AMAN Gelar Festival Kuliner Nusantara

AMAN Gelar Festival Kuliner Nusantara
Kiri ke kanan: Direktur Perluasan Partisipasi Politik Masyarakat Adat AMAN Abdi Akbar, Ketua Panitia HIMAS 2019 Mina Susana Setra, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Rukka Sombolinggi, dan Direktur Eksekutif REKAM Nusantara Foundation Een Irawan Putra. ( Foto: Beritasatu Photo / Yeremia Kurnia Aji )
Yeremia Aji / FER Kamis, 1 Agustus 2019 | 18:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Nasib masyarakat adat di wilayah Nusantara dinilai masih terpinggirkan secara politik dan ekonomi. Kondisi tersebut menjadi salah satu sorotan Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) yang jatuh pada tanggal 9 Agustus, sekaligus merayakan 20 tahun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

"Perayaan 20 tahun AMAN dan HIMAS 2019 akan dilangsungkan pada tanggal 9 - 11 Agustus di Taman Ismail Marzuki dengan mengangkat tema Meneguhkan Tekad, Memperkuat Akar, Mengedepankan Solusi,” ujar Ketua HIMAS 2019, Mina Susana, di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Mina menambahkan, tujuan dari perayaan ini sebenarnya melakukan dialog dengan pemerintah tentang berbagai perkembangan kebijakan terhadap masyarakat adat, mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Adat Nusantara, mendorong kesadaran akan perbedaan budaya dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Acara ini sekaligus juga mengajak masyarakat untuk menyaksikan dan belajar serta terlibat secara langsung dalam berbagai event nanti," tandas Mina.

Sekjen AMAN, Rukka Sombolinggi mengatakan, selama 20 tahun AMAN telah terjadi banyak perubahan."Ada kemenangan-kemenangan kecil dan besar yang patut dicatat, ada pencapaian dan penghargaan dari berbagai pihak baik dinasional, daerah regional serta international,” kata Rukka Sombolinggi.

Menurut Rukka, pemerintah sampai saat ini belum berkomitmen serius terhadap UU yang harusnya segera hadir untuk melindungi hak hak masyarakat adat. "Tumpang-tindih lempar-lemparan semacam ini sudah terjadi sejak zaman pemerintahan SBY sampai dengan sekarang," ujar Rukka.

Perayaan 20 tahun AMAN dan HIMAS ini melibatkan 1.500 orang yang berasal dari perwakilan masyarakat adat dari berbagai wilayah nusantara, negara, pemerintah nasional dan daerah, para penggiat seni, dan organisasi lainnya termasuk mitra.



Sumber: BeritaSatu.com