Sulut Siap Jadi Destinasi Utama Pariwisata Nasional

Sulut Siap Jadi Destinasi Utama Pariwisata Nasional
Olly Dondokambey. ( Foto: Antara )
Novy Lumanauw / FER Senin, 15 Juli 2019 | 19:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, menegaskan, Sulut siap menjadi salah satu destinasi utama pariwisata di Indonesia, selain Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan Sumatera Utara (Sumut).

Olly mengatakan, saat ini pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut terus melakukan pembenahan, termasuk membangun infrastruktur jalan raya dan pelabuhan serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM).

"Kalau kita di Sulut, bukan hanya Pulau Bunaken. Masih banyak destinasi lainnya, seperti Pulau Lembeh, Likupang, dan lainnya. Hanya saja permasalahannya kita harus mendatangkan turis lebih banyak dan menyediakan infrastruktur memadai,” kata Olly usai menghadiri rapat terbatas (Ratas) Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Ratas Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dan sejumlah gubernur.

Olly mengatakan, saat melakukan kunjungan kerja ke Sulut pada 4 Juli lalu, Kepala Negara telah melihat langsung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.

Pengembangan kawasan yang bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata dan perekonomian daerah, kata Olly, memerlukan kerja sama semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta.

"KEK Pariwisata yang dikunjungi Bapak Presiden di Likupang, kalau didorong, saya yakin akan menghasilkan 1 juta kunjungan turis setiap tahun,” jelas Olly.

Menurut Olly, selain membangun infrastruktur, kualitas serta daya saing sumber daya manusia (SDM) terus ditingkatkan agar dapat melayani wisatawan asing dengan baik.

"Kami sudah memulai. Kami sudah mulai mengirim SDM ke Tiongkok untuk mempelajari bahasa Tiongkok selama dua tahun. Jalan-jalan sudah mulai kita perbaiki, tapi kendalanya adalah dana APBD kecil. Tanpa ditopang pemerintah pusat tidak bisa jalan maksimal," tandas Olly.



Sumber: Investor Daily