KDT Gelar Pertemuan untuk Menduniakan Parwisata Danau Toba

KDT Gelar Pertemuan untuk Menduniakan Parwisata Danau Toba
Presiden meninjau pelebaran alur dan rencana pembangunan jembatan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir pada Rabu (31/7/ 2019). Di lokasi tersebut, Presiden kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk membenahi kawasan Danau Toba agar menjadi destinasi wisata yang menarik. ( Foto: Biro Pers dan Media Setpres RI )
Hotman Siregar / AO Kamis, 26 September 2019 | 21:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komite Danau Toba (KDT) akan menggelar pertemuan dengan berbagai elemen bangsa untuk membicarakan percepatan pembangunan destinasi parwisata prioritas Danau Toba. Acara akan digelar di aula kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta Timur, Minggu (29/9/2019).

Kegiatan bertema "Percepatan Parwisata Danau Toba Mendunia di Era Pemerintahan Jokowi" itu akan menghadirkan sejumlah tokoh, seperti Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Parwisata Arief Yahya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan para bupati di kawasan Danau Toba.

Ketua Umum KDT Edison Manurung menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini untuk memastikan agar pembangunan danau toba dikakukan sesuai rencana. "Presiden Jokowi sudah bolak-balik ke Danau Toba yang ingin menjadikan parwisata di sana lebih maju. Kami ingin memastikan agar program Jokowi itu teraliasi di lapangan," ujar Edison di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Selama ini, kata Edison, pembangunan Danau Toba belum melibatkan semua pemangku kepentingan. Oleh karena itu, sebagai putra daerah dirinya merasa terpanggil untuk membangun Danau Toba.

Hasil dari pertemuan itu akan diserahkan ke Jokowi untuk selanjutnya direalisasikan di Danau Toba. Ia mengatakan, untuk menjadikan Danau Toba sebagai wisata internasional diperlukan edukasi bagi warga. "Kami akan melakukan edukasi. Program Jokowi, masyarakat di sana bisa teredukasi," katanya.

Edison menambahkan, pihaknya mencoba menjembatani semua kepentingan masyarakat. Menurutnya, Danau Toba tak hanya milik orang Batak, tetapi juga seluruh masyarakat dunia.

"Kami ingin ada kebulatan tekad dan mengundang Ketua DPR dan Ketua DPD hadir pada acara nanti. Kami ingin pembangunan Danau Toba bergerak cepat," ujar mantan ketua DPP KNPI bidang Polkam itu.



Sumber: Suara Pembaruan