Pariwisata Jadi Sektor Prioritas Unggulan Pemerintahan Jokowi

Pariwisata Jadi Sektor Prioritas Unggulan Pemerintahan Jokowi
Ketua Dewan Pembina Masata, Michael Umbas (tengah) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua dari kanan) dan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) dalam acara Rembug Nasional Pariwisata Indonesia 2019 di Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. ( Foto: Istimewa )
Carlos KY Paath / AO Rabu, 16 Oktober 2019 | 17:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat Sadar Wisata (Masata) mendukung pemerintahan presiden dan wakil presiden (wapres) 2019-2024, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf). Jokowi dianggap telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector pembangunan perekonomian bangsa.

"Bersama Pak Jokowi, pariwisata akan menjadi sektor prioritas unggulan, bahkan akan menjadi masterpiece Indonesia dalam membangun ekonomi," kata Ketua Dewan Pembina Masata, Michael Umbas dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Pada Selasa (15/10/2019), Masata menggelar Rembug Nasional Pariwisata Indonesia 2019 di Jakarta. Kegiatan dihadiri sejumlah panelis, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Quick Win Pengembangan Destinasi Wisata Irfan "Ipang" Wahid, Ketua Umum ASITA Nunung Rusmiyati, dan Dirut Badan Otorita Borobudur, Agus Rochiyardi.

Michael optimistis industri pariwisata akan menunjukkan pencapaian yang lebih baik, bahkan fenomenal, dalam lima tahun ke depan. Capaian industri pariwisata akan lebih terukur dan semakin maju.

"Bukan mengabaikan atau mengecilkan sektor ekonomi yang lain, tetapi faktanya sektor ekonomi pariwisata memang yang menjadi unggulan saat ini," ungkap Michael.

Michael berharap semua masyarakat terpanggil dalam memajukan pariwisata. Sebab, kata dia, industri pariwisata tak bisa dikerjakan sendiri oleh Kementerian Pariwisata atau oleh pemerintahan Jokowi-Ma'ruf nanti. "Pariwisata ini pekerjaan kita bersama, secara sinergis, dan melibatkan semua pihak," ucap Michael.

Acara Rembug Nasional Pariwisata Indonesia digelar untuk memperkaya masukan agar pariwisata semakin cepat maju sehingga semakin memperkuat ekonomi nasional. "Hasil rembug nasional akan kami sampaikan kepada Pak Jokowi sebagai masukan untuk kebijakan pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf dalam lima tahun ke depan," kata Michael.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pariwisata sudah ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai leading sector pembangunan ekonomi nasional. "Pariwisata sudah menjadi core ekonomi bangsa atau kalau ada yang bertanya, DNA bangsa ini apa, sih? Maka, jawabannya adalah ekonomi kreatif yang di dalamnya adalah pariwisata," ujar Arief.

Dikatakan, teori industri di dunia dibagi empat bidang, yakni agrikultur, manifaktur, teknologi informasi, dan ekonomi kreatif. "Kita bisa jadi yang terbaik di mana? Saya jawab ke Presiden bahwa Indonesia unggul di industri kreatif dan pariwisata ada di dalamnya," ucap Arief.

Pariwisata pertama kali ditetapkan sebagai core ekonomi Indonesia pada 2016. Hal ini, kata Arief, setelah ia menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa pariwisata bisa menjadi core ekonomi bangsa dengan tiga catatan.

"Ini saya sampaikan dengan tiga catatan, yakni pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar Indonesia. Kedua, pariwisata menjadi yang terbaik, dan ketiga pariwisata memenangkan persaingan dengan yang lain," kata Arief Yahya.



Sumber: Suara Pembaruan