang menjadi penggemar Juki di Facebook dan lebih dari 500.000 followers di Twitter dan Instagram. Seri komik Si Juki diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo (Kompas Gramedia).



Sumber: Suara Pembaruan