Tambora Run 5K Promosikan Situs Sejarah Jakarta

Tambora Run 5K Promosikan Situs Sejarah Jakarta
Sebanyak 4.500 pelari mengikuti Tambora Run 5K di Tambora,Jakarta Barat ( Foto: Ist / Ist )
Mardiana Makmun / MAR Minggu, 8 September 2019 | 14:35 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com- Sebanyak 4.500 pelari mengikuti ajang lari Tambora 5K yang digelar Season City dan Kecamatan Tambora, Jakarta Barta, Minggu (8/9). Selain membiasakan hidup sehat dengan olahraga lari, ajang ini juga bertujuan mempromosikan situs bersejarah di daerah Tambora, Jakarta Barat.

“Tambora 5K digelar untuk pelajar dan umum dalam rangka Hari Olahraga Nasional yang diperingati setiap 9 Sepyember . Di tahun ke-3, Tambora 5K lebih sukses dengan diikuti oleh lebih dari 4.500 peserta karena yang tadinya hanya untuk pelajar, kini juga dibuka untuk umum dan komunitas lari. Sebelumnya pada 2017 hanya diikuti oleh 2 ribu peserta dan 2018 diikuti oleh 2.500 peserta,” kata General Manager Trade Mall Season City Mualim Wijoyo kepada Investor Daily.

Hartono Wijaya, CEO 910, sponsor Tambora Run 5K mengungkapkan, ajang lari ini juga dimeriahkan oleh komunitas Jakarta Berlari yang didirikan Sandiaga Uno. “Kalau sudah diikuti komunitas lari, biasanya ini ajang lari yang profesional. Ke depan saya harap ajang Tambora Run 5K semakin viral karena para komunitas lari ini akan memviralkannya,” kata produsen sport wear lokal khusus lari itu.

Tak sekadar lomba lari, Tambora Run 5K memilik misi lebih luas lagi. “Tambora Run 5K bertujuan untuk mempromosikan situs sejarah di kawasan Tambora. Wilayah Tambora, Jakarta Barat itu penuh sejarah dan ini bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata Jakarta,” kata Camat Tambora, Bambang Sutarno.

Bambang mengisahkan, dulu, Tambora adalah tempat berkumpulnya para pedagang dari berbagai negara, mulai dari Arab, India, Pakistan, dan Tiongkok, sehingga kemudian menjadi pemukimann. Jejak-jejak mereka bisa dilihat dari adanya masjid dan klenteng.
“Ada Masjid Langgar Tinggi, ada Masjid Jami Tambora yang dibangun pada tahun 1.761, dan Masjid Angke, hingga Jembatan Kambing yang bersejarah. Nah, dengan rute Tambora Run 5K yang melewati situs-situs bersejarah tersebut, saya harap ini bisa mempromosikan situs-situs bersejarah di Tambora sebagai destinasi wisata,” kata Camat Bambang.

Selain situs sejarah, wilayah Tambora juha memiliki kekayaan kuliner yang tak ada di tempat lain. “Ini karena di sini multietnis, sehingga menciptakan kuliner khas yang tak ada di tempat lain,” tambah Bambang.

Ke depan, Mualim berharap, gaung Tambora Run 5K bisa terdengar lebih luas lagi dan bisa menjadi agenda wisata tahunan DKI Jakarta. “Saya malah bermimpi, gaung Tambora Run bisa seperti Jember Fashion Carnival yang terdengar hingga ke mancanegara,” tandas Mualim.



Sumber: Investor Daily