Yuk, Jadi Traveler Ramah Lingkungan

Yuk, Jadi Traveler Ramah Lingkungan
Foto: Ilustrasi (Shutterstock)
Winda Ayu Larasati / WIN Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sampah merupakan permasalahan yang serius bagi dunia pariwisata. Data dari Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mencatat ada sekitar 6-10 ton sampah per bulan yang dihasilkan di Ranupani dan sepanjang jalur pendakian Gunung Semeru pada tahun 2018.

Sampah-sampah tersebut berjenis plastik, pembungkus makanan, botol, gelas bekas minuman, kertas-kertas dan kaleng.

Dilansir dari National Geographic, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan penggunaan kantong plastik di Indonesia tergolong tinggi yakni mencapai 9,5 miliar kantong per tahun. Persoalan sampah terutama plastik masih menjadi masalah dunia termasuk Indonesia.

Untuk itu, bagi Anda yang hobi traveling, yuk mulai sekarang setop penggunaan plastik dengan cara-cara berikut:

1. Menggunakan botol minum sendiri

Tidak sedikit sampah botol plastik air mineral ditemukan di tempat wisata. Botol minuman plastik menjadi sampah setelah dikonsumsi, untuk itu, Anda bisa membawa botol minum yang dapat dipakai berulang kali saat mengisi air yang sudah habis.

2. Bawa tempat makan sendiri
Sterofoam sering digunakan sebagai wadah makanan dan banyak sampah sterofoam yang bertebaran di tempat wisata. Untuk itu, tempat makan yang Anda bawa dari rumah dapat mengurangi penggunaan sterofoam. Diketahui, sterofoam merupakan bahan yang sulit terurai.

3. Gunakan totebag
Kantong plastik biasanya ditawarkan kepada konsumen saat berbelanja di warung atau supermarket, namun beberapa daerah di Indonesia sudah tidak menyediakan kantong plastik untuk berbelanja. Anda bisa mengurangi sampah plastik dengan menggunakan totebag untuk membawa barang belanja. Totebag dapat digunakan terus menerus.



Sumber: National Geographic