Logo BeritaSatu

Dinamika Anak Pulau Sahabat Laut

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 07:09 WIB
Oleh : Nurlis E Meuko / NEF

PERAHU nelayan merambat meninggalkan pelabuhan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Ombak malas mengayun melenakan. Sejauh mata memandang hanya terlihat lautan lepas mengapungkan pulau-pulau kecil di atasnya.

Langit biru berhias awan putih yang melayang bergerak pelan. Matahari sangat terik pada petang awal Agustus lalu. Sinarnya menghujam beningnya laut hingga terlihat beragam jenis ikan sedang mencandai karang.

Sementara Bahrun mengendalikan kemudi perahu dengan telapak kakinya. Pria 54 tahun yang akrab disapa Belung ini bukan sedang pamer keahlian. Ia jengkel lantaran janji karet wisatawan dari Jakarta yang menyewa perahunya.

"Terlambat dua jam. Seharusnya saya bisa dapat uang Rp 700.000. Begitulah wisatawan lokal, memang suka molor. Berbeda dengan wisatawan asing, sebelum saya sampai pelabuhan, mereka sudah menunggu," kata Belung dengan wajah ditekuk.

Omelan kecil Belung mewarnai raungan mesin perahunya yang terbatuk-batuk. Namun, tak mengurangi semangatnya melayani wisatawan. Ia serius mencari tempat terbaik menikmati alam bawah laut. "Datang dari jauh, mereka ingin menikmati keindahan alam di sini," katanya.

Dinamika Anak Pulau Sahabat Laut

Keindahan Karang
Di hidung perahu, anak muda itu duduk memandang tajam dalam laut. Melongok kiri dan kanan, dialah kompas hidup pengarah Belung. Namanya Aries. Berusia 18 tahun, ia putra sang nakhoda kaki. Belung menyebut, nama anaknya dan namanya memang satu suku kata.

Di satu titik, Aries minta laju perahu diperlambat. Pemuda berkulit legam dibakar matahari itu terjun ke laut dan menghilang, lalu muncul tak jauh dari perahu. Ia mengatakan sudah menemukan tempat yang pas bermain bersama ikan dan karang-karang laut.

Semua penumpang perahu yang berjumlah 10 orang bersalin pakaian renang. Lalu membuka tong yang berada di atas lambung perahu dan mengambil perangkat snorkeling. Selanjutnya, semuanya terjun menikmati alam bawah laut.

Walau berada di tengah laut, mereka tak ada yang tenggelam. Bahkan bisa berdiri, seolah-olah berada di laut yang dangkal yang air cuma sebatas leher. Ternyata mereka menjejakkan kaki di atas karang-karang laut. Rupanya, lokasi yang seperti inilah yang dicari ayah dan anak ini untuk tamu wisatawannya.

Belung mengatakan lokasi menyelam ini masuk kawasan perairan Pulau Panggang yang memang tetangga Pulau Pramuka.

"Lokasi ini yang dekat kita jangkau sebab sudah sore. Sebetulnya sangat banyak tempat yang lebih bagus," katanya.

Kalimat Belung tak berlebihan. Kepulauan Seribu kaya akan keindahan bawah lautnya. Selain di kawasan Pulau Galang dan Pulau Pramuka, hampir seluruh perairan Kepulauan Seribu menyimpan kekayaan bawah laut yang menawan.

Perairan Pulau Panggang ini masuk kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Dasar hukumya adalah Surat Keputusan Menhut Nomor 8310/Kpts-II/2002, tanggal 13 Juni 2002. Status yang sama juga berlaku untuk Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan. Semuanya berada di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Dinamika Anak Pulau Sahabat Laut

Adapun luasnya mencapai 107.489 hektare (22,65 persen dari luas perairan Kepulauan Seribu) dan pulau (Pulau Penjaliran Barat dan Pulau Penjaliran Timur) seluas 39,50 hektare.

Di sinilah terdapat kehidupan laut berupa 54 jenis karang keras dan karang lunak, 144 jenis ikan, dua jenis kima, serta tiga kelompok ganggang, seperti rhodophyta, chlorophyta, dan phaeophyta. Selain itu ada juga enam jenis rumput laut, seperti halodule sp, halophila sp, dan enhalus sp.

Selain tiga kawasan itu, adalagi Pulau Puteri yang memiliki akuarium ikan hias dan akuarium bawah laut. Perairan pulau seluas 8 hektare ini cocok untuk berenang, snorkeling, dan menyelam. Di sini juga ada fasilitas akuarium bawah laut dan kapal bawah air.

Karakter yang sama ada juga di Pulau Sepa. Bahkan dari pulau ini bisa berkeliling ke Pulau Karang Athol, Pulau Dolphin, Pulau Gosong. Begitu juga dengan Pulau Kotok, Pulau Papa Theo, Pulau Peniki, Pulau Matahari, Pulau Gosong, Pulau Semak Daun, dan Pulau Pantara.

Hanya saja pulau-pulau di luar kawasan taman nasional, kebanyakan dimiliki oleh perorangan, sehingga untuk masuk ke dalam pun memiliki “protokoler” tersendiri.

“Tidak bebas. Saya lebih suka mengantar tamu ke kawasan pulau yang dikelola masyarakat saja,” kata Belung.

Belum usai bercerita, tiba-tiba Belung membuka pakaian hingga tinggal celana pendek.

"Mau ikutan berenang?"

“Bukan, saya mau buang air kecil,” katanya sambil menyeburkan diri. Sebentar saja. Ia naik lagi ke perahu.

“Sudah sore, kita harus pulang, jangan kemalaman,” katanya sambil menunjuk ke arah matahari yang sudah berubah warna kemerahan. Semua wisawatan naik ke perahu, sejenak menikmati pergerakan matahari meninggalkan senja.

Dinamika Anak Pulau Sahabat Laut

Mengarungi Laut ke Sekolah
Begitu cahaya matahari bersinar remang di ufuk barat, Aries sudah berkemas hendak berangkat ke sekolah. Bermukim bersama orangtuanya di Pulau Panggang, membuat Aries harus menyeberang laut ke Pulau Pramuka. Sebab, satu-satunya SMA negeri di Kepulauan Seribu hanya ada di Pulau Pramuka.

Di Pelabuhan Pulau Panggang, sudah menanti sejumlah perahu mesin yang mengangkut anak-anak sekolah. Selain itu, ada satu unit kapal sekolah yang disediakan pemerintah untuk antar jemput. Tentu kapal itu tak mampu menampung jumlah anak-anak sekolah di sini.

Itu sebabnya, Aries mengatakan, hanya sesekali saja ia bisa menumpang kapal sekolah. “Kami lebih banyak naik perahu,” katanya.

Anak-anak bersekolah naik perahu menjadi pemandangan unik di Pulau Pramuka di setiap pagi dan sore hari.

Kebanyakan mereka, seperti Aries, sering membantu orangtuanya di hari libur. “Setiap Sabtu dan Minggu, juga hari libur, saya membantu bapak memandu tamu wisatawan, khususnya snorkeling dan hanya sesekali menyelam," katanya.

Sedangkan hari biasa, Aries bersekolah dan Belung melaut mencari ikan. Itulah rezeki bersahabat dengan laut. Belung menghidupi istri dan tiga anaknya, termasuk si sulung Aries.

Bersekolah menjadi motivasi Aries mengubah kehidupan keluarganya menjadi lebih baik, tetapi tetap dengan lautan. “Selain bekerja, saya juga mau jadi pemandu wisata yang lebih baik,” katanya.

Pemandu wisata yang bagus menurut Aries adalah mengenal lautan dan seluruh isi alam di Kepulauan Seribu serta didukung kemampuan berbahasa Inggris dan Mandarin. Semoga.

Dinamika Anak Pulau Sahabat Laut



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

Biden juga menjamin bahwa Amerika tidak akan pernah mengakui wilayah pencaplokan di Ukraina sebagai bagian dari Rusia.

NEWS | 1 Oktober 2022

Resolusi PBB Bela Ukraina Langsung Diveto Rusia

Meskipun hanya Rusia yang menentang, tetapi dia adalah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan yang punya hak veto.

NEWS | 1 Oktober 2022

Zelensky Minta Jalur Prioritas Jadi Anggota NATO

Jika Ukraina menjadi anggota NATO, maka negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat bisa membelanya dalam perang melawan Rusia saat ini.

NEWS | 1 Oktober 2022

Poin-poin Pidato Putin Soal Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina

Dalam pidatonya Putin menegaskan bahwa pencaplokan itu sudah permanen dan tidak bisa dinegosiasikan.

NEWS | 1 Oktober 2022

PKB dan Gerindra Tunggu Hari Baik Umumkan Capres-Cawapres

PKB dan Gerindra tinggal menunggu hari baik untuk mengumumkan capres dan cawapres yang akan mereka usung di Pilpres 2024.

NEWS | 1 Oktober 2022

Jumat Berkah, Sahabat Ganjar Salurkan Paket Sembako

Sahabat Ganjar, relawan Ganjar Pranowo, menggelar Jumat Berkah dengan menyalurkan bantuan di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Soppeng.

NEWS | 1 Oktober 2022

Ketua MA Sebut Kasus Hakim Sudrajad Dimyati Momentum Perbaiki Kinerja Peradilan

Ketua Mahkamah Agung (MA), M Syarifuddin menyatakan kasus Sudrajad Dimyati yang dijerat KPK menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja peradilan.

NEWS | 30 September 2022

Alasan Bawaslu Hentikan Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Anies Baswedan

Anggota Bawaslu Puadi mengungkapkan alasan pihaknya menghentikan laporan dugaan pelanggaran kampanye Anies Baswedan terkait tabloid KBA Newspaper.

NEWS | 30 September 2022

KPK Ungkap Ada Pihak yang Bangun Opini agar Lukas Enembe Hindari Pemeriksaan

KPK mengungkapkan adanya pihak yang membangun opini agar Gubernur Papua, Lukas Enembe menghindari pemeriksaan sebagai tersangka. 

NEWS | 30 September 2022

Fadel Muhammad Akhirnya Laporkan La Nyalla ke Badan Kehormatan DPD

Wakil Ketua MPR dari unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fadel Muhammad akhirnya melaporkan Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalliti ke BK DPD.

NEWS | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Anggota DPR Intan Fauzi Ajak Kaum Milenial dan Gen Z Gabung Parpol

Anggota DPR Intan Fauzi Ajak Kaum Milenial dan Gen Z Gabung Parpol

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings