Kampanye Lingkungan Gaya Grand Indonesia Sasar 25 Juta Pengunjung

Kampanye Lingkungan Gaya Grand Indonesia Sasar 25 Juta Pengunjung
Kantoro Permadi (kiri) selaku General Manager Marketing Communication & Operations Grand Indonesia menyimak komentar aktor Nicholas Saputra (kedua kanan) saat Grand Indonesia resmi membuka penyelenggaraan GAYA – Future Fashion & Sustainable Lifestyle, Kamis (15/8/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Unggul Wirawan )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 16 Agustus 2019 | 11:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Pusat perbelanjaan Grand Indonesia resmi membuka penyelenggaraan Gaya – Future Fashion & Sustainable Lifestyle, Kamis (15/8). Dengan jumlah rata-rata pengunjung 25 juta per tahun, Grand Indonesia optimistis bisa menyosialisasikan Gaya secara lebih luas. Tak hanya berbelanja, pengunjung juga akan teredukasi untuk makin peduli dengan lingkungan hidup.

“Gaya itu bukan hanya event, tapi suatu gerakan. Ini kolaborasi Grand Indonesia, para tenant, desainer, dan seluruh teman-teman yang mendukung. Jadi Gaya juga cara kami untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia dengan mengimbau hidup berkesinambungan,” ujar General Manager Marketing Communication & Operations Grand Indonesia Kantoro Permadi saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/8).

Kantoro menambahkan jumlah 25 juta pengunjung dalam setahun di Grand Indonesia bisa dikapitalisaisi, bukan dalam hal profit tapi justru dalam hal edukasi dan imbauan. Gaya dirancang sebagai Annual Signature Event yang memiliki misi kepedulian terhadap lingkungan dengan memasukkan elemen fesyen sebagai unsur utamanya.

Menurut Kantoro, Grand Indonesia memang ingin mengimbau pengunjung dengan perilaku socially responsible shopping kepada para pelanggannya. Meskipun berbelanja, mereka juga punya kepedulian lingkungan dengan hal-hal kecil. Mulai dari pengurangan material plastik dan memastikan makanan yang dipesan dihabiskan.

“Dari total tenant fashion yang ada, 75% sudah tidak gunakan plastik. Grand Indonesia juga sudah lakukan waste management dengan mengolah sampah menjadi kompos. Dalam satu bulan, kami bisa mendapat 5.000 kg pupuk kompos untuk tanaman kami. Target kami, tahun depan, 100% tenant sudah mengadopsi Gaya demi lingkungan keberlanjutan,” tambahnya.

Lebih jauh, Direktur PT Asia Pasific Rayon Basrie Kamba menjelaskan banyak orang Indonesia hampir tidak mengetahui limbah pakaian yang tidak dipakai akan dibuang ke mana? Apakah pakaian bekas itu bisa terurai di tanah?

“Planet kita hanya ada, tidak ada lagi. Masalah plastik sangat serius. Kami di APR memproduksi bahan baku kain Viscose-Rayon dari pohon akasia. Dari seluruh Indonesia, penggunaan bahan baku tekstil, Viscose hanya 2 sampai 3 % saja. Mayoritas orang menggunakan polyester, katun, hyget, dan lain-lain,” ujarnya.

Basrie mengatakan, bahan tekstil dari Viscose dapat terurai di dalam tanah hanya dalam dua bulan. Selain ramah lingkungan, bahan ini juga diambil dari kebun budidaya pohon akasia yang dikelola APR. Dengan tren fesyen ramah lingkungan, Viscose produksi APR sudah diimpor ke 17 negara. Bahan baku Viscose dari pohon akasia bisa tumbuh dalam 5-6 tahun di Indonesia yang beriklim tropis, sedangkan di Eropa butuh waktu 50 tahun.

Dukungan

Gerakan Gaya Grand Indonesia ini juga didukung, penyanyi Eva Celia yang mengaku awalnya kurang mengenal gaya hidup ramah lingkungan. Tetapi setelah belajar, dia justru mulai mengubah kebiasaan sehari-hari. Alhasil kini, Eva bahkan mulai memengaruhi para pengikutnya di media sosial.

“Saya berbagi pengetahuan lewat media sosial kepada teman-teman di luar sana, jadi lebih gampang. Tapi pada saat yang sama, saya tidak ingin menggurui. Jika tidak mulai revolusi gaya hidup, pada akhir abad, dunia akan mengalami kerusakan lingkungan,” paparnya.

Hal serupa juga dikatakan aktor Nicholas Saputra. Meskipun hanya melakukan tindakan kecil, gaya hidup yang sadar lingkungan berkelanjutan tetap sangat berarti. Saat ini, gaya hidup berkelanjutan cukup didukung oleh kampanye banyak orang dan produk-produk yang mendukung.

“Saya rasa setiap perubahan gaya hidup harus dilakukan dengan perlahan tapi pasti. Jangan lakukan sesuatu yang drastis karena efek baliknya nanti malah jadi nggak happy. Yang penting lakukan suistainable life style dengan terus menerus dan konstan,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan tahun perdana Gaya akan hadir dengan mengangkat tema Future Fashion & Sustainable Lifestyle. Serangkaian fashion show dari designer tanah air dan mancanegara yang ingin menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui karyanya.

Perancang Novita Yunus, Aldre Indrayana, Jenny Kate dari UK serta Raye Padit dari Singapore akan mempersembahkan karyanya di panggung Main Atrium hingga runaway Skybridge lantai 1 pada tanggal 15 Agustus 2019 yang juga sebagai kick off dari event GAYA di Grand Indonesia. Fashion show masih akan berlangsung sampai dengan tanggal 18 Agustus 2019 oleh para designer tanah air yang tak kalah menarik yaitu Kana Goods, Petang Hari, Jalin, KaIND serta beberapa designer dari Indonesian Fashion Chamber.



Sumber: Suara Pembaruan