Partisipasi dalam FHI 2019

Sasa Hadir Kembangkan Inovasi di Bidang Kuliner

Sasa Hadir Kembangkan Inovasi di Bidang Kuliner
Peserta manyajikan hasil masakannya yang menggunakan Santan Sasa pada kompetisi “Salon Culinaire" di FHI 2019. ( Foto: Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Kamis, 1 Agustus 2019 | 09:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Sasa Inti, perusahaan yang bergerak di bidang bumbu makanan berpartisipasi dalam pameran kuliner dan perhotelan terbesar di Indonesia, Food and Hotel Indonesia (FHI) 2019, 24 – 27 Juli 2019. Pameran yang digelar setiap dua tahun sekali ini diikuti 1.300 peserta, dan menghubungkan lebih dari 30.000 pembeli dari 38 negara.

“Sebagai perusahaan pembuat bumbu dapur (Kitchen Food Brand), Sasa tidak hanya sekadar menjadi peserta pameran, namun juga hadir untuk memberikan kontribusinya dalam mengembangkan inovasi di bidang kuliner,” ujar GM of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (1/8/2019).

Albert Dinata menyebutkan, pameran ini merupakan wadah bagi Sasa dan para konsumen untuk saling bertukar ide dan pikiran untuk sama-sama berinovasi. “Kami juga kedatangan dua profesional in house chef Sasa yaitu Chef Kong dan Chef Vania, yang melakukan demo memasak, yang pastinya akan sangat interaktif dan memberikan pengalaman baru terhadap pengunjung yang datang ke booth kami,” ujarnya.

Dijelaskan, pada pameran FHI 2019 kali ini Sasa juga ingin berbagi informasi tentang berbagai macam varian produk Sasa, dan juga demo memasak yang bertujuan untuk membuktikan bahwa Sasa sebagai pelopor bumbu dapur dapat menjadi sahabat memasak untuk konsumen.

Memiliki slogan Sasa Melezatkan, Sasa sudah menjadi sahabat masakan rumah karena menjadi bumbu dapur yang memberikan kelezatan setiap sajian yang dimasak, dan dapat digunakan secara praktis sehingga merek ini sudah menjadi bagian dari aktivitas memasak sehari-hari.

”Berinteraksi langsung dengan konsumen atau pengunjung dapat memberikan pengalaman yang berbeda dalam memasak. Memasak menggunakan bumbu Sasa yang banyak varian dan kaya akan rasa, mempertegas bahwa Sasa hadir untuk menyajikan makanan dengan praktis tanpa mengurangi kelezatan masakan, dan menjadikan setiap konsumen koki di rumahnya” ujar Chef Randy Kong yang di temui di booth Sasa.

Albert Dinata mengemukakan, keikutsertaan Sasa pada event yang dihadiri oleh pengunjung internasional ini juga mempertegas posisi Sasa sebagai perusahaan bumbu dapur terdepan dari Indonesia yang terus melakukan inovasi dan turut berkontribusi pada pasar lokal maupun internasional.

Selain membuka booth, Sasa juga turut ambil bagian pada “Salon Culinaire” kompetisi chef profesional terbesar di Indonesia yang juga bagian dari acara FHI 2019. “Sasa mendukung dua kategori kompetisi yang diadakan yakni kategori “Nusantara Lesehan” dan “Indonesian Family Style Hot Cooking”

Pada kedua kategori ini chef yang bertanding akan diberikan tantangan memasak menggunakan produk Sasa yaitu Sasa Santan dan Sasa Sambal Terasi untuk kategori “Nusantara Lesehan” dan Sasa Santan untuk kategori “Indonesian Family Style Hot Cooking”.

“Kami berharap dengan berkontribusinya Sasa pada kompetisi “Salon Culinaire" yang juga bagian dari FHI 2019 ini dapat memberikan dukungan kepada para chef untuk terus berkreasi dan berinovasi sehingga ke depannya akan berdampak baik bagi perkembangan industri kuliner di Indonesia,” ujar Albert Dinata.

Ditambahkan, komitmen Sasa untuk hadir dan memperkaya masakan para konsumen di Indonesia terbukti dengan adanya jutaan toko retail tersebar di seluruh Indonesia. Dengan penetapan harga yang kompetitif dan pengiriman yang dapat diandalkan, Sasa dapat menjangkau setiap sudut wilayah di Indonesia sehingga berbagai lini produk Sasa dapat dengan mudah ditemukan baik di pasar tradisional maupun pasar modern seperti di hypermarket, supermarket, dan minimarket.

“Selain itu, Sasa juga telah merambah pasar internasional dengan dilakukannya kegiatan ekspor sejak lebih dari satu dekade ke pasar Asia, Timur Tengah, Afrika dan ke beberapa negara lainnya yang memiliki prospek baik untuk dipasarkan,” pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan