Dinamika Anak Pulau Sahabat Laut
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dinamika Anak Pulau Sahabat Laut

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 07:09 WIB
Oleh : Nurlis E Meuko / NEF

PERAHU nelayan merambat meninggalkan pelabuhan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Ombak malas mengayun melenakan. Sejauh mata memandang hanya terlihat lautan lepas mengapungkan pulau-pulau kecil di atasnya.

Langit biru berhias awan putih yang melayang bergerak pelan. Matahari sangat terik pada petang awal Agustus lalu. Sinarnya menghujam beningnya laut hingga terlihat beragam jenis ikan sedang mencandai karang.

Sementara Bahrun mengendalikan kemudi perahu dengan telapak kakinya. Pria 54 tahun yang akrab disapa Belung ini bukan sedang pamer keahlian. Ia jengkel lantaran janji karet wisatawan dari Jakarta yang menyewa perahunya.

"Terlambat dua jam. Seharusnya saya bisa dapat uang Rp 700.000. Begitulah wisatawan lokal, memang suka molor. Berbeda dengan wisatawan asing, sebelum saya sampai pelabuhan, mereka sudah menunggu," kata Belung dengan wajah ditekuk.

Omelan kecil Belung mewarnai raungan mesin perahunya yang terbatuk-batuk. Namun, tak mengurangi semangatnya melayani wisatawan. Ia serius mencari tempat terbaik menikmati alam bawah laut. "Datang dari jauh, mereka ingin menikmati keindahan alam di sini," katanya.

Keindahan Karang
Di hidung perahu, anak muda itu duduk memandang tajam dalam laut. Melongok kiri dan kanan, dialah kompas hidup pengarah Belung. Namanya Aries. Berusia 18 tahun, ia putra sang nakhoda kaki. Belung menyebut, nama anaknya dan namanya memang satu suku kata.

Di satu titik, Aries minta laju perahu diperlambat. Pemuda berkulit legam dibakar matahari itu terjun ke laut dan menghilang, lalu muncul tak jauh dari perahu. Ia mengatakan sudah menemukan tempat yang pas bermain bersama ikan dan karang-karang laut.

Semua penumpang perahu yang berjumlah 10 orang bersalin pakaian renang. Lalu membuka tong yang berada di atas lambung perahu dan mengambil perangkat snorkeling. Selanjutnya, semuanya terjun menikmati alam bawah laut.

Walau berada di tengah laut, mereka tak ada yang tenggelam. Bahkan bisa berdiri, seolah-olah berada di laut yang dangkal yang air cuma sebatas leher. Ternyata mereka menjejakkan kaki di atas karang-karang laut. Rupanya, lokasi yang seperti inilah yang dicari ayah dan anak ini untuk tamu wisatawannya.

Belung mengatakan lokasi menyelam ini masuk kawasan perairan Pulau Panggang yang memang tetangga Pulau Pramuka.

"Lokasi ini yang dekat kita jangkau sebab sudah sore. Sebetulnya sangat banyak tempat yang lebih bagus," katanya.

Kalimat Belung tak berlebihan. Kepulauan Seribu kaya akan keindahan bawah lautnya. Selain di kawasan Pulau Galang dan Pulau Pramuka, hampir seluruh perairan Kepulauan Seribu menyimpan kekayaan bawah laut yang menawan.

Perairan Pulau Panggang ini masuk kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Dasar hukumya adalah Surat Keputusan Menhut Nomor 8310/Kpts-II/2002, tanggal 13 Juni 2002. Status yang sama juga berlaku untuk Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan. Semuanya berada di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Adapun luasnya mencapai 107.489 hektare (22,65 persen dari luas perairan Kepulauan Seribu) dan pulau (Pulau Penjaliran Barat dan Pulau Penjaliran Timur) seluas 39,50 hektare.

Di sinilah terdapat kehidupan laut berupa 54 jenis karang keras dan karang lunak, 144 jenis ikan, dua jenis kima, serta tiga kelompok ganggang, seperti rhodophyta, chlorophyta, dan phaeophyta. Selain itu ada juga enam jenis rumput laut, seperti halodule sp, halophila sp, dan enhalus sp.

Selain tiga kawasan itu, adalagi Pulau Puteri yang memiliki akuarium ikan hias dan akuarium bawah laut. Perairan pulau seluas 8 hektare ini cocok untuk berenang, snorkeling, dan menyelam. Di sini juga ada fasilitas akuarium bawah laut dan kapal bawah air.

Karakter yang sama ada juga di Pulau Sepa. Bahkan dari pulau ini bisa berkeliling ke Pulau Karang Athol, Pulau Dolphin, Pulau Gosong. Begitu juga dengan Pulau Kotok, Pulau Papa Theo, Pulau Peniki, Pulau Matahari, Pulau Gosong, Pulau Semak Daun, dan Pulau Pantara.

Hanya saja pulau-pulau di luar kawasan taman nasional, kebanyakan dimiliki oleh perorangan, sehingga untuk masuk ke dalam pun memiliki “protokoler” tersendiri.

“Tidak bebas. Saya lebih suka mengantar tamu ke kawasan pulau yang dikelola masyarakat saja,” kata Belung.

Belum usai bercerita, tiba-tiba Belung membuka pakaian hingga tinggal celana pendek.

