UNESCO Memilih Tambang Batu Bara Menjadi Warisan Dunia, Inilah 4 Alasannya

UNESCO Memilih Tambang Batu Bara Menjadi Warisan Dunia, Inilah 4 Alasannya
Penerimaan sertifikat penetapan pertambangan Ombilin di Sawahlunto sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO di Jakarta, Senin 16 September 2019. ( Foto: dina fitri anisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Rabu, 18 September 2019 | 13:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Belum lama ini Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada Sidang Komite Warisan Dunia ke-32 yang berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada 30 Juni-10 Juli 2019. Pastinya, penetapan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kelestarian dan juga pemanfataan situs sejarah tersebut.

Dikatakan Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Ruddyard, kepada Beritasatu.com, belum lama ini, bawah keberadaan tambang batu bara sangat unik, sekaligus memiliki nilai sejarah yang tidak biasa. 

"Keberadaan tambang batu bara ini menjadi bagian dari diplomasi budaya. Ini bisa menjadi nilai tambah untuk Indonesia di mata dunia," kata Febrian. 

Penasaran dengan kriteria apa saja yang menjadi pertimbangan UNESCO memilih Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto. Berikut ini 4 penilaian UNESCO terhadap Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto:

1. Kriteria komunikasi antar budaya dan perkembangan dari nilai universal luar biasa (outstanding universal value) sebagai warisan penambangan, pengangkutan, dan penyimpanan batubara di Sumatera Barat.

2. Kriteria mewakili nilai pertukaran penting dalam nilai-nilai kemanusiaan sepanjang masa, atau dalam lingkup kawasan budaya, dalam perkembangan arsitektur dan teknologi, seni monumental, perencanaan kota, dan desain lanskap.

3. Kriteria tentang contoh luar biasa dari tipe bangunan, karya arsitektur dan kombinasi teknologi atau lanskap yang menggambarkan tahapan penting dalam sejarah manusia.

4. Kriteria keunikan warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto menunjukkan contoh rangkaian kombinasi teknologi dalam suatu lanskap kota pertambangan.



Sumber: BeritaSatu.com