Ganjar Usulkan Pembangunan Jurrasic Park di Sangiran

Ganjar Usulkan Pembangunan Jurrasic Park di Sangiran
Gubernur Ganjar Pranowo menghadiri rapat koordinasi pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional Solo-Sangiran di Museum Fosil Sangiran, Sragen, Senin (19/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu )
Stefi Thenu / FER Senin, 19 Agustus 2019 | 21:12 WIB

Sragen, Beritasatu.com - Museum purbakala di wilayah Sangiran, Kabupaten Sragen, selama ini dinilai hanya menarik bagi para peneliti dan arkeolog. Sementara untuk wisata, Sangiran masih sangat kurang terkenal dan tidak banyak dikunjungi wisatawan.

"Sangiran jangan hanya untuk peneliti, harus dikonsep dan dikembangkan agar semua wisatawan tertarik berkunjung ke sini. Event dan atraksi budaya memang penting disiapkan," ujar Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, dalam Rapat Pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Solo-Sangiran di Museum Purbakala Sangiran, Senin (19/8/2019).

Menurut Ganjar, Sangiran sebagai tempat sudah sangat menarik. Di lokasi itu, ada area purbakala seluas 59 kilometer (km) persegi.

"Saya usul, agar menarik bagaimana kalau disini dibuat taman purbakala yang ngepop, dan banyak orang suka. Kalau bicara kepurbakalaan yang ngepop, contohnya ya seperti Flintstone dan Jurassic Park," ujar Ganjar.

Menurut Ganjar, lokasi Sangiran sangat memungkinkan untuk dibuat wahana seperti Flintstone dan Jurassic Park, namun harus tetap mengedepankan kearifan lokal. Dengan adanya wahana wisata yang menarik, maka anak-anak akan senang berkunjung ke lokasi ini. Hal itu dapat pula ditambahi dengan aneka kegiatan berburu benda purbakala.

"Kalau itu ada, tentu orang akan tertarik datang ke sini. Selama ini orang ke Sangiran kan hanya melihat kerangka saja, ya menurut saya kurang menarik. Harus muncul ide-ide segar untuk pengembangan kawasan ini," tegasnya.

Sangiran sendiri masuk jadi salah satu destinasi wisata yang digarap serius pemerintah pusat dan daerah. Bersama Borobudur, Dieng dan Karimunjawa, Sangiran disiapkan menjadi destinasi wisata baru di Jateng.

Asisten Deputi Infrastruktur Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata, Rahman Hidayat, mengatakan, Sangiran masuk dalam pengembangan Badan Otorita Pengembangan Kawasan Pariwisata Borobudur. Namun, kawasan situs purbakala dunia ini dinilai belum berkontribusi banyak bagi masyarakat.

"Harus ada percepatan-percepatan agar kawasan Sangiran semakin terkenal. Ide-ide segar memang dibutuhkan untuk mengelola kawasan ini," tandas Rahman.



Sumber: Suara Pembaruan