Mengarungi Pesona Kepulauan Tanpa Gerbang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mengarungi Pesona Kepulauan Tanpa Gerbang

Selasa, 13 Agustus 2019 | 08:07 WIB
Oleh : Nurlis E Meuko / NEF

TAK semua wilayah Jakarta laksana lautan kendaraan penyebab polusi dan kemacetan. Masih ada Kepulauan Seribu yang menawarkan cerita indah: damai dan tenang bersama begitu banyak pesona alam yang menghiasi lautan nyata.

Bahkan, perbedaan itu sudah terasa begitu tiba di dermaga Marina, Ancol, Jakarta Utara, ketika disambut belaian angin laut sepoi-sepoi. Atmosfer yang sama juga terasa di Muara Angke dan Kali Adem.

“Ketiga pelabuhan ini melayani pelayaran ke berbagai kawasan di Kepulauan Seribu,” kata Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad, kepada BeritaSatu.com, pekan lalu.

Hanya saja, suasana Jakarta itu masih terasa begitu melongok ke air laut di tiga pelabuhan yang keruh tercemar aneka sampah dan limbah. Setelah kapal beranjak menjauhi dermaga, lautan tampak semakin jernih. Ini menjadi pertanda memasuki Kepulauan Seribu yang tanpa gerbang itu.

Lautan yang membentang selama berlayar adalah kawasan perairan dan daratan pulau yang membujur dari Pulau Sebira--sebelah utara--ke arah tenggara di Teluk Jakarta.

Terletak di sebelah utara Teluk Jakarta, wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu seluas 869,61 hektare yang berupa pulau-pulau kecil yang bertabur di perairan DKI Jakarta yang mencapai 6.997,50 kilometer persegi (699.750 hektare).

Secara geografis, kepulauan ini berada pada satu kawasan pelayaran laut yang memiliki tiga arah, yaitu pertama, perairan Bangka Belitung bagi Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, dan kedua, Selat Sunda bagi Samudera Hindia, serta ketiga, adalah Laut Jawa yang dari arah timur.

Hingga saat ini, perairan Kepulauan Seribu merupakan bagian dari jalur pelayaran internasional lintas Australia.

Di jalur itulah speedboat mengarungi laut menuju pusat Kabupaten Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka. Sepanjang berlayar hanya ada keindahan laksana lukisan. Cahaya matahari menerpa punggung laut bergelombang mengayun perahu nelayan yang ditingkahi burung melayang di udara.

Perlahan boat merapat ke pelabuhan Pulau Pramuka. Di sini ada tiga dermaga, yang paling kiri adalah tempat pelelangan ikan (TPI), di sebelah kanannya di depan rumah sakit adalah terminal utama pelabuhan tempat naik turun penumpang, lalu tepat di depan Kantor Bupati Kepulauan Seribu ada satu lagi dermaga untuk sandar kapal pemerintahan.

Pelabuhan Pulau Pramuka hanya aktif dari pukul 6.30 pagi hingga pukul 17.00 sore. Dimulai dengan hiruk-pikuk perahu dan kapal pengangkut anak sekolah dari pulau lain, kemudian dilanjutkan dengan kapal penumpang yang bersandar dan berakhir sore hari.

Tanpa Polusi
Waktu seperti bergerak lambat di Pulau Pramuka. Tanpa hiruk pikuk dan sepi dari kebisingan. Tentu tanpa polusi. Di sini tak ada mobil. Beberapa sepeda motor berseliweran tak begitu berguna, dan sepeda dikayuh seadanya, sebab mengelilingi pulau seluas 16,73 hektare ini cukup dengan berjalan kaki.

Menurut sejumlah literatur, Pulau Pramuka ini sebelumnya bernama Pulau Lang (Elang), sebab di sinilah habitat burung elang bondol yang sekarang menjadi lambang DKI Jakarta. Sejak 1980, elang-elang menghilang dan berganti menjadi permukiman penduduk yang padat.

