5 Anak Perempuan Ambil Alih Posisi Menteri, Dubes dan Pemimpin Redaksi

5 Anak Perempuan Ambil Alih Posisi Menteri, Dubes dan Pemimpin Redaksi
Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf (kiri) dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara berfoto dengan lima anak perempuan terpilih yang berkesempatan mengambil alih jabatan menteri, dubes dan pemimpin redaksi dalam kegiatan 'Sehari Jadi Pemimpin' pada sesi Diskusi Publik yang berlangsung di Jakarta, Kamis (10/10/2019).  ( Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Kamis, 10 Oktober 2019 | 20:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lima anak perempuan terpilih, mengambil alih posisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Duta Besar Swedia untuk Indonesia, pimpinan Google Indonesia, dan dua pemimpin redaksi surat kabar di Indonesia, selama satu hari pada 9 Oktober 2019 di Jakarta.

Lima anak perempuan tersebut merupakan peserta kegiatan #GirlsTakeover atau 'Sehari Jadi Pemimpin' yang digagas Plan Indonesia dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional. Kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun ini, ditujukan untuk menyampaikan pesan ke publik bahwa anak perempuan juga bisa memimpin.

Lima anak perempuan berusia 15 sampai 17 tahun tersebut terpilih melalui proses seleksi ketat oleh Plan Indonesia dan Youth Coalition for Girls. Selama 10 hari pendaftaran, ada 506 pendaftar dari seluruh Indonesia yang mengirimkan tulisan dan video tentang isu gender di media.

"Ini menunjukkan antusiasme yang besar dari anak perempuan Indonesia untuk menunjukkan potensi dirinya," ujar Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Menurut Dini, tema #GirlsTakeover tahun ini adalah anak perempuan di media. Tema ini sangat strategis untuk membangun opini publik yang positif tentang perempuan maupun pemimpin perempuan di media.

"Kami melibatkan pimpinan beberapa lembaga yang berperan besar dalam membangun opini publik tentang perempuan di media," tandas Dini.

Selain di Jakarta, Dini menambahkan, kegiatan #GirlsTakeover juga dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan tiga posisi yang diambil alih tiga anak perempuan, yaitu Gubernur NTT, Pemimpin Redaksi TVRI NTT, dan Pemimpin Redaksi Pos Kupang. Sehingga, ada total delapan anak yang terlibat dalam kegiatan Sehari Menjadi Pemimpin, baik di Jakarta dan Kupang.

"Mereka mendapat pembekalan selama tiga hari dalam Girls Leadership Camp secara terpisah di dua kota tersebut. Selain itu, ada 16 anak perempuan lainnya yang berpartisipasi dalam Girls Leadership Camp. Kami berharap mereka lebih berdaya untuk terus maju," tambah Dini.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan, pihaknya mengapresiasi inisiatif ini dan mengakui peran sentral media untuk narasi yang positif tentang anak perempuan.

"Mereka berjuang untuk mendapatkan kesempatan yang setara. Tugas kita adalah bersinergi untuk mewujudkan media massa dan media sosial yang aman dan positif bagi semua pihak, termasuk anak perempuan. Kami sangat mendukung kegiatan ini untuk dilakukan berkelanjutan dan harapannya dapat menginspirasi anak-anak perempuan lainnya," kata Rudiantara.

Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, menambahkan, berangkat dari misi pihaknya untuk mengelola informasi dunia serta membuatnya berguna dan dapat diakses secara universal, dengan membuat teknologi untuk semua orang berarti melindungi semua orang yang menggunakannya, terlepas dari faktor gender, usia, ras, dan sebagainya.

"Ketika pengguna lebih cerdas dan jeli dalam berinternet, kami harap mereka mendapatkan manfaat dari internet lebih banyak lagi. Kita tingkatkan pemahaman akan keamanan berinternet bagi perempuan, juga ciptakan peluang bagi anak perempuan untuk menunjukkan kepemimpinan, mengekspresikan diri, dan mencapai potensi penuh mereka," jelas Randy.

 



Sumber: Investor Daily