Gadis Sampul 2019

Ajang Pencarian Bakat Terbesar di Indonesia Kembali Digelar

Ajang Pencarian Bakat Terbesar di Indonesia Kembali Digelar
Acara Intimate Talk with Alumni #GadisSampul, di Sate Khas Senayan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019). Platform pencarian bakat remaja terbesar di Indonesia, Gadis Sampul, membuka kembali kesempatan terbaik bagi remaja puteri di Indonesia untuk ikon baru dan menginspirasi teman sebayanya. ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 23 Agustus 2019 | 23:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Platform pencarian bakat remaja terbesar di Indonesia yang telah digelar sejak 1987, Gadis Sampul, kini tengah bersiap untuk membuka kembali kesempatan bagi remaja puteri di Indonesia untuk menampilkan kemampuan terbaik dan menjadi ikon baru Gadis Sampul yang menginspirasi teman sebayanya.

Chief Community Officer Gadis, Leoni Sihombing, mengatakan, pemilihan Gadis Sampul sudah membuktikan diri mampu mencetak ikon remaja Indonesia sejak era tahun 80-an, dengan merepresentasikan karakter remaja putri yang dinamis, cerdas, berkarakter, dan relevan dengan masanya, mulai dari Desy Ratnasari, Krisdayanti, Dian Sastrowardoyo, Maudy Ayunda, hingga Vanesha Prescilla.

"Dalam era digital dan media sosial ini, Gadis Sampul juga berinovasi dan menampilkan wajah baru yang digital savvy. Platform pemilihan akan dilakukan secara fully digital, dimana formulir dan kelengkapannya seperti foto, diisi secara online
dan diunggah melalui link woobox.com/gmarm9 dan disertai unggahan URL video challenge sebagai prasyarat lomba, yang harus diunggah ke akun media sosial peserta, yaitu YouTube dan Instagram," ujar Leoni Sihombing, di acara 'Intimate Talk with Alumni #GadisSampul', di Sate Khas Senayan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019) malam.

Menurut Leoni, pada setiap tahap pemilihan, Gadis akan memberikan video challenge yang berbeda-beda, mulai dari video opini hingga unjuk bakat. Video ini tidak lain sebagai cara awal untuk menyeleksi bakat dan karakter dari peserta.

"Platform video dipilih dengan pertimbangan cara berkomunikasi Generasi Z dengan rentang usia 13 tahun hingga 17 tahun, yang lebih visual oriented dan menyukai video sebagai saluran ekspresi diri," jelasnya.

Leoni menambahkan, adapun titik berat penilaian pada kriteria utama, yaitu fotogenik dan keremajaan, kreatif dan berbakat, digital savvy, healthy, dan socially and environmentally conscious, diharapkan bisa menjadi lebih inklusi, menjaring calon peserta lebih luas, baik dari segi minat, bakat dan kemampuan.

"Ajang Gadis Sampul 2019 juga membawa sebuah kampanye sosial #RespectYourself dengan harapan seluruh remaja di Indonesia bisa menghargai diri sendiri dengan cara yang tepat," pungkas Leoni.

 



Sumber: BeritaSatu.com