Belakangan nama pulau ini berganti menjadi Pulau Pramuka karena memang para anggota pramuka berlatih di sini sebelum ada Bumi Perkemahan Cibubur di Jakarta pada era 1950-1970.

Kemudian menjadi pusat pemerintahan kabupaten sejak 2003, tepatnya empat tahun setelah Kecamatan Kepulauan Seribu ditingkatkan statusnya menjadi kabupaten administratif sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Ketika tim liputan BeritaSatu.com berkunjung, Pulau Pramuka sudah dipadati penduduk. Kendati sebagai pusat kabupaten, tetapi di sini tak ada pasar. Bahkan, tak satu pun ruko ada di sini. Hanya rumah-rumah penduduk yang difungsikan menjadi warung dan kios-kios kecil di pelabuhan.

Suasananya seperti kompleks perumahan yang tertata tertata rapi dan bersih. Dilengkapi masjid, rumah sakit, kantor pos, sekolah, dermaga, TPI, vila, dan penginapan bagi pengunjung wisata. Terdapat sembilan sarana pendidikan berjenjang, dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Lahan hijau di sebelah kiri pulau menjadi pusat aktivitas masyarakat untuk mengolah sampah dan menanam pohon. Juga terdapat sarana pelestarian penyu sisik. Selain itu, ada pula penanaman bakau yang ditata apik dan ramai dikunjungi wisatawan.

Dari Pulau Pramuka inilah Kabupaten Kepulauan Seribu dikendalikan. Husein Murad tercatat sebagai bupati ke-10 yang mengelola 110 pulau di Kepulauan Seribu. Ia dilantik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 5 Juli 2018.

Tak semua pulau berpenghuni. Penduduk yang berjumlah sekitar 25.000 jiwa hanya mengisi 11 pulau. Selebihnya adalah pulau wisata dan karang. Warga Pulau Pramuka melakoni pekerjaan sebagai nelayan dari Senin sampai Jumat. Sedangkan Sabtu-Minggu, mereka bersalin rupa menjadi pemandu wisata dan menyewakan perahunya untuk wisatawan.

Kawasan Wisata
Sebetulnya, kawasan Kepulauan Seribu bergerak ke arah kawasan wisata bahkan menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas atau biasa disebut "10 Bali Baru" yang ditetapkan pemerintah sejak 2016.

“Saat ini banyak penduduk beralih profesi--atau setidaknya berprofesi ganda--dari nelayan menjadi pelaku usaha wisata, seperti membuka homestay, menjadi pemandu wisata, dan menyewakan perahu ikan untuk mengantar wisatawan ke titik destinasi,” kata Bupati Husein.

Berkaitan dengan wisata, maka perilaku bersih menjadi poin penting Husein. Di titik ini, ia telah mampu membuat penduduk Kepulauan Seribu menjadi sangat sadar kebersihan.

Masalah justru datang dari para wisatawan yang datang dari Jakarta dan sekitarnya. Mereka membuang sampah sembarangan dan mencampakkan kemasan minuman ke dalam lautan yang jernih. Wargalah yang kemudian membersihkannya.

Untuk meningkatkan kualitas dunia wisata di Kepulauan Seribu, Husein sedang mengupayakan agar pemandu wisata mampu menguasai bahasa asing. “Minimal bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Sebab pengunjung dari Tiongkok makin hari kian bertambah,” katanya. Rencana ini sedang digodoknya.

Selain itu, Husein juga mengawinkan budi daya kelautan dengan pariwisata. Alasannya, katanya, budi daya kelautan lebih ramah lingkungan ketimbang pekerjaan nelayan tangkap.

“Laut yang indah, maka wisatawan betah. Wisatawan tertarik datang menyelam menikmati keindahan bawah laut,” katanya.

Saat ini, ia juga mengembangkan pertanian rumput laut (seaweed). Ia rajin berenang untuk melihat perkembangan para petani rumput laut di Kepulauan Seribu.

Pengembangan budi daya rumput laut ini dinilai dapat melestarikan lingkungan kelautan, sebab rumput laut membutuhkan nutrien yang berasal dari air di terumbu karang yang memiliki kemampuan menstabilkan nutrien.

Ternyata Husein bukan hanya berteori. Ia sendiri sering nyemplung ke dalam laut di pagi hari untuk memantau tempat budi daya kelautan. Tak lupa ia merekam video dan mempromosikannya agar mendapat bantuan pemerintah dan tentu saja ini menjadi bagian dari program wisata itu sendiri.

Sambutan Baik
Program pemerintah itu tampaknya mendapat sambutan baik dari masyarakatnya. Misalnya, Muhibi, seorang nelayan yang sangat memperhatikan keindahan laut dan kebersihan pulau. “Secara pembangunan sudah dilaksanakan secara bertahap dan dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Muhibi, hanya segelintir masyarakat saja yang masih belum sadar pentingnya kebersihan. “Beberapa juga belum sadar pentingnya merawat karang untuk keindahan. Nelayan-nelayan dari luar pulau masih ada yang berperilaku merusak laut. Perlu kesadaran masyarakat yang menyeluruh,” katanya.

Pendapat yang sama disampaikan Baby Widyafatika, pengelola sebuah rumah penginapan di Pulau Pramuka. Ia mengatakan, wisatawan yang datang ke Kepulauan Seribu adalah yang suka pada keindahan alam.

“Perawatan lingkungan dan kebersihannya menjadi bagian yang sangat penting," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

The Atjeh Connection Menyatukan Kopi, Kuliner dan Silaturahmi

The Atjeh Connection justru memadukan konsep sepiring kuliner atau secangkir kopi untuk bersilaturahmi.

GAYA HIDUP | 11 Agustus 2019

Lewat "Indonesia Ramah", Mahasiswa Poltekpar Dukung Target 20 Juta Wisman

Medsos harus dimanfaatkan untuk tujuan positif bukan menjadi sarana menebar kebencian, yang bisa memengaruhi keinginan wisatawan untuk ke Indonesia.

GAYA HIDUP | 10 Agustus 2019

Selow Food Hadir agar Kuliner Indonesia Digandrungi

Kuliner yang beragam menunjukan tradisi kuliner Indonesia memiliki akar kegotongroyongan yang kuat.

GAYA HIDUP | 10 Agustus 2019

Siti Nurhaliza Melirik Peluang Bisnis di Indonesia

Tidak mau kalah dengan aktris Hollywood, penyanyi asal Malaysia, Siti Nurhaliza, melihat peluang besar di industri perawatan wajah.

GAYA HIDUP | 9 Agustus 2019

Pasar Nusantara Membidik Generasi Milenial

Merayakan peringatan 17 Agustus mendatang, Pasar Nunsantara dengan nuansa milenial hadir di kawasan Pondok Indah, sejak 1-18 Agustus 2019.

GAYA HIDUP | 10 Agustus 2019

Rokupang Dotukuo Buka Peluang Kemitraan

Rokupang Dotukuo memberikan promo diskon 50 persen untuk kemitraan waralaba.

GAYA HIDUP | 9 Agustus 2019

Luna Maya Luncurkan Brand Kecantikan Nama Beauty

Sebagai langkah awal, Nama Beauty Luna menghadirkan rangkaian lip cream sebanyak 12 shades untuk kalangan wanita Indonesia.

GAYA HIDUP | 9 Agustus 2019

Chaiholics, Tea Bistro Pertama di Indonesia

Chaiholics menawarkan sensasi minuman teh racikan mesin espresso

GAYA HIDUP | 8 Agustus 2019

Ajang Herbamojo Jelajah Alam Uji Stamina Offroader

Offroad bukanlah sekedar mengendarai mobil di jalan yang memiliki medan ekstrem.

GAYA HIDUP | 8 Agustus 2019

Tip Memilih Serum Sesuai Kondisi Wajah

Demi menjaga kesehatan wajah, kaum hawa biasanya melakukan beberapa tahapan perawatan setiap harinya.

GAYA HIDUP | 8 Agustus 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS