Ini Cara Anisha Putri Undang Investor ke Lombok

Ini Cara Anisha Putri Undang Investor ke Lombok
Sejumlah wisatawan berada di pinggiran pantai kawasan wisata Mandalika yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. ( Foto: Antara Foto / Ahmad Subaidi )
/ YUD Jumat, 30 Agustus 2019 | 06:44 WIB

Lombok, Beritasatu.com - Usai gempa dahsyat yang melanda kawasan Nusa Tenggara Barat, medio Agustus tahun silam kini penggiat wisata Lombok, secara intensif mempromosikan daerah tersebut sebagai destinasi liburan dan tujuan investasi. Salah satu penggiat wisata tersebut adalah Anisha Putri. Wanita kelahiran Lombok itu berupaya kembali menarik minat investor guna menanamkan modal di daerah kelahirannya lewat dunia maya.

Yang dilakukan Anisha adalah dengan memamerkan berbagai foto serta video keindahan pulau Lombok mulai dari laut, pantai dan alamnya. Cara tersebut menurut Anisha sangat efektif memancing investor.

"Setelah calon investor melihat foto dan video tersebut, mereka pasti tertarik untuk melihat langsung. Dan saat itu juga, kita lihatkan segala keindahan yang dimiliki pulau ini," kata Anisha Putri melalui keterangan tertulis, Jumat (30/8/2019).

Menurut Anisha, apabila sebelumnya para investor lebih tertarik berinvestasi di kawasan Senggigi, saat ini banyak investor yang mulai menjajakan bisnis di kawasan Kuta Mandalika. Hal tersebut tidak lepas dari rencana pemerintah yang akan membangun sirkuit Moto GP pada akhir tahun 2021 mendatang. Kendati begitu, tempat wisata sohor lainnya di Lombok seperti Senggigi, dan tiga Gili juga masih banyak diminati.

"Kuta Mandalika sedang ramai ditanyakan investor, Senggigi juga masih tetap ramai. Apalagi tiga Gili. Intinya pasca gempa Lombok para investor sudah mulai berdatangan," kata Anisha Putri.

Sementara itu pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Chusmeru mengatakan bahwa pemerintah daerah perlu mengembangkan konsep storynomic tourism. Konsep ini adalah pendekatan komunikasi pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, serta menggunakan kekuatan budaya.

"Konsep ini sangat menarik, seharusnya setiap daerah dapat mengembangkan konsep ini untuk makin memajukan lagi sektor pariwisata," katanya seperti dikutip dari Antara.

Chusmeru menjelaskan konsep ini awalnya digagas oleh Tim Quick Win dan direncanakan diterapkan di lima kawasan destinasi super prioritas, meliputi Danau Toba, Borobudur, Manado, Mandalika, dan Labuan Bajo. Konsep tersebut, kata dia, diharapkan dapat mengakselerasi percepatan pembangunan sektor pariwisata di daerah-daerah.

"Storynomic tourism merupakan metode komunikasi pariwisata dengan menceritakan destinasi dan objek wisata di daerah, dikemas dengan konten yang menarik tentang sejarah, seni budaya, alam, kerajinan, maupun kulinernya," katanya.

Menurut dia, hampir semua daerah di Indonesia memiliki potensi wisata yang menarik. Namun belum semua dinarasikan secara baik kepada wisatawan.

"Akibatnya banyak wisatawan tidak memperoleh pengetahuan dan pengalaman berwisata, serta tidak dapat memberikan testimoni kepada orang lain," katanya.

Dia menambahkan panorama alam yang indah, baik berupa gunung, laut, sungai, maupun danau punya sejarah dan seni budaya yang melingkupinya.

"Pakaian, tarian, dan makanan tradisional suatu daerah juga memiliki makna dan fungsi dalam kehidupan masyarakatnya. Itu semua perlu diceritakan kepada wisatawan, agar wisatawan mendapat nilai tambah dari kunjungan wisatanya," katanya.

Konten storynomic tourism, bisa dikemas secara digital melalui media sosial, maupun dinarasikan secara konvensional lewat pemandu wisata.

 



Sumber: BeritaSatu.com