Minuman Fermentasi Nusantara Makin Populer

Minuman Fermentasi Nusantara Makin Populer
Sopi, salah satu jenis minuman fermentasi nusantara yang berasal dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Indah Handayani / FER Selasa, 25 Juni 2019 | 16:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang kaya akan khazanah budaya. Salah satu bukti kekayaan budaya dari berbagai suku bangsa di Indonesia adalah minuman fermentasi yang diciptakan oleh para leluhur bangsa Indonesia.

Saat ini, perkembangan minuman fermentasi dinilai semakin populer. Pasalnya, jenis minuman ini bukan hanya dinikmati pada acara budaya dan adat istiadat, namun juga telah merambah ke berbagai acara lain.

Pesona Minuman Fermentasi Nusantara, di Universitas Podomoro, Jakarta, Selasa (25/6/2019). 

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Sidarto Danusubroto, mengatakan, produk minuman fermentasi nusantara harus dipromosikan agar mampu memiliki nilai jual dan mendukung sektor pariwisata Indonesia.

“Kalau bisa, produknya juga harus di ekspor,” kata Sidarto dalam acara Pesona Minuman Fermentasi Nusantara, di Universitas Podomoro, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Senada dengan Sidarto, mantan Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin, mengungkapkan, minuman fermentasi harus dikembangkan sebagai salah satu budaya dan ciri khas bagi Indonesia.

"Oleh karena itu, diperlukan riset sehingga menghasilkan minuman yang berkualitas," ucap Saleh Husin.

Sementara itu, Harry Nazarudin dari Komunitas Jalansutra mengatakan, jika ditilik dari sejarahnya, minuman dan teknologi fermentasi di Indonesia berasal dari dua arah.

"Pertama, migrasi manusia purba ke Indonesia yang membawa ragi dan bibit pohon aren. Kedua, berasal dari alam Indonesia yang memberi teknologi fermentasi yang khas seperti yang terjadi pada tape ketan,” jelas Harry.

Harry menambahkan, hal ini berarti minuman fermentasi merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan juga sangat berpotensi menjadi ikon Indonesia yang berdaya tarik internasional.

"Di tengah tekanan banyak pihak, beberapa minuman fermentasi ternyata mampu bertahan dan bahkan sudah dikomersialisasikan. Contohnya Sopi dari NTT," tandas Harry.

Dekan Fakultas Sosial Universitas Podomoro, Dea Prasetyawati, menambahkan, dalam kesempatan ini pihaknya juga menyelenggarakan cocktail competition dengan menggunakan minuman fermentasi sebagai bahan campuran.

"Dalam rangka melestarikan warisan budaya Indonesia, kami berkomitmen untuk memasukkan minuman fermentasi sebagai bagian dari kurikulum kuliah bisnis perhotelan,” kata Dea.



Sumber: BeritaSatu.com