"Mau ikutan berenang?"

“Bukan, saya mau buang air kecil,” katanya sambil menyeburkan diri. Sebentar saja. Ia naik lagi ke perahu.

“Sudah sore, kita harus pulang, jangan kemalaman,” katanya sambil menunjuk ke arah matahari yang sudah berubah warna kemerahan. Semua wisawatan naik ke perahu, sejenak menikmati pergerakan matahari meninggalkan senja.

Mengarungi Laut ke Sekolah
Begitu cahaya matahari bersinar remang di ufuk barat, Aries sudah berkemas hendak berangkat ke sekolah. Bermukim bersama orangtuanya di Pulau Panggang, membuat Aries harus menyeberang laut ke Pulau Pramuka. Sebab, satu-satunya SMA negeri di Kepulauan Seribu hanya ada di Pulau Pramuka.

Di Pelabuhan Pulau Panggang, sudah menanti sejumlah perahu mesin yang mengangkut anak-anak sekolah. Selain itu, ada satu unit kapal sekolah yang disediakan pemerintah untuk antar jemput. Tentu kapal itu tak mampu menampung jumlah anak-anak sekolah di sini.

Itu sebabnya, Aries mengatakan, hanya sesekali saja ia bisa menumpang kapal sekolah. “Kami lebih banyak naik perahu,” katanya.

Anak-anak bersekolah naik perahu menjadi pemandangan unik di Pulau Pramuka di setiap pagi dan sore hari.

Kebanyakan mereka, seperti Aries, sering membantu orangtuanya di hari libur. “Setiap Sabtu dan Minggu, juga hari libur, saya membantu bapak memandu tamu wisatawan, khususnya snorkeling dan hanya sesekali menyelam," katanya.

Sedangkan hari biasa, Aries bersekolah dan Belung melaut mencari ikan. Itulah rezeki bersahabat dengan laut. Belung menghidupi istri dan tiga anaknya, termasuk si sulung Aries.

Bersekolah menjadi motivasi Aries mengubah kehidupan keluarganya menjadi lebih baik, tetapi tetap dengan lautan. “Selain bekerja, saya juga mau jadi pemandu wisata yang lebih baik,” katanya.

Pemandu wisata yang bagus menurut Aries adalah mengenal lautan dan seluruh isi alam di Kepulauan Seribu serta didukung kemampuan berbahasa Inggris dan Mandarin. Semoga.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Fi:ka Kedai Kafi, Brand Terbaru Sour Sally Group

Sour Sally Group kembali meramaikan industri F&B dengan launching #UnikAsik campaign oleh Fi:ka Kedai Kafi

GAYA HIDUP | 15 Agustus 2019

Masyarakat hingga Artis Ikuti Aksi Menanam Mangrove

Drummer Band Wolftank, Tyos Nugros, terlihat ikut aksi menanam pohon mangrove (pohon bakau) di acara Mangrove Volunteers Day 2019 yang digelar Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), afiliasi dari The Nature Conservancy (TNC) di Taman Wisata Alam Mangrove, Muara Angke, Jakarta Barat, Kamis (15/8/2019). Aksi Tyo ini juga diikuti oleh para personel Wolftank lainnya, yaitu Aro Wahab, Kin Aulia, dan Noey Jeje.

GAYA HIDUP | 15 Agustus 2019

Kerajaan Burung dari Keajaiban Rambut Bidadari

Kerajaan burung sudah lama terkenal, bahkan di masa penjajahan Belanda, pulau ini dilindungi dan dilarang merusaknya, tetapi mengapa namanya Pulau Rambut?

GAYA HIDUP | 16 Agustus 2019

5 Hal yang Bisa Anda Lakukan di Ubud

Lima hal yang bisa Anda lakukan ketika sedang berada di Ubud, Gianyar, Bali

GAYA HIDUP | 14 Agustus 2019

Mal Ciputra Kembali Gelar Festival Kuliner Kampoeng Legenda

Mal Ciputra Jakarta kembali menggelar festival kuliner Kampoeng Legenda pada 8-19 Agustus 2019.

GAYA HIDUP | 14 Agustus 2019

Benteng Van Den Bosch Bagaimana Nasibmu Kini?

Benteng Van Den Bosch, bangunan bersejarah yang saat ini masih menunggu rencana restorasi.

GAYA HIDUP | 14 Agustus 2019

Tren Kewirausahaan di Indonesia Meningkat

Masyarakat Indonesia kian memiliki keinginan kuat untuk menjadi wirausahawan atau entrepreneur.

GAYA HIDUP | 14 Agustus 2019

Tip Memulai Bisnis Fashion di Industri Online

Pemilik label Jims Honey, Hanny Zeng, berbagi tip cara berbisnis fashion di industri online.

GAYA HIDUP | 14 Agustus 2019

Pertama Kali, Fashion Show Digelar di LTR Jakarta

Pertama kalinya, Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2019 menggelar fashion show di dalam kereta LRT Jakarta.

GAYA HIDUP | 14 Agustus 2019

Cinta Maria Terkubur dalam Kepingan Perang dan Pemberontakan

Banyak cerita di Pulau Onrust. Kisah Maria menunggu cinta, pemberontakan kapal Belanda, hingga pusara pemberontak DI/TII.

GAYA HIDUP | 15 Agustus 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS