Mitra Seni Indonesia Gelar Festival Seni dan Bazar 2019

Mitra Seni Indonesia Gelar Festival Seni dan Bazar 2019
Pembukaan Mitra Seni Indonesia di Jakarta, Selasa (23/17/2019) ( Foto: ist / ist )
Mardiana Makmun / MAR Selasa, 23 Juli 2019 | 23:51 WIB


JAKARTA, Beritasatu.com-- Gelaran Festival Seni dan Bazar Mitra Seni Indonesia (MSI) 2019 mendapatkan apresiasi positif dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Republik Indonesia.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Ir. Victoria br Simanungkalit, MM, yang mewakili Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam sambutan saat membuka Festival Seni dan Bazar Mitra Seni Indonesia merespon inisiatif Ibu-Ibu yang tergabung dalam MSI untuk selalu mengumpulkan dan membangun energi positif secara kolektif dalam berbagai aktivitas seni dan budaya serta usaha yang dikembangkan MSI serta berbagai hasil kreasi kriya dan kuliner anggota MSI maupun komunitas lainnya.

"Kemenkop UKM mengapresiasi kerja konkret dan karya cerdas MSI sebagai wadah bagi pecinta, pemerhati serta pelaku seni dan budaya Indonesia dalam pengembangan bakat dan potensi dalam berkesenian dan berbudaya. Bahkan MSI sudah memiliki 800 anggota dengan berbagai aktivitas pelatihan. Ini merupakan prestasi yang patut diapresuasi,"ujar Victoria br Simanungkalit di sela-sela peninjauan stand pameran Bazar MSI di Gedung Carakaloka Kemenlu, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Kemenkop UKM, kata Victoria juga siap memfasiltasi anggota MSI yang tersebar di seluruh nusantara untuk mendukung pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) karya seni dan budaya serta produk kreatif lainnya secara cuma-cuma, termasuk akses permodalan, aspek kelembagaan, produksi, pemasaran dan SDM untuk pengembangan para pelaku koperasi dan UKM di MSI ini.

Di tempat yang sama Ketua Umum Mitra Seni Indonesia Sari Ramdani dalam sambutannya, yang disampaikan oleh Ketua I MSI, Hesti Indah Kresnarini mengatakan, kegiatan ini diharapkan memberi peluang untuk memperkenalkan berbagai aktivitas seni yang dikembangkan oleh MSI, serta berbagai hasil kreasi dan karya para Ibu-Ibu anggota MSI, komunitas seni terkait , maupun para UMKM pada umumnya.

"Berbagai kegiatan semacam ini, akan memberi terobosan pemasaran, agar hasil karya seni ataupun hasil produksi dari anggota MSI dapat dipromosikan dan dipasarkan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha dan pada akhirnya dapat menggerakan roda perekonomian bangsa," ujar Sari Ramdani yang dikenal sebagai pegiat seni dan putri Mantan Kepala BKPM, Ir Sanyoto Satrowardojo di era Presiden Soeharto ini.

Sementara, Ketua I MSI Hesti Indah Kresnarini, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian dalam memperingati hari ulang tahun MSI ke 12.

Dalam kegiatan ini, Mitra Seni Indonesia mengajak komunitas seni generasi milenial untuk bersama-sama melestarikan dan mengembangkan seni budaya Indonesia di kalangan generasi milenial.

Menurutnya, generasi milenial yang berpartisipasi dalam kegiatan ini diantaranya keroncong Swara Mangun hingga seni pentas dari Sanggar Drupadi. Selain itu pada kegiatan ini juga tampil Arumba Melodi Manis dari komunitas Warga Jepang di Indonesia, yang cinta akan kesenian tradisional dan kelompok Angklung ibu-ibu Ikatan Istri Pimpinan BUMN.

Mitra Seni selaku tuan rumah juga tampil memukau dengan kebolehannya memainkan Kolintang, Angklung, Arumba, Paduan Suara, serta Tangklung yaitu kolaborasi yang memadukan dua alat musik angklung dan kolintang. Selain itu juga tampil group tari tradisional, line dance dan olah vocal

Festival Seni dan Bazar MSI 2019 diikuti lebih dari 100 stand produk yang menggelar seni kriya, seperti: fesyen, jewellery, aksesoris, home dekor, lukisan dan juga seni kuliner dari berbagai daerah di Indonesia, serta produk jasa terkait. Festival Seni dan Bazaar ini akan dilaksanakan dari tanggal 23-25 Juli 2019, dengan dimeriahkan antara lain demo masak dari Chef Ragil, peragaan busana dari para desainer serta talk show dari pakar ekonomi management Prof. Rhenald Kasali, PhD yang akan membahas tentang perkembangan dunia usaha dan industri seni.

Mira Amarhosea, pengusaha Batik Malam 200 yang mengisi bazar menghadirkan koleksi busana batik yang dipadu dengan bahan lain. “Saya memadukan batik dengan bahan sifon, tenun lurik, dan brokat, supaya batik tetap tampil menarik dan tidak membosankan,” kata Mira yang memberdayakan perajin batik tulis dari Pekalongan, Curebon, dan Tuban.



Sumber: Investor Daily