Para Bidadari, Simbol Perjuangan Muda-mudi Seni

Para Bidadari, Simbol Perjuangan Muda-mudi Seni
Para penari dan model tampil dalam pergelaran Bidadari Bidadari di JFFF, Sabtu 10 Agustus 2019. (Foto: istimewa)
Elvira Anna Siahaan / EAS Minggu, 11 Agustus 2019 | 13:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Swara Gembira, kembali menghadirkan pergelaran kolosal bertajuk Bidadari Bidadari di Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF), Sabtu (10/8/2019). Bersama dengan Lakon, Swara Gembira menampilkan simbol perjuangan muda-mudi masa kini dalam mengembalikan kejayaan seni budaya Indonesia.

Bidadari Bidadara, mengisahkan tentang dewa dan dewi yang turun ke muka bumi untuk mempersembahkan keindahan ragam seni dan budaya pertiwi. Diharapkan keindahan seni ini bisa menjadi inspirasi insan manusia dalam merevolusi seni budaya agar terus tetap lestari.

Pada gelaran ke-8 ini, Swara Gembira didukung oleh Mitra alas kaki Brodo dan MKS, Mitra tata rias Sari Ayu, serta mitra produksi DSS Indonesia. Pergelaran Bidadari Bidadari juga mengajak siapa saja yang ingin hadir untuk turut mengenakan busana bergaya Indonesia.

Dikatakan Deputy Chairman JFFF, Cut Meutia, saat ditemui Beritasatu.com, Sabtu (10/8/2019), di sela-sela pergelaran Bidadari Bidadari, akan ada 3 kejutan yang disajikan Swara Gembira untuk menjadikannya beda dari pergelaran-pergelaran sebelumnya.

Pertama, untuk pertama kalinya Swara Gembira meluncurkan beragam koleksi busana Indonesia yang sudah direvolusi hingga relevan seiring perkembangan zaman. Koleksi busana banyak memadukan material modern dengan teknik proses
pengolahan yang bisa memberikan unsur ke-Indonesiaan yang kuat, seperti teknik batik cap dan cetak saring.

Kedua, untuk pertama kalinya Swara Gembira merilis lagu yang dibawakan pada bagian pembuka dan penutup khusus untuk pergelaran ini.

Ketiga, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah berdirinya, Taman Air Mancur Sentral Senayan akan disulap menjadi panggung pergelaran terbuka dan Swara Gembira akan banyak memanfaatkan topografi area taman yang terkenal dengan air mancurnya ini.

"Swara Gembira adalah paguyuban muda-mudi yang berdiri sejak Maret 2017. Swara Gembira sadar bahwa Indonesia memiliki harta karun keindahan yang harus diperjuangkan untuk menjadi mercusuar dunia hiburan mancanegara,” kata Cut Meutia.



Sumber: BeritaSatu.com