Kafe untuk Pencinta Anjing Kini Hadir di Uluwatu

Kafe untuk Pencinta Anjing Kini Hadir di Uluwatu
Dog Grocer & Cafe, tempat nongkrong baru di Uluwatu yang ditawarkan bagi pemilik anjing, yang dibuka seja 11 Juli 2019. (Foto: istimewa)
I Nyoman Mardika / LES Sabtu, 13 Juli 2019 | 12:45 WIB

Uluwatu, Beritasatu.com - Kehadiran kafe saat ini bukan hanya untuk tempat nongkrong anak muda maupun usia matang. Di tempat wisata Uluwatu, Bali, kafe justru dipersembahkan untuk pemilik dan pencinta hewan berkaki empat, yakni anjing-anjing.

Dog Grocer & Cafe yang dibuka sejak 11 Juli 2019, memang dipersembahkan khusus kepada pemilik anjing. Kafe beroperasi setiap hari Selasa-Minggu mulai jam 10.00- 17.00 WIB. Kafe berlokasi di jalan Raya Uluwatu Pecatu, Br. Bakung Sari, Ungasan- Bali.

Kehadiran kafe ini pastinya menjadi kenikmatan tersendiri bagi pencinta anjing dari berbagai macam jenisnya, sebut saja jenis anjing lokal Bali, mixed, dan juga anjing ras. Dalam kafe ini, si pemilik bisa menikmati suasana santai dan bersahabat bersama anjing-anjing mereka, sambil sesekali membeli kebutuhan anjing yang disediakan di kafe.

“Di sini pengunjung dapat menikmati berbagai sajian menu kafe, sembari mengajak anjing kesayangan bermain," kata Nungky Budisantosa bersama Nenden Syahro, perintis Dog Grocer Cafe, di sela-sela peluncuran kafe, belum lama ini.

Pengunjung juga dapat menemukan berbagai jenis makanan, aksesori sampai dengan keperluan mandi untuk anjing. Uniknya desain interior kafe sengaja dibuat dari bahan kayu yang ada di kawasan pariwisata Jimbaran, Badung.

Sementara untuk harga produk juga tidak malah, dimulai dari harga Rp 15.000 hingga Rp 450.000.

Kafe untuk anjing ini juga menyediakan tempat bermain indoor dan outdoor yang berisikan kolam mini berbentuk tulang.

“Kami juga mencoba memberikan edukasi pada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan anjing, mulai dari makanan sampai kesehatan. Semua produk untuk anjing kami buat natural,” ujarnya.

Dipastikan berbagai produk yang ditawarkan tidak mengandung kimia yang dapat merusak organ serta kulit anjing kesayangan, bahkan seminimal mungkin menggunakan bahan dari plastik.

"Inilah bentuk komitmen kami menindaklanjuti Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai," ucapnya.

Inspirasi
Nungky dan Nenden mengaku terinspirasi untuk mendirikan kafe dari rasa kecintaan dan kepeduliannya terhadap anjing. Sengaja dipilih Bali karena melihat pasarnya cukup luas.

“Mendatang kami akan menghadirkan dokter hewan di setiap minggunya, dan akan ada grooming. Informasinya itu bisa dicek langsung di sosial media kami,” katanya.

Lebih jauh Nungky dan Nenden pun telah berencana untuk mengumpulkan teman-teman yang memiliki kecintaan kepada anjing-anjing dan dari penjualan produk tersebut, sebagian didonasikan ke Bali Pet Crusder dan beberapa yayasan.

“Kami melihat di Bali ini masih ada anjing yang dibuang dan dipelihara belum optimal,” ujarnya.

 



Sumber: Suara Pembaruan