Kemenpar Resmikan Destinasi Instagramable Pasar Puri Bambu

Kemenpar Resmikan Destinasi Instagramable Pasar Puri Bambu
Kemenpar Resmikan Destinasi Digital Pasar Puri Bambu di Bandung.
/ BON Sabtu, 12 Oktober 2019 | 17:13 WIB

Bandung, Beritasatu.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan destinasi digital Pasar Puri Bambu di Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/10). Peluncurannya diramaikan beragam atraksi yang menghibur pengunjung. Ada penampilan Angklung Saung Mang Udjo, Balaruna, Rekes Tawangsa dan Tari Merak, Kecapi Suling, Parahyena hingga Manshur Angklung EDM.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kekuatan destinasi digital adalah menggunakan sosial media. Menpar juga mengucapkan selamat karena ini adalah destinasi digital pertama di Kabupaten Bandung. Menpar juga berterima kasih kepada para sponsor, Kimia Farma, Telkomsel, Propan, dan Angkasa Pura II.

Menpar juga membeberkan, kini sudah ada sekitar 64 destinasi digital di Indonesia. Menpar meminta harus terus kuat dalam membangun destinasi digital. Kalau dari sisi promosi, kekuatannya harus menggunakan kuliner. Revenue utama adalah kuliner. Harus ada juga inovasi produk agar berkelanjutan.

"Yang tidak kalah penting, destinasi digital harus melibatkan masyarakat sejak awal. Dari tempat parkir hingga pedagangnya. Yang utama juga adalah, destinasi digital harus cantik jika difoto. Karena kebutuhan anak muda saat ini adalah Esteem Economy. Ekonomi pengakuan. Maka harus juga instagramable," kata Arief Yahya.

"Dan yang paling bisa digunakan di Bandung adalah harus adanya Nomadic Tourism, jika itu semua dikembangkan dengan baik, maka akan menjadi destinasi kelas dunia," tambah Arief.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang M. Naser dalam sambutannya mengatakan, ini adalah bentuk keseriusan Kemenpar dengan destinasi digital. "Kehadiran pak Menteri di destinasi digital ini membuat Kabupaten Bandung semakin semangat meningkatkan pariwisatanya. Kami akan dukung destinasi ini dengan juga meningkatkan kuliner kami, fashion kami, alam kami dengan melibatkan generasi Milenial dalam mempromosikannya," kata Dadang.

Dadang juga mengaku bahwa ini akan menjadi pendapatan yang baik untuk masyarakat sekitar Kabupaten Bandung. "Dengan jumlah 3,9 juta orang, maka masyarakat Kabupaten Bandung harus bangkit, harus makmur, di jaman digital seperti ini kita semua harus menghilangkan kata menganggur, destinasi digital yang diluncurkan pak menteri ini menjadi salah satu wadahnya," tambahnya.

Selain disuguhkan berbagai atraksi menarik, bermacam workshop hingga sajian kuliner khas membuat pembukaan destinasi ini makin kaya warna. Daerah Cimenyan sendiri terkenal dengan potensi kuliner berupa tape singkong atau peuyeum dan madu. Selain itu, ada olahan pangan lain dari singkong, jagung, tepung beras dan sayur sayuran serta umbi-umbian. Di pasar ini juga dihadirkan minuman tradisional berupa bandrek dan bajigur.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman mengatakan, Pasar Puri Bambu dibangun dengan konsep sangat matang. Tampil menarik, destinasi digital ini memberikan nuasa milenial yang berbalut manis dengan kentalnya budaya Sunda.

Tempat ini memiliki tiga pemandangan indah. Ada hutan bambu, spot sunrise, dan city light. “Mereka (wisatawan) suka tempat yang bisa berfoto ria dan layak dimedsoskan, sedangkan differentiating-nya harus instagramable, dan branding-nya: Kids Zaman Now. Ini semua dimiliki Pasar Puri Bambu,” kata Dadang.

Dengan diresmikannya Pasar Puri Bambu, Dadang pun berharap jika pariwisata Kabupaten Bandung makin berkembang. Karena jelas generasi millenial sangat aktif di media sosial. Sebab social media menjadi promosi langsung yang akan didapatkan pariwisata Kabupaten Bandung.



Sumber: BeritaSatu